Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 15 Desember 2011

Hak jawab/sanggahan terhadap pemberitaan di Arrahmah.com

Berikut hak jawab/sanggahan Elis Z. Anis, peserta KMII, yang diwawancarai oleh reporter Arrahmah.com pada acara Konferensi Media Islam Internasional (KMII) ke-2 di Hotel Sultan, Rabu (14/12/2011)  yang dikirim via email redaksi.
Kepada Yth.
Pimpinan Redaksi arrahmah.com
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sehubungan dengan pemberitaan arrahmah.com pada Hari Rabu, 14 Desember 2011 dengan Judul: Mahasiswi UGM: Internet digunakan Jihadis, berbahaya !. Dengan ini saya, Elis Z. Anis ingin menggunakan Hak Jawab saya dan menyanggah beberapa hal yang tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan kepada wartawan arrahmah.com (Sdr. Bilal). Hal hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Judul -> Mahasiswi UGM: Internet digunakan Jihadis, berbahaya !. Judul ini mengandung fakta yang tidak benar. Saya bukan mahasiswa UGM, tetapi saya bekerja di UGM. Lalu penulisan “Mahasiswi UGM:” artinya adalah bahwa pendapat yang ada dalam judul merupakan pendapat  semua mahasiswi UGM. Padahal ini adalah interview terhadap satu orang yang tidak mewakili suara mahasiswi UGM.
Pembuatan judul “Internet Digunakan Jihadis, berbahaya!” saya kira itu juga out of context dari interview yang dilakukan Sdr Bilal. Dengan ini saya meminta Pimpinan Redaksi untuk merevisikan Judul tersebut. Saya berkeberatan bahwa Judul tersebut membawa institusi UGM. Judul tersebut saya rasakan tidak mengandung unsur damai, padahal Visi dari arrahmah.com adalah menebarkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.
2.Saya menyesalkan foto yang dipakai dalam berita tersebut diambil dari website ICRS UGM tanpa meminta ijin kepada pemilik foto untuk digunakan di arrahmah.com dan tidak ada konfirmasi kepada saya. Padahal salah satu prinsip dasar arrahmah.com seperti yang tertuang dalam web arrahmah.com adalah investigative (melakukan investigasi berimbang dengan konsep tabayyun atau klarifikasi).
Foto pertama adalah foto peserta Konferensi dan disitu ada tanda merah dengan menyebutkan nama saya. Dalam foto tersebut, saya tidak ada. Foto yang diberi tanda merah adalah foto teman saya. Juga pemberian tanda merah memberikan kesan yang kurang baik. Foto yang kedua, saya memang ada dalam foto tersebut, namun rasanya jika foto bersama dimaksudkan untuk foto seseorang, rasanya kurang tepat.
3.Dalam alinea ke-2, disebutkan “ia merujuk bukunya Robert Hefner mengatakan organisasi Jihad di Indonesia banyak menggunakan internet.” Sebenarnya yang menjadi rujukan Saya bukan  buku Robert Hefner, melainkan buku yang salah satu penulisnya adalah Robert Hefner. Wartawan tersebut tidak menyimak dengan baik apa yang saya sampaikan.
4.Dalam alinea 3, disebutkan “kata aktivis Indonesian Consorsium for Religius Studies UGM.” Penggunaan  “aktivis”  tidak tepat untuk posisi saya di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS-Yogya). Alasannya, ICRS-Yogya adalah lembaga pendidikan S3, sehingga penyebutan saya sebagai activis di ICRS-Yogya tidaklah tepat.
5.Dalam alinea 6 tertulis, “Dan menjadi masalah adalah ketika internet menjadi tempat hated massages yang membuat orang menjadi benci, jelas Elis, terlebih kepada non-muslim.”. Yang saya katakan adalah “Hatred Massages,” bukan Hated Massages.
6.Dalam alinea 7, disebutkan “Tidak hanya mempersoalkan penggunaan internet oleh para jihadis, Elis juga menyerang  Suara Islam Online sebagai penyebar kebencian dan jahat.” Saya tidak pernah membuat pernyataan tersebut. Hal ini bisa menimbulkan fitnah.
Juga disebutkan dalam kalimat berikutnya: “Seperti Suara Islam yang tidak mencerminkan Islam sebenarnya.” lontarnya. Hal ini akan membuat persepsi kepada pembaca bahwa Suara Islam memang tidak sesuai dengan “Islam sebenarnya”. Padahal saya menyatakan lebih lanjut hal tersebut terkait dengan penggunaan diction (pilihan kata) dalam website Suara Islam yang kurang sesuai dengan dakwah Islam yang damai.
 7.Dalam 3 alinea terakhir disebutkan:  “Namun Elis tidak sadar, bahwa propaganda kaum zionis dan Neoliberalisme kuffar lebih berbahaya bahkan menghegemoni bukan saja di jaringan Internet, tetapi juga melalui media cetak dan elektronik serta sudah memasuki alam fikiran anak-anak kaum muslimin. Berita-berita yang disyiarkan oleh media Islam, masih lebih berhati-hati dibanding berita yang dilansir oleh media barat dan zionis yang tidak menerapkan prinsip tabayyun (klarifikasi).Dan sebaiknya, kita kaum muslimin mendukung perkembangan media Islam yang menjadi alternatif informasi serta perlawanan terhadap hegemoni nilai-nilai barat di jagat informasi.”
Dalam kaedah jurnalistik, tulisan berita tidak boleh bercampur antara opini dan fakta. Dalam kenyataannya, ditulisan ini jelas-jelas wartawan tersebut memasukkan opininya yang dapat membentuk opini negatif terhadap narasumber.
Demikianlah hal-hal yang ingin saya klafikasi terkait dengan pemberitaan saya di arrahmah.com tanggal 14 Desember 2011. Dengan ini, saya meminta Redaksi untuk memuat Hak Jawab Saya secepatnya, sebelum Konferensi KMII ini selesei (Pukul 12 siang Hari Kamis, 15 Desember 2011).
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Elis Z. Anis
Peserta KMII

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .