Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 11 Maret 2014

Inilah Daftar Lembaga Survey Bermasalah

Purnomo | Selasa, 04 Maret 2014 21:34 WIB

 ist

.
JAKARTA, WB - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengatakan lembaga survei memang bisa salah, tetapi mereka tidak boleh berbohong dalam hal hasil penelitiannya dan itu harus bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, lembaga survei tetap penting untuk demokrasi tetapi tidak semua kredibel.


"Banyak lembaga survei memakai metode sembarangan atau hasil penelitian mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Ade saat diskusi di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (04/03/2014)

Ade membeberkan pola-pola kesalahan yang dilakukan lembaga survey belakangan ini. Pertama, sengaja merekayasa hasil penelitian. Misalnya, tidak menggunakan metodologi random sampling tetapi temuan kemudian digeneralisasikan.

"Survei di tiga atau empat kota, hasilnya nasional. Ditambah juga hasil tatap muka langsung berbeda dengan lewat telepon. Kalau dengan telpon hasil juga tidak bisa dipakai mewakili masyarakat secara nasional," ujar Ade

Metode random sampling, kata Ade, betul-betul diambil secara acak tapi dengan metode yang ketat. Kalau tidak dipatuhi maka hasilnya tidak bisa digeneralisasi secara nasional.

Ade melanjutkan, pola kesalahan kedua, tidak melakukan wawancara atau penelitinya tidak pernah turun ke lapangan sehingga hasilnya bohong. Ketiga, kuesioner atau pertanyaan dibuat buruk.

"Kenapa ini terjadi? Salah satu karakter lembaga penelitian mengalami perubahan yaitu dari lembaga penelitian menjadi konsultan politik. Akibatnya, sangat mungkin terjadi bias-bias politik. Karena dia mewakili salah satu kandidat, ada kebutuhan untuk membuat si kandidat itu menang atau citranya baik," beber Ade

Berikut lembaga-lembaga bermasalah versi Ade Armando:

1. Indonesian Network Elections Suvey (INES)
Melansir hasil yang hasilnya sangat mengejutkan dan tidak masuk akal. Pertama, menyatakan ektabilitas capres tertinggi adalah Prabowo Subianto dengan angka yang luar biasa mencapai 40,8 persen.
Sedangkan, Jokowi, yang dikenal sebagai kandidat yang kuat, hanya 5,6 persen.

2. Fokus Survei Indonesia (FSI)
Pada Januari yang lalu, melansir hasil survei yang menyebut elektabilitas Prabowo Subianto meroket sampai 33 sedangkan Jokowi hanya  5,2 persen.

3. Survei Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma)
Menjadikan 112 wartawan sebagai responden dalam suatu survei elektaabilitas capres dan cawapres. Namun tidak dijelaskan, para wartawan itu siapa, dari media apa saja, dan mewakili siapa. Kemudian, cara menarik informasi juga tidak dijelaskan dengan gamblang.

4. Lingkaran Survei Indonesia (LSI)
Dalam sebuah survei tahun 2013 lalu, LSI menyatakan Aburizal Bakrie memiliki elektabilitas di peringkat pertama namun jika dipasangkan dengan Jokowi. Padahal, jika Jokowi disandingkan dengan tokoh lain seperti Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Hatta Rajasa tetap menjadi yang tertinggi. Menurut Ade, LSI menggunakan pertanyaan yang bersifat rekayasa.

5. Lembaga Survei Jakarta (LSJ)
Pertanyaan mengarahkan. Saat mengumumkan PKS sebagai partai yang paling tidak dipercaya oleh publik. Sebab, pertanyaan yang diajukan adalah setelah Luthfi Hasan Ishaq tertangkap sehingga masyarakat otomatis menilai buruk partai tersebut.

6. Indonesia Research Center (IRC)
Temuan mereka yang menyebut Wiranto-Hary Tanoesoedibjo naik ke empat besar, kemudian sampai pada dua dinilai tidak valid. Terlebih, temuan tersebut berdasarkan hasil survei yang belum selesai 100 persen. Saat pengumuman, IRC baru mengumpulkan 80 persen data.

7. Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS)
SSS menggelar survei melalui jaringan telpon. Padahal, pemilik telpon (rumah) di Indonesia tidak lebih dari 10 persen. Metode itu dinilai tidak memenuhi syarat random sampling dan tidak bisa mewakili seluruh masyarakat. []

EDITOR : Ade Donovan
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .