Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 15 Desember 2011

KISPA Kunjungi Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima di Solo



Untuk mensukseskan program Wakaf Qur’an KISPA dengan Mushaf Masjid Al-Aqsha, Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) menggulirkan kegiatan silaturrahim dan kunjungan ke tokoh masyarakat, pondok pesantren, ormas Islam, masjid dan mushola di sejumlah daerah di Indonesia.
Pada tanggal 11-12 Desember 2011, rombongan KISPA mengunjungi sejumlah Lembaga Tahfizhul Qur’an, Pendidikan Islam dan beberapa masjid di Solo, Jawa Tengah.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima. Ma’had yang berada Dusun Pekel, Desa Gerdu, Kelurahan Karang Pandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ma’had ini merupakan salah satu ma’had pencetak penghafal Qur’an di Solo. Udaranya sejuk karena letaknya berada di lereng Gunung Lawu semakin menambah kekhusyuan para santrinya dalam menghafal firman Allah yang Mulia.
Rombongan KISPA yang terdiri dari ustadz Ferry Nur (Ketua KISPA), Eka Kurniawan (Penanggung jawab Wakaf Qur’an KISPA), dan Muhammad Rizki Rustam (Anggota) melakukan kunjungan ke Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima pada Ahad (11/12/2011). Kunjungan yang dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berhasil menemui Mudir Ma’had Tahfizhul Qur’an, ustadz Syihabuddin Al Hafizh usai mengisi kajian rutin setiap Ahad pagi. Ustadz Ferry Nur pun sempat berbincang-bincang sebentar dengannya.

Dalam kunjungannya, ketua KISPA diminta untuk mengisi ceramah di Masjid Bilal bin Rabah yang terletak di dalam komplek Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima dan dihadiri puluhan jamaah.
Dalam ceramahnya ustadz Ferry Nur menyampaikan tadabur surat Al-Furqan ayat 52 yang berisikan seruan untuk berjihad dengan Al-Qur’an. Dengan gaya ceramahnya yang khas, bersemangat dan lugas serta segar, tidak membuat jamaah ngantuk, dia menyampaikan landasan jihad umat Islam adalah Al-Qur’an Al-Karim.

Dalam ceramahnya ustadz Ferry Nur juga menyinggung masalah program Wakaf Qur’an KISPA dengan Mushaf Masjid Al-Aqsha yang tengah digulirkan. “Banyak pihak yang menginginkan tegaknya syariat Islam di Indonesia, namun banyak pula umat Islam di Indonesia yang belum memiliki Al-Qur’an yang merupakan sumber hukum umat Islam. Ini sungguh ironis,” paparnya di hadapan jamaah.
“Oleh karena itulah KISPA berupaya untuk memfasilitasi umat dengan program Wakaf Qur’an,” tambahnya.

Sebelumnya KISPA telah menyalurkan 400 buah Mushaf Masjid Al-Aqsha ke sejumlah masjid dan mushola serta halaqah Al-Quran di Solo, Jawa Tengah, melalui ustadz. H. Irhamuddin Mahmud, da’i muda asal Palembang yang bermukim di Solo.
Sebelum keberangkatan pulang menuju Jakarta, rombongan KISPA bersama Dr. Syed Muhammad Haleem dan istri dari Haluan Malaysia berkesempatan bertemu secara khusus dengan ustadz Syihabudin Al Hafizh selaku Mudir Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima.

Ustadz Ferry Nur menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan program wakaf Qur’an KISPA kepada ustadz Syihabudin Al-Hafizh. Diantaranya adalah kekhasan yang dimiliki Mushaf Masjid Al-Aqsha, yaitu covernya bergambar Masjid Al-Aqsha, Mushaf Masjid Al-Aqsha tidak diperjual belikan, ada doa khusus agar Allah lindungi masjid Al-Aqsha, serta minta kepada Allah agar dapat shalat di masjid Al-Aqsha sebelum meninggal.
Di akhir pertemuan, ketua KISPA memberikan Mushaf Masjid Al-Aqsha kepada ustadz Syihabuddin Al-Hafizh sebagai jalinan silaturrahim antara KISPA dengan Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima. “Meskipun antum sudah hafal Qur’an, mudah-mudahan Al Qur’an ini punya arti spesial bagi antum,” ungkap ustadz Ferry Nur dihadapan ustadz Syihabuddin Al Hafizh.
Ustadz Syihabuddin Al-Hafizh menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas silaturahim yang dilakukan KISPA. “Mudah-mudahan di lain kesempatan bisa bersilaturrahim kembali,” harapnya. (mrr/fn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .