Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 21 Juli 2011

Rezim Saleh dan AS berusaha gunakan suku Yaman untuk melawan Mujahidin AQAP


SANA’A (Arrahmah.com) –
Al Jazeera melaporkan mengutip sumber di Yaman selatan bahwa beberapa suku setempat didesasak oleh Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) untuk meninggalkan wilayah mereka.

Laporan menyatakan bahwa Mujahidin Ansar al-Sharia, divisi dari AQAP, meninggalkan kota Shaqra.  Angkatan bersenjata dari suku setempat menduduki gedung-gedung kepolisian, pemerintah kota dan rumah sakit.
Menurut tokoh dari polisi rezim Saleh di kota Wadia, Abdullah Naser, Mujahidin AQAP meninggalkan kota setelah pemimpin klan lokal termasuk Nasser menuntut dari mereka untuk menarik pasukan dari kota.
Terkait laporan ini, tidak mungkin memeriksa informasi ini dari sumber-sumber independen.
Sementara itu, sejumlah besar pasukan Mujahidin terus memegang kota Loder, meskipun fakta bahwa satu dari suku setempat, seperti yang diklaim oleh rezim Saleh, menuntut AQAP untuk menarik diri.
Dilaporkan bahwa komandan Mujahidin memperingatkan para pemimpin suku setempat bahwa mereka dapat memprovokasi pertumpahan darah.
Sampai saat ini Mujahidin AQAP masih mengendalikan kota Zinjibar, ibukota Abyan, juga Jaar, Lodar dan wilayah lainnya di Yaman selatan.
Unit Mujahidin juga aktif di provinsi selatan yang bersebelahan dengan provinsi Abyan.
Sementara itu, komandan Brigade Mekanik 25 dari rezim Saleh mengumumkan bahwa 9 Mujahid telah gugur dan banyak yang mengalami luka akibat serangan udara dan artileri di kota Zinjibar.
Laporan ini juga mengklaim bahwa seorang komandan Mujahidin, Emir Abu Sanbul ikut gugur dalam serangan.  Namun militer rezim Saleh menolak memberikan rincian kerugian di pihak mereka.
Menurut kantor berita Xinhua, yang mengacu pada sumber-sumber militer, Mujahidin Al Qaeda merilis selebaran kepada suku setempat yang menyatakan diri setia kepada rezim Saleh, untuk tidak melakukan tindakan apapun yang dapat menyebabkan “perang yang menghancurkan”.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .