Pages - Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom

Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Suara Pakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Pakar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Inilah Daftar Lembaga Survey Bermasalah

Purnomo | Selasa, 04 Maret 2014 21:34 WIB

 ist

.
JAKARTA, WB - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengatakan lembaga survei memang bisa salah, tetapi mereka tidak boleh berbohong dalam hal hasil penelitiannya dan itu harus bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, lembaga survei tetap penting untuk demokrasi tetapi tidak semua kredibel.

Jumat, 09 November 2012

MIUMI apresiasi sikap KH. Ma'ruf Amin terhadap fatwa sesat Syiah


JAKARTA (Arrahmah.com) - Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bahtiar Nasir mengapresiasi sikap KH.Ma'ruf Amin yang secara pribadi istiqomah menetapkan kesesatan ajaran Syiah. Menurutnya, Kiyai Ma'ruf meskipun baru pada posisi dibelakang MUI Jatim sudah sangat terang menjelaskan perbedaan mendasar antara aqidah Aswaja dengan ajaran Syi'ah. Begitu juga soal mekanisme formal penetapan Fatwa, beliau menganggap bahwa putusan fatwa yang dikeluarkan MUI Jatim sesuai syariah Islam dan mekanisme yang diputuskan Rakernas MUI seluruh Indonesia.

Senin, 05 November 2012

MIUMI: Suriah, Fase Perang Akhir Zaman Menuju Pembebasan Palestina

JAKARTA (VoA-Islam) – Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir dalam Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana untuk Muslim Suriah di Masjid Al Azhar, Ahad (4/11) menegaskan, kita butuh orang-orang yang siap memberi jiwa dan raganya untuk Islam.

Farid Okbah: Ulama Tidak Menyerukan Jihad,Tidak Sempurna Keimanannya

Jakarta (VoA-Islam) – Ustadz Farid Ahmad Okbah menegaskan, saat ini mujahidin di Suriah sedang berhadapan melawan Rezim Syiah. Seperti diketahui, rezim Basyar Asad dibantu oleh Iran, Rusia dan Cina.  Bahkan Rezim tersebut mendapat bantuan dari Hizbullah – Lebanon, yang menganut paham Syiah Itsna Asy’ariyah, termasuk bantuan kaum Syiah di Irak.

Kamis, 11 Oktober 2012

Ustadz Al Khaththath : Ansyaad Mbai benci terhadap Islam

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mempunyai kebencian terhadap Islam. Ia bahkan menganggap Syariat Islam berbahaya bagi negara Indonesia.

Senin, 01 Oktober 2012

Waspada!!! Komunis Menyusup ke Kampus-Kampus Islam

BEKASI (voa-islam.com) - Pakar anti-komunis, ustadz Alfian Tanjung selaku pembicara dalam Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) di halam Radio Dakta, Jl. K.H.Agus Salim No.77 Bekasi, mempertanyakan hilangnya peringatan G 30 S/PKI yang dahulu setiap tahun diperingati untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya laten komunis.

Selasa, 08 Mei 2012

Ahmad Dhani perlu belajar al-Qur’an agar faham tentang setan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ahmad Dhani, pentolan Band Dewa 19 didalam twitternya menolak pelarangan Irshad manji untuk berbicara di Indonesia, berdalih bahwa Allah saja membiarkan Iblis beraksi di muka bumi, sehingga kita tidak perlu mempersoalkan orang-orang yang sesat. Angota Komisi pengkajian dan penelitian MUI, angkat bicara mengenai ketidak fahaman dhani tentang sifat-sifat setan yang ada di dalam al Qur’an.
“Iya syetan dibiarkan tuhan untuk hidup supaya apa? Supaya manusia ini dapat melihat mana yang baik, dan mana yang buruk, keberadaan syetan itu memang penting buat manusia, tapi Allah bukan saja membiarkan syetan itu hidup, tapi Allah memerintahkan kepada kita, hamba-Nya untuk menjadikan syetan itu musuh”ungkap ustadz fahmi salim kepada arrahmah.com, Jakarta, senin (7/5).
Sikap memusuhi setan, menurut Ustadz fahmi, diperintahkan sendiri oleh Allah swt di dalam kitabnya yang mulia al Qur’an.
“Kan jelas ayatnya inna syaithona lakum 'aduwwun fa 'ttakhidzuhu 'aduwwan. syetan itu musuh buat kalian, oleh karena itu, jadikanlah mereka sebagai musuh(QS.Faathir:6-red)” tukasnya.
Menjadikan syetan musuh,lanjutnya, mempunyai akibat dari permusuhan tersebut yang harus dijalani seorang Muslim.
“Konsekuensi Muslim menjadikan syetan musuh, jangan didekati, wala tattabi'u khutuwatisysyaithon, Dan janganlah kalian mengikuti langkahnya, jangan dekat-dekat, jangan memberi ruang kepada syetan atau pengikutnya, kalau diberi ruang potensi kerusakannya kan besar.” Terang salah satu INSIST ini.
Terhadap Irshad manji pun, menurut lulusan Al Azhar  Kairo ini, tidak perlu diberi ruang untuk berbicara, jika ingin memahami kerusakn perempuan lesbi tersebut, cukup melihat karya-karyanya.
“Lagi pula untuk mengetahui kerusakan pemikiran Irshad manji tidak perlu diajak diskusi, cukup saja baca bukunya. Jika ingin mengetahui kerusakan pemikirannya, tidak perlu orangnya datang. Kalau menghadirkan orangnya malah masalah.” Imbuhnya.
Sebab, sebagaimana konsekuensi memusuhi syetan, orang-orang yang mempropagandakan kemunkaran layaknya Irshad Manji ini, disikapi seperti memusuhi syetan pula.
“Setiap yang mempromosikan kesesatan - kesesatan itukan syetan yang menjerumuskan manusia dari jalan yang benar, syetan  itu musuh semua nabi. Yang menjerumuskan kaum nabi Luth melakukan praktek  menjadi homoseksual, kan syetan siapa lagi?” lontarnya.
Pelajaran dalam al Qur’an
Maka dari itu, ia mengajak kepada kaum Muslimin agar menjadikan al Qur’an sebagai pelajaran yang harus diambil dalam menilai kehidupan.
“Kita belajarlah dari sejarah yang diungkapkan dari al Qur’an tentang kisah-kisah kaum nabi terdahulu, itu kan banyak dikisahkan di surat al Araf, Luth, al Anbiya. Kaum-kaum yang membangkang itu kan prototype yang mengikuti metode atau jalan fikiran syetan,”beber Dia.
Dimana menurutnya, al Qur’an juga menerangkan bentuk-bentuk kemunkaran dalam berbagai bidang, diantaranya bidang ekonomi seperti kaum nabi Syuaib, dibidang akhlak seperti kaum nabi Luth, dibidang aqidah seperti Namrudz atau kaum Nabi Ibrohim, serta dibidang politik dan sosial seperti Fir’aun.
 “Kemunkaran-kemunkaran itu yang diceritakan al-Qur’an sama dengan liberalisme, kalau dahulu kita menghadapi liberalisme klasik, sekarang kita menghadapi hal yang mirip atau liberalisme modern.” Tegasnya.
Hanyasaja, lanjut Ustadz fahmi kemunkaran kaum terdahulu  langsung dihancurkan dengan Azab Allah,  berbeda dengan umat masa sekarang.
“ Setelah masa-masa nabi terdahulu Allah tidak mengazab suatu kaum  karena dosa tertentu, kenapa? Karena agar mereka dapat beriman kepada ajaran rasulullah hingga hari kiamat. Jadi tidak ada yang dihancurkan seperti umat terdahulu.”ujarnya.
Nah seperti pertanyaan Kaum Liberal, kenapa orang-orang homoseksual zaman sekarang  tidak diazab seperti kaum nabi luth.Jawab ustadz fahmi,” Nabi Muhammad itu pembawa rahmatan lil alamin sehingga setelah Rasulullah diutus  Allah tidak mengazab sedemikian rupa seperti kaum-kaum terdahulu.  Para mufasir menerangkan ayat wama arsalnaka ila rahmatan lil alamin, bahwa ayat ini menjadi penjelas bahwa ini adalah bukti Allah tidak akan mengazab umat Nabi Muhammad yang tidak mau beriman seperti umat-umat terdahulu,”
“Jadi sebenarnya kemunkaran itu sudah ada sejak dahulu, sekarang ini hanya copy paste, al-Qur’an sudah tuntas menjelaskannya, kita flashback kebelakang ini”tambahnya.
Terkait dengan tindakan masarakat melakukan pelarangan terhadap diskusi Irshad Manji, Ustadz fahmi berpendapat bahwa hal tersebut sudah tepat secara tradisi dan syar’i.
“Jadi apa yang dilakukan masyarakat atau warga itu benar dan diserahkan ke jalur hukum karena meresahkan mereka. Idealnya aparat negara yang inisiatif membatalkan, dalam konsep Hisbah(pelaksanaan Amar ma’ruf nahi munkar). Tapi karena belum ideal dan pasif, maka warga masyarakat bisa proaktif membenahi kemunkaran-kemunkaran yang terjadi. Itulah kearifan lokal yang baik dan benar sesuai syari’ah Islam selama tidak anarkis”pungkasnya karena jika anarkis akan dituntut balik dan umat yang akan menderita kerugian. ( bilal/arrahmah.com)

Munarman : Deradikalisasi upaya sistemik memberangus Umat Islam

MAGELANG (Arrahmah.com) - Semakin tak karuannya pemberantasan tindak Pidana “Terorisme” yang ada di Indonesia semakin menunjukkan bahwa Pemerintah tidak bisa menangani suatu permasalahan dengna arif dan bijak. Apalagi melihat realita yang ada menunjukkan bahwa Pemerintah sendiri bingung untuk men-Definisikan arti dan makna kata “Terorisme” itu sendiri.
Kalau yang dimaksud terorisme dan pelaku teror yang biasa disebut sebagai “Teroris” itu orang yang suka membuat teror dengan senjata api (Senpi), lalu kenapa para pembuat Teror di Papua (OPM) dan Maluku (RMS) tak disebut sebagai Teroris?? Kalau yang disebut dan dimaksud Teroris itu orang yang suka buat rusuh dan onar, lalu kenapa para Preman yang suka buat rusuh dan onar tidak disebut Pemerintah dalam hal ini BNPT dan Densus 88 sebagai Teroris?? Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya yang membuat arti Terorisme itu menjadi “Sumir”.
Akhirnya dengan data dan fakta yang ada tersebut bisa disimpulkan bahwa kata “Terorisme” merupakan kata yang disematkan oleh Pemerintah untuk kalangan Islam yang dengan teguh memegang keinginannya untuk menjadikan Indonesia dan menerapkan Syari’at Islam di Indonesia agar negara yang di cintai ini mempunyai harkat dan martabat dihadapan penduduk Dunia (Bumi), meskipun hal ini disangkal oleh Pemerintah. Tapi fakta menunjukkan demikian.
Lebih jauh lagi, Umat Islam yang berpenampilan Islami seperti berjenggot, memakai celana cingkrang, istrinya bercadar dan simbol-simbol islam lainnya menjadi korban atas perang terhadap Terorisme yang didengungkan oleh Pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah juga mengacu pada slogan Gregory W. Bush mantan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk memerangi seluruh Teroris (baca; Islam) yang ada di Dunia.
Ahad, 6 Mei 2012 bertempat di Komplek Ruhul Islam Mertoyudan Magelang Jawa Tengah, Masyarakat Peduli Syariat Islam (MPSI) Grabag Magelang dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Magelang mengadakan Tabligh Akbar dan Bedah Buku “Konspirasi Gerakan DERADIKALISASI” sebagai upaya untuk membuka mata rakyat Indonesia tentang hakikat Perang terhadap Terorisme adalah Perang terhadap Islam.
Tabligh Akbar dan Bedah Buku “Konspirasi Gerakan DERADIKALISASI” sendiri merupakan refleksi atas buku putih yang diterbitkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta untuk meluruskan pemahaman masyarakat tentang arti Terorisme dan apa sebetulnya yang di Inginkan Pemerintah dari “Proyek” Terorisme itu sendiri.
Hadir sebagai pemateri yaitu Munarman,SH (TPM Jakarta) Ustadz Aris Munandar (MUI Surakarta) dan Ust Fuad Al-Hazimi (MPSI Magelang). Dalam pemaparannya, Bang Munarman -sapaan akrab beliau- menjelaskan bahwa Program Deradikalisasi yang dijalankan secara resmi oleh Pemerintah merupakan upaya sistematis untuk memberangus aktifis Islam yang berfaham keras, tentunya keras versi Pemerintah. Bukti lain dari hal itu adalah sampai sekarang ini sudah ada ± 40 Teroris yang ditembak mati ditempat dan semuanya beragama Islam.
“Resiko dari memperjuangkan syariat Islam adalah di penjara atau di lenyapkan, sampai sekarang ada + 40 orang aktifis yang telah di bunuh tanpa bukti, mereka hanya di tuduh terlibat jaringan teroris tetapi langsung ditembak. Hal ini bukan tanpa sebab, tetapi dilakukan dengan cara sistematis sebagai inplementasi dari deradikalisasi untuk meneror aktifis islam yang berfaham keras. Dan bahayanya, Deradikalisai dijalankan oleh badan resmi pemerintah”, Ungkapnya.
Maka dengan realita seperti itu, dia berpesan kepada peserta dan jama’ah yang hadir untuk merapatkan barisan antar umat islam dan ormas islam guna menangkal program Deradikalisasi yang muali dilakukan oleh Pemerintah secara terbuka tanpa tedeng aling-aling kepada Umat Islam.
“Masalah umat Islam tidaklah berkurang tapi bertambah, satu masalah selesai, timbul masalah baru. Jadi, Perlu diadakan program bersama antar ormas Islam untuk menangkal gerakan deradikalisasi. Jangan malah semakin berpecah belah dalam menjunjung Syari’at Islam sebagai target perjuangan umat Islam”, Pesannya.
Acara sendiri selesai pada waktu adzan dhuhur dan dihadiri ± 500 jama’ah putra putri dari Magelang dan berbagai kota disekitarnya yang meliputi Eks Karisidenan Kedu. Setelah selesai bedah buku, kemudian dilanjutkan dengan sarasehan dan silaturahim dengan beberapa ormas, tokoh masyarakat dan ulama sekitar Magelang, Temanggung, Muntilan untuk membahas langkah kedepan dari kegiatan aktifis yang ada di Eks Karisidenan Kedu.(bilal/FAI/arrahmah.com)

Rabu, 21 Desember 2011

Kol. (Purn) Herman Ibrahim: Pendiri Bangsa ini adalah Orang Yahudi

CIANJUR (voa-islam.com) – Kol. (Purn) TNI Y. Herman Ibrahim selaku salah satu pemateri dalam acara “Sarasehan & Silaturahmi Aktivis Muslim serta Organisasi & Gerakan Islam se-Indonesia” yang diadakan GARIS (Gerakan Reformis Islam) pada Sabtu – Ahad 17-18 Desember 2011 kemarin di Cianjur Jawa Barat, membeberkan fakta baru yang cukup mencengangkan.
“Determinasi Zionisme di Indonesia bukan hanya sekarang saja, tapi sudah terjadi sejak lama. Di dalam buku Heri Nurdi dengan judul ‘Melacak Jejak Freemasonri’ (Organisasi rahasianya Zionisme Yahudi) disebutkan bahwa founding father / Pendiri Bangsa ini adalah orang-orang Fremason / Yahudi. Sebut saja Wahidin Sudiro Husodo, Ki Hajar Dewantara Taman Siswa dan para deklarator proklamasi pendiri bangsa ini lainnya seperti Supomo, Muhammad Yamin, Sukemi (orang tuanya Suharto), mereka semua itu Freemason / Yahudi. Ini data faktanya ada dan bukan rekayasa. Dan di negara ini, secara Eksplisit didirikan oleh orang-orang Yahudi,” ujarnya.
Lebih lanjut purnawirawan TNI itu mengatakan “Tapi kita jangan langsung menyerang institusinya / negara ini, dan saya juga tidak ingin membubarkan Indonesia, meskipun yang menguasai adalah orang-orang Yahudi. Tapi yang harus kita serang dan musuhi adalah orang-orangnya saja. Jadi, siapa yang sebetulnya lebih berhak untuk bekuasa mengatur Negara ini? Orang Islam.
Tapi dari dulu sampai sekarang kita malah diatur oleh segelintir orang (Yahudi) yang telah mengibuli para ulama waktu itu. Yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia adalah orang-orang Islam melalui semangat jihadnya. Tidak ada satupun orang Kristen atau laskar Kristus yang membela & memperjuangkannya. Ada nggak orang Kristen yang ikut berjuang melawan Penjajah waktu itu? Nggak ada. Jadi kita ini sering dikibuli oleh orang-orang yang mengatakan bahwa pendiri bangsa ini adalah para ulama, ndak betul itu. Yang betul-betul berjuang adalah ummat islam dan para ulama, tapi yang mendirikan Negara ini adalah orang-orang Yahudi,” jelasnya dihadapan ratusan aktivis Islam yang hadir.
Sesi ke-4 dengan tema “Tinjauan Kritis UU Tindak Pidana Terorisme & UU Intelejent” juga diisi oleh Munarman, SH selaku pemateri pertama yang menyampaikan makalahnya sebelum Kol. (Purn) Y. Herman Ibrahim menyampaikan materinya.
Diakhir acara, seluruh Ummat Islam yang hadir dari berbagai Organisasi Islam dan pergerakan islam tersebut menghasilkan 6 butir pernyataan yang akan direkomendasikan dan diserahkan kepada pemerintahan SBY dan juga kedepannya akan dijadikan pijakan bagi umat Islam dalam melangkah untuk memperjuangkan tegaknya syari’at Islam. (Bekti Sejati/KRU FAI)

Jumat, 16 Desember 2011

Rector Islamic University of Europe Rotterdam Holland: Media Barat Banyak Bohongnya

Jakarta (SI ONLINE) – Kekuatan media massa di dunia saat ini dikuasai media Barat yang didominasi Yahudi dan Nasrani, sehingga berita apapun mengenai dunia Islam selalu jelek, mengandung fitnah, banyak kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Hal itu diakui Rector Islamic University of Europe Rotterdam Belanda, Prof Dr Sofjan Saury Siregar kepada Suara Islam Online yang menemuinya seusai menjadi pembicara pada Konferensi Media Islam Internasional (KMII)  ke 2 di Jakarta, Selasa (13/12) lalu.
“Memang selama ini peran media massa Islam di dunia sangatlah lemah
Jakarta (SI ONLINE) – Kekuatan media massa di dunia saat ini dikuasai media Barat yang didominasi Yahudi dan Nasrani, sehingga berita apapun mengenai dunia Islam selalu jelek, mengandung fitnah, banyak kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Hal itu diakui Rector Islamic University of Europe Rotterdam Belanda, Prof Dr Sofjan Saury Siregar kepada Suara Islam Online yang menemuinya seusai menjadi pembicara pada Konferensi Media Islam Internasional (KMII)  ke 2 di Jakarta, Selasa (13/12) lalu.
“Memang selama ini peran media massa Islam di dunia sangatlah lemah


Jakarta (SI ONLINE) – Kekuatan media massa di dunia saat ini dikuasai media Barat yang didominasi Yahudi dan Nasrani, sehingga berita apapun mengenai dunia Islam selalu jelek, mengandung fitnah, banyak kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Hal itu diakui Rector Islamic University of Europe Rotterdam Belanda, Prof Dr Sofjan Saury Siregar kepada Suara Islam Online yang menemuinya seusai menjadi pembicara pada Konferensi Media Islam Internasional (KMII)  ke 2 di Jakarta, Selasa (13/12) lalu.
“Memang selama ini peran media massa Islam di dunia sangatlah lemah dan tergantung dari media Barat padahal mereka banyak kebohongannya,” ungkap putra Indonesia yang menjadi Rektor Universitas terkemuka di Eropa tersebut.
Dia mencontohkan berita-berita mengenai Indonesia yang dimuat di Eropa, tidak pernah memberitakan mengenai keberhasilan pembangunan ekonomi ketika zaman Orba maupun reformasi. Adapun yang ada hanyalah berita-berita demonstrasi dan kerusuhan terutama yang dilakukan oleh massa umat Islam, sehingga terkesan Indonesia negaranya kacau dan umat Islam selalu radikal dan tidak toleran.

“Media Islam tidak ingin membuka konfrontasi melawan media Barat dan kita tidak pernah menyalahkan media Barat, sebab policy mereka tergantung dari pemilik modalnya,” ungkap ahli media massa tersebut. 


Untuk itu dia meminta media massa di dunia Islam baik cetak maupun elektronik agar mengedepankan akhlaq dan moral serta menjauhi fitnah. Media massa Islam  wajib selalu melakukan tabayyun bagi setiap berita yang ditayangkannya, sehingga akan membedakannya dengan media Barat yang sering melontarkan fitnah.
“Tidak semua berita yang benar itu harus diberitakan, tetapi kalau memberitakan harus yang benar,” tegas tokoh Islam yang telah menjadi WN Belanda tersebut. (*)

Rep: Abdul Halim

Selasa, 08 November 2011

Lho, Ternyata Kejagung Tidak Punya Wewenang Melarang Buku Islam

Selasa, 08/11/2011 10:09 WIB | Arsip | Cetak

Abdul Hakim/Foto Zakir Salmun Eramuslim Senin Siang, (7/11) Ikatan Penerbit Indonesia Cabang Jakarta menggelar diskusi seputar pelarangan 9 Buku Islam oleh Kejaksaan Agung RI. Acara dihadiri berbagai penerbit diantaranya Gema Insani Press, Pustaka Al Kautsar, Qisthi Press dan lain sebagainya.
Menurut Abdul Hakim selaku pengurus IKAPI Jakarta Bidang Hukum dan Advokasi, Kejaksaan Agung Republik Indonesia tidak memiliki wewenang untuk melakukan pelarangan. Ia mengutip putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 6-13-20/PUU-VIII/2010 Tanggal 13 Oktober 2010.
“Disitu sudah jelas bahwa MK memutuskan Kejaksaan Agung tidak lagi memiliki wewenang mengeluarkan Surat Keputusan Pelarangan Buku,” ujarnya.
Sebelumnya IKAPI Jakarta sempat melayangkan permohonan penjelasan kepada Jaksa Agung Republik Indonesia pada tanggal 21 September 2011. Tujuan IKAPI Jakarta yang diketuai Efi Afrizal Sinaro adalah meminta klarifikasi terkait pelarangan buku.
Surat Permohonan tersebut kemudian dibalas oleh Kejaksaan Agung pada tanggal 26 Oktober yang menjelaskan bahwa Kejagung tidak lagi memiliki wewenang untuk melarangan sebuah buku. Wilayah Kejagung hanya pada pengawasan.
Selain itu, dalam surat bernomor B-1056/D.2/Dsp.2/10/2011 dalam poin 3 juga dikatakan bahwa Kejaksaan Agung cq. Jaksa Agung Muda Intelijen tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan Pelarangan Buku
Pertanyaannya adalah mengapa Kejagung masih melakukan pelarangan buku di berbagai toko buku?
“Berdasarkan pengakuan dari Direktur II yang dalam hal ini saya ketemu dengan asisten Pak Hindiyana ini (Jaksa Utama Madya, red) yang menyampaikan bahwa dia memohon maaf," imbuhnya
Aktifitas itu (penyitaan buku, red.) adalah tindakan yang berlebih dari timnya. Karena sebenarnya policy kejaksaan tidak seperti itu.” sambungnya. (Pz)

Minggu, 16 Oktober 2011

Korupsi Memenjarakan Ekonomi Indonesia

alt
Dr. Hndri Saparini
Ekonom

Indonesia terpuruk karena korupsi. Kira-kira itulah opini publik yang saat ini terbentuk. Semula saya sangat meyakini bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar karena ada faktor lain yang sejatinya telah membuat ekonomi Indonesia terpuruk yakni paradigma ekonomi yang cenderung menerapkan ekonomi neoliberal. Pilihan paradigma tersebut telah mengakibatkan kegagalan Indonesia dalam mensejahterakan rakyat dan kegagalan Indonesia untuk mensejajarkan kemajuan ekonominya dengan negara-negara Asia lainnya.

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .