Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 17 Juli 2011

Berpakaian Putih, SBY Hadiri Harlah NU

Ray Jordan - Okezone

Minggu, 17 Juli 2011 13:24 wib

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Gelora Bung Karno sekira pukul 13.00 WIB, dalam rangka menghadiri puncak perayaan Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama (NU).

Kedatangan Presiden SBY disambut oleh Ketua PBNU, Said Aqil dan langsung menuju ke ruang VVIP Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/7/2011). Sesampai di depan ruang VVIP, SBY bersalaman dengan KH Sahal Mahfud, Rais 'Am PBNU atau Ketua Dewan Pembina NU.

SBY yang mengenakan baju Koko putih dan memakai peci hitam, tampak ditemani oleh Ibu Ani Yudhoyono dengan pengawalan ketat oleh Paspampres. Selain SBY, hadir juga Ketua MK Mahfud MD, Menteri Agama Suryadharma Ali, mantan Wapres Jusuf Kalla, dan lainnya.

Sekadar diketahui, ribuan Nahdiyin memadati areal Stadion Gelora Bung Karno dalam rangka menghadiri puncak peringatan Harlah ke-85 NU di Stadion Gelora Bung Karno.

Sebanyak 30 ribu anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se-Indonesia siap mengamankan jalannya Harlah NU. Sebelum memasuki Stadion GBK, Banser menggelar apel jelang pembukaan harlah di Lapangan Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno. Apel dipimpin langsung Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid.
(ram)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .