Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 01 Desember 2011

Pemurtadan di Ambon: Jadi Katolik, Ali Tetap Miskin bahkan Jadi Maling

AMBON (voa-islam.com) – Fenomena gencarnya kristenisasi di Ambon bisa terlihat hampir di setiap tempat. Tak sedikit muslim murtad dari menjadi Nasrani bisa dijumpai dari lembaga pendidikan, instansi pemerintah, perkumpulan anak muda sampai tempat nongkrong di pinggir jalan. Orang-orang yang murtad menjadi Nasrani juga dari berbagai kalangan dan profesi dari para pelajar, pegawai pemerintah, ibu rumah tangga sampai pengangguran yang nongkrong di pinggir jalan.


Sampai hari ini voa-islam.com terus menelusuri beberapa tempat yang disinyalir banyak terdapat orang muslim yang murtad menjadi Kristen.

Di tengah penelurusuran tersebut, voa-islam.com dikejutkan dengan sebuah kabar tentang adanya kasus pencurian kayu di Toko Kayu Sandakan di Jalan Sam Ratulangi di depan Lippo Bank cabang Ambon yang terjadi pada Senin, (28/11/2011) pukul 04. 00 WIT dinihari.

Pria berusia 55 tahun yang berprofesi sebagai buruh lepas di pelabuhan Ambon ini kemudian digelandang ke Polsek Sirimau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah diinterogasi di kantor polisi, terungkap bahwa pelaku tak lain bernama Ali, warga Desa Batu Merah Dalam, Ambon. Batu Merah Dalam adalah perkampungan muslim, karena sejak konflik 1999 tidak ada lagi orang Kristen  yang bertempat tinggal di sana.

Melihat ada gelagat dan logat bicara Ali yang ganjil, maka sumber voa-islam.com bertanya tentang agama yang dianutnya. Dengan tenang Ali menjawab bahwa ia beragama Katolik. Jawaban ini tentu mengejutkan semua orang yang ada di Polsek Sirimau, termasuk Polisi Kristen yang sedang berdinas pada malam itu.

Betapa tidak, nama “Ali” adalah khas nama warga Muslim, apalagi sang pencuri itu tinggal di Batu Merah, desa yang dikenal berpenduduk seratus persen Muslim.

Ragu dengan keterangan Ali, seorang anggota polisi Kristen lalu mengetesnya dengan meminta agar Pak Ali berdoa dengan cara Katolik. Di luar dugaan ternyata pencuri kayu ini sangat fasih berdoa dengan cara Katolik. Bahkan menurut polisi Kristen yang menguji, Ali begitu fasih dalam berdoa, seperti seorang pendeta yang biasa memimpin doa.

Setelah diselidiki, ternyata Ali ini dahulunya beragama Islam dan ia menjadi penganut Katolik karena mengikuti agama istrinya. Ia meninggalkan Islam dan murtad mengikuti agama istrinya dengan alasan ia tidak memiliki kerabat di Ambon.

Ali yang kini menjadi Katolik, mencuri kayu dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebuah fenomena yang menyedihkan di Ambon, banyak dari kaum muslimin yang menukar agamanya karena persoalan yang kecil dan remeh. Peranan para tokoh agama, terutama para ulama dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjaga dan membina umat sangat diharapkan. Karena banyaknya orang murtad di Ambon secara tidak langsung menjadi parameter minimnya peranan MUI dalam menjaga dan membina aqidah umat. [af]
Astaghfirullah !ternyata pencuri itu telah murtad.‏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .