Pages - Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom

Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Kajian Keislaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Keislaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2014

Kunci Sukses Tadabbur al Qur’an 2, Target Bacaan al-Qur’an


Mayoritas orang apabila ditanya, “mengapa membaca al-Qur`an?” Mereka akan menjawab, “karena membacanya adalah amalan utama, karena satu huruf dapat sepuluh kebaikan dan kebaikan dibalas dengan sepuluh yang sepertinya”.  Sebagian membatasi pada tujuan dan maksud pahala saja. Adapun selainnya dilupakan.

Orang yang sibuk menghafal al-Qur`an mendapati membaca al-Qur`an untuk mengokohkan hafalannya. Targetnya adalah menetapkan huruf dan bentuk kalimat, sehingga ketika melewati makna kandungan yang agung dan punya pengaruh, dia tidak sadar dan tidak merasakannya; karena semangat dan fikirannya terpusat pada huruf-huruf dan lolos dari kandungannya. Oleh karena itu banyak yang hafal al-Qur`an tidak mengamalkannya dan tidak berakhlak dengannya. Mengkonsentrasikan pikiran antara beberapa niat dan maksud yang berbeda dalam satu waktu adalah usaha yang membutuhkan kesadaran, tekad dan konsentrasi.

Rabu, 16 Juli 2014

”Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah? Jawaban atas Buku Dr. Quraish Shihab (Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?)”

Penulisnya adalah Tim Penulis Buku Pustaka SIDOGIRI, Pondok Pesantren Sidogiri, yang dipimpin seorang anak muda bernama Ahmad Qusyairi Ismail.
Membaca buku ini halaman demi halaman, muncul rasa syukur yang sangat mendalam. Bahwa, dari sebuah pesantren yang berlokasi di pelosok Jawa Timur, terlahir sebuah buku ilmiah yang bermutu tinggi, yang kualitas ilmiahnya mampu menandingi buku karya Prof. Dr. Quraish Shihab yang dikritik oleh buku ini. Buku dari Pesantren Sidogiri ini terbilang cukup cepat terbitnya. Cetakan pertamanya keluar pada September 2007. Padahal, cetakan pertama buku Quraish Shihab terbit pada Maret 2007. Mengingat banyaknya rujukan primer yang dikutip dalam buku ini, kita patut mengacungi jempol untuk para penulis dari Pesantren tersebut.

Sabtu, 24 Mei 2014

Keutamaan Mendapati Takbiratul Ihram Imam Selama 40 Hari

Keutamaan Mendapati Takbiratul Ihram Imam Selama 40 Hari

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah, shallallahu 'alihi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya.
Terlepas dari perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya shalat berjama'ah, yang jelas shalat berjama'ah memiliki banyak keutamaan di bandingkan dengan shalat sendirian. Bukan hanya keutamaan yang terpaut antara 25 atau 27 derajat, orang yang melakukan shalat berjama'ah akan mendapatkan ampunan dosa dari setiap langkahnya menuju masjid. Bahkan siapa yang menjaga shalat berjama'ah hingga tidak pernah tertinggal dari takbiratul ihram imam selama 40 hari, maka ia akan mendapat penjagaan Allah dari melakukan kenifakan sehingga di akhirat akan terbebas dari api neraka.

Senin, 15 Oktober 2012

Salat Wanita Tidak Diterima Jika Membuat Marah Suami, Sahihkah Haditsnya?

Diasuh oleh:
Ust. Muhammad Muafa, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren IRTAQI, Malang-Jawa Timur

Pertanyaan Kirim Ke: redaksi@suara-islam.com

PERTANYAAN:

Kualitas hadis ini bagaimana ustadz;

Dari ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; Dua orang yang tidak diterima shalatnya; Seorang hamba yang melarikan diri dari majikannya hingga ia kembali, dan seorang istri yang tidak menaati suaminya hingga ia kembali taat (H.R. At-Thobarony)

Kamis, 28 Juni 2012

Pejuang Muslim yang Dicaci dan Dibunuh, Hakikatnya adalah Kemenangan

JAKARTA (VoA-Islam) – Tak dipungkiri, meraih kemenangan adalah inti dalam perjuangan Islam itu sendiri. Namun, ketika bicara hakikat kemenangan  kaum muslimin, sesungguhnya bukan semata kemenangan secara fisik, tapi juga meliputi aspek yang sangat luas. Begitu juga dengan kekalahan, tidak semata diukur dengan kekalahan secara fisik dan materi.
Menurut Ketua Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Jakarta, Ustadz Nanang Ainurrofiq, Lc, kemenangan itu memiliki makna yang bertingkat-tingkat, yakni: menang ketika melawan hawa nafsu dan menang melawan orang yang melemahkan kita.
“Meskipun, seorang itu dicaci maki, jadi buronan, dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh atau mati di tiang gantungan sekalipun, ketika ia berada di atas kebenaran, maka itulah hakekat kemenangan. Apalagi jika seseorang mendapat bonus kemenangan secara fisik dan materi, kemenangan itu menjadi sempurna,” kata Ust Nanang kepada Voa-Islam.
Begitu juga ketika memaknai definisi kalah. Meski seseorang mendapat kekuasaan, kedudukan, jabatan, dan fasilitas, namun jika ia berkompromi pada kebatilan itu, hakekatnya orang itu kalah.
“Allah akan menolong orang yang pantas ditolong. Dan Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir yang menguasai orang beriman. Realitanya,umat Islam dikuasai oleh kaum kafir, karena umat Islam yang memberi jalan,” tandas Ketua JAT Jakarta ini.
Dalam perjuangan, revolusi yang menimbulkan resistensi adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Itulah sebabnya, dakwah dan jihad itu harus terus dihidupkan. Bagaimanapun jihad itu suatu kepastian. Ketika tahapan dakwah sudah dilakukan dengan menjelaskan Islam apa adanya, resistensi itu tetap saja datang, baik yang dilakukan dengan cara halus maupun kasar. Mengutip Abdullah Azzam, jihad itu berfungsi untuk menyelamatkan akidah kaum muslimin. “Nah, ketika dakwah diganggu, maka jihad adalah amal yang utama.” Desastian

Senin, 11 Juni 2012

Menghancurkan Umat Muslim Dengan Tuduhan Tidak Toleran

Setiap hari Muslim otak dan pikirannya dihancurkan dengan  tuduhan sebagai golongan yang tidak toleran. Otak dan pikiran Muslim dicuci. Muslim di Indonesia selalu dituduh eksklusif, ekstrimis, militan, fundamentalis, dan anti pluralisme.
Sebuah agama baru yang sekarang dibangun di Indonesia oleh berbagi kalangan, yang tujuannya ingin  melumpuhkan Muslim, dan tidak lagi memiliki “sajaah” dan “ghirah”. Sekarang, banyak kalangan Muslim, yang kemudian memiliki rasa takut, dan  tidak berani menyatakan identitasnya sebagai Muslim.
Padahal,  membandingkan Muslim  dengan umat lainnya, yang minoritas, memiliki memiliki hak-hak sama, seperti Muslim. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan, mereka kalangan minoritas di Indonesia, berperan dan memiliki peranan yang lebih penting dan besar dibandingkan dengan Muslim. Tetapi, mereka kaum minoritas di Indonesia, masih menuduh  Muslim tidak toleran.
Belakangan mereka bukan hanya menuduh Muslim tidak toleran, tetapi mereka sudah  berani melaporkan Indonesia, yang dituduh melakukan  pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia kepada Komisi HAM PBB.
Di Indonesia berdasarkan undang-undang, ada 6  agama yang diakui pemerintah, yaitu Islam, Kristen,Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Mereka tidak ada yang dibatasi dalam menjalankan kehidupan keagamaan yang mereka yakini.
Pemerintah Indonesia menentapkan hari libur nasional, saat berlangsungnya perayaan agama-agama yang ada di Indonesia.  Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, diberikan hari libur nasional. Tidak ada  yang dibatasi.
Bandingkan dengan negara Barat yang selama ini mengklaim menjunjung tinggi HAM, bagaimana perlakuan mereka terhadap minoritas Muslim?
Di Perancis negeri yang jumlah Muslimnya hampir mencapai 10 persen dari jumlah penduduknya yang berjumlah 80 jutajiwa. Apakah ada hari libur nasionaldi Perancis saat Idul Fitri?
Di Perancis rasialisme dan diskriminasi, berlangsung sangat keras. Perempuan tidak boleh menggunakan jilbab dan niqab (cadar). Muslim di Perancis tidak boleh membangun menara masjid. Aktifitas mereka dibatasi dengan sangat ketat. Pendidikan,ekonomi,sosial, dankebudayaan. Masyarakat Muslim dipandang sebagai ancaman, dan mereka terus mendapatkan diskriminasi.
Di Belanda, Muslim dikeja-kejar oleh Geerd Wilders seperti binatang, dan menyerukan pengusiran bagi warga Muslim, yang ada di negeri itu. Partai  Kebebasan yang merupakan sayap kanan, dipimpin Geerds Wilder, menyerukan pengusiran Muslim dari daratan Eropa, tanpa henti. Sehingga, sekarang agenda anti imigran, dan anti Muslim, menjadi agenda utama sayap kanan di Eroppa.
Bayangkan Breivik, yang melakukan pembantaian massal di Swedia, dan sebagian yang menjadi korban pemuda-pemuda Muslim, yang ikut  berkemah bersama dengan pemuda-pemuda lainnya. Breivik yang sangat ultra nasional, memandang imigran dan Muslim menjadi ancaman.
Bandingkan dengan Barat dan Eropa yang sudah menjajah ratusan tahun dunia Islam, dan merampok kekayaan negeri-negeri Muslim, dan terus membunuhi penduduk Muslim, sampai hari  ini tidak ada yang menuduh mereka sebagai tidak toleran.
Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, membunuhi rakyatnya, merampok kekayaan alamnya, menanamkan kekafiran, dan berlangsung sampai sekarang. Tetapi, adakah yang mengatakan Belanda tidak toleran.
Perancis dan Itali menjajah negara-negara Afrika Utara, betapa dengan sangat biadabnya, membunuhi rakyat dikawasan itu, merampas kekayaan alamnya sampai hari ini. Mereka  bukan hanya memperbudak penduduk, merampas kekayaan alam, tetapi memaksa penduduknya  menerima kekafiran  dan kemusyrikan. Rakyat dipaksa memeluk agama Katolik.  Di mana toleransi mereka itu?
Bagaimana pemimpin agama Katolik di benua Eropa, membersihkan umat Islam dari daratan Eropa? Umat Islam ditangkap hidup-hidup oleh para penguasa Katolik dan Kristen, kemudian mereka dihukum mati, dibakar,  dan dipotong dengan golloutine, yang sangat menyeramkan. Masjid-masjid dihancurkan. Sebagian djadikan gereja dan tempat maksiat.
Kisah yang  paling menyeramkan, bagaimana ketika Romawi, berhasil menguasai Yerusalem, di mana berlangsung pembantaian besar-besaran terhadap penduduknya. Sampai digambarkan darah menggenang diatas matakaki. Karena begitu banyak  pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Romawi. Sangat berbeda dengan Umar bin Khattab, ketika  memasuki Yeruselam, berlangsung dengan damai, tidak ada kekejaman di kota itu.
Apakah di Amerika Serikat, kaum Muslimin diberikan hak sama, seperti mayoritas Krsiten di negeri itu? Tidak ada hari libur nasional bagi wargaMuslim, saat mereka akan merayakan hari libur. Tidak ada hari libu saat umat Islam, merayakan Idul Fitri. Muslim di Amerika harus mengambil cuti saat mereka harus libur.
Di Amerika Serikat, yang “menuhankan” kebebasan, tetapi tidak memberikan kebebasan  kepada Muslim. Muslim  di Amerika sebagai  minoritas tetap saja dibatasi hak-hak mereka. Apalagi, sesudah perisitwa  11 September. Kehidupan Muslim di Amerika dibawah pengawasan pemerintah secara ketat. Bahkan, telpon yang mereka gunakan selalu disadap. Masjid-masjid di awasi dengan sangat ketat  aktifitasnya mereka.
Di Bali, saat golongan  Hindu, merayakan hari raya Nyepi, tanpa kecuali, umat Islam, dilarang melakukan aktifitas apapun, dan melarang rumah-rumah Muslim,menyalakan lampu, dan melakukan aktifitas apapun.
Di Bali, warga Muslim, tidak boleh menggunakan pengeras suara, sebagai panggilan shalat. Begitulah golongan Hindu Bali, membatasi umat Islam  di Bali. Adakah yang mengatakan golongan Hindu tidak toleran?
Adakah golongan Hindu di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, yang harus dipaksa mengikuti upacara hari-hari besar Muslim? Mereka bebas sebebasnya melakukan apa saja yang mereka ingin.Tidak ada yang dibatasi.
Di Cina Muslim Uighur, ditembaki saat mereka melangsungkan shalat,  dan sekolah al-Qur’an dihancurkan oleh pasukan pemerintah. Mereka melarang aktitifitas warga Muslim, yang melaksakanan  perintah agamanya.
Di Indonesia, orang-orang China bebas-sebebasnya melakukan kegiatan apa saja. Mereka menguasai seluruh sektor ekonomi,tidak  ada yang mempersoalkannya. Hari raya Konghucu, mereka menyelenggarakan upara keagamaan dengan Barongsai. Tak ada yang melarang. Apakah masih kurang toleran Muslim di Indonesia?
Memang, sejak zamannya Menteri Agama Mukthi Ali,  sejumlah dosen IAIN, dikirim ke Barat, ke Chicago, Canada, Australia, dan Inggris, serta Belanda, dan kini mereka menjadi agen kaum kafir dan musyrik, dan melakukan tuduhan terhadap Muslim sebagai golongan yang tidak toleran dan ekslusif. Mereka inilah yang getol bersama dengan kafir-musyrik, mengkampanyekan Muslim itu, sebagai tidak toleran.
Maka, tak heran sesudah puluhan tahun, usaha-usaha melumpuhkan aqidah dan keyakinan Muslim, sekarang muncul generasi “be bek”, yang hanya menjadi pengikut, dan tidak berani lagi menegakkan Islam, sebagai sistem kehidupan.
Sebuah peristiwa yang sangat dramatis dalam  sejarah, di mana di awal kemerdekaan, saat menyusun UUD (undang-undang dasar), sebagai konstitusi, golongan Islam ingin memasukkan “tujuh kata” (kewajiban  menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya), tetapi kata-kata itu ditolak oleh golongan  Kristen, yang diwakili AA.Maramis, dan bahkan mengancam akan memisahkan diri dari Republik. Itulah tabiat orang kafir-musyrik. Padahal, kewajiban menjalankan syariah Islam itu, tidak diperuntukkan bagi mereka.
Mengapa Muslim takut dengan tuduhan tidak toleran oleh kafir-musyrik, dan tidak berani  menegakkan agama Allah, yang merupakan satu-satunya kebenaran yang mulia? Wallahu’alam.
Promosikan produk anda

Senin, 04 Juni 2012

Kajian IndonesiaTanpa JIL di Solo Disambut Antusias Lebih Dari 100 Peserta

Lebih dari 100 orang memenuhi masjid Al Huda Gading Solo saat digelar kajian perdana gerakan #IndonesiaTanpaJIL wilayah Solo, Ahad, 3/06/2012.

Kegiatan kajian dan diskusi bertajuk Akar Kemunculan Pemikiran Liberal di Dunia Barat dan Implikasinya di Dunia Islam itu menghadirkan 2 pembicara utama yaitu ustadz Arif Wibowo (Pusat Studi Peradaban Islam Surakarta) dan ustadz Abdul Rachim Ba'asyir (PP. Al Mukmin Ngruki) serta satu pembicara tambahan, ustadz Sufyan Basweidan (pengampu situs basweidan.com dan mantan salah satu pengampu konsultasi syariah Muslimdaily).

Sufyan yang diminta menjadi pembicara pertama menyampaikan dasar-dasar hikmah kehidupan dan penciptaan manusia, tujuan penciptaan manusia di bumi, serta sedikit pembahasan mengenai bahaya liberalisme yang dianggapnya sebagai bentuk pemberontakan terhadap Allah SWT.

Sayangnya, lulusan pascasarjana Universitas Madinah jurusan Ulumul Hadits itu tidak bisa melanjutkan kegiatan dan harus pamit di tengah-tengah acara setelah menyampaikan beberapa materi.

Sementara, pembicara kedua Abdul Rachim Ba'asyir menyampaikan pengertian liberalisme dan bahaya liberalisme agama.
"Liberalisme itu sebuah ideologi, pandangan filsafat yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah segala-galanya. Atau secara umum liberalisme adalah suatu gerakan yang mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas dan menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama," urainya.
Atas definisi itu, menurut ustadz Iim (panggilan akrabnya) tidak mungkin manusia bisa hidup bebas. Ia berargumen bahwa setiap manusia pasti terikat dengan ikatan-ikatan tertentu entah itu ikatan ilahi, ikatan nafsu, ikatan kehendak, atau ikatan-ikatan lainnya.
Dalam kesimpulannya, ia mengatakan bahwa liberalisme itu sangat berpotensi merusak tatanan kehidupan dunia, sehingga ia menghimbau agar umat manusia kembali kepada aturan-aturan ilahi karena Allah-lah yang menciptakan manusia dan seisinya.
Pembicara terakhir, ustadz Arif Wibowo dari Pusat Studi Peradaban Islam Surakarta menyampaikan tentang sejarah masuknya Islam dan dakwah Islam di Indonesia yang sangat bertentangan dengan konsep-konsep ide liberalisme yang diusung para aktivis liberal.
Arif juga menyampaikan beberapa bukti sejarah tentang metode penjajahan Belanda di Indonesia yang memiliki banyak kemiripan dengan metode para aktivis liberal yang menyebarkan pemikirannya di Indonesia.
"Mereka (aktivis JIL dan liberal) itu lebih pas disebut sebagai pewaris penjajah di Indonesia daripada seorang cendekiawan Islam. Pemikiran mereka itu hanya sekedar copy-paste dari pemikiran kaum liberal Kristen barat (Eropa) bahkan sama sekali tidak ada proses editing sama sekali," kata koordinator PSPI Surakarta itu.
Kegiatan kajian perdana #IndonesiaTanpaJIL wilayah Solo itu cukup mendapat apresiasi dari peserta kajian.
"Antusiasme peserta kajian sangat bagus. Beberapa peserta meminta agar diadakan kegiatan serupa di Solo. Menurut mereka, kegiatan kajian yang seperti ini (Kajian ilmiah #IndonesiaTanpaJIL_red) sangat jarang diadakan di Solo. Bahkan ada peserta yang mengatakan baru pertama kali menghadiri sebuah kajian ilmiah yang sangat menarik seperti ini di kota Solo," kata Amin Mualim, koordinator gerakan #IndonesiaTanpaJIL wilayah Solo.
Respon yang sama diungkapkan oleh dua pembicara utama yang merasa senang dengan antusiasme para peserta dalam kajian. Keduanya setuju jika kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin. [muslimdaily]
*Keterangan gambar: salah satu sudut tempat kajian (sejumlah peserta)

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .