Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 16 Desember 2011

Telur busuk untuk penghina Islam, Irshad Manji

AMSTERDAM (Arrahmah.com) – Allahu Akbar! Puluhan Muslim yang tergabung dalam Sharia4Holland dengan semangat meneriakkan takbir dan mengangkat jari telunjuk mereka. Kejadian ini berlangsung di saat para pemuda tauhid tersebut memprotes acara bertajuk “A New Generation of Muslim which Inspire Hope” yang mengundang Irshad Manji, seorang aktivis liberal, sebagai pembicara. Telur busukpun melayang untuknya!
Irshad Manji, aktivis sepilis penganjur hubungan sejenis
Irshad Manji adalah aktivis sepilis (sekuler, pluralis, dan liberalis) yang menganut gaya hidup hubungan sejenis alias lesbianisme. Irshad Manji juga dikenal karena keberaniannya dalam menghujat dan menghina Islam. Wanita asal Kanada yang kini mukim di Belanda ini pernah menyerukan agar cendekiawan barat tidak takut lagi mengkritik Islam.

Irshad Manji, Sang Penghina Islam
Irshad Manji sebenarnya sudah tidak laku di dunia Muslim, sehingga mencari barat untuk kegilaannya tersebut. Pada tahun 2003, Irshad Manji mempublikasikan bukunya yang berjudul “The Trouble with Islam Today” yang merupakan kritik tajam terhadap pelanggaran hak-hak perempuan dan kelompok minoritas agama lainnya atas nama Islam.
Tentu saja, buku itu dipuji dibarat, dan dikecam oleh kaum Muslimin, sementara dirinya dianggap sebagai Muslim modernis.
Telur busuk untuk Irshad Manji
Sayangnya, Irshad Manji tidak faham bahwa umat Islam kini berkembang di Eropa, bahkan di negeri seperti Belanda. Maka, dirinyapun terkejut ketika puluhan kaum Muslimin di Amsterdam, dimana dirinya diundang sebagai pembicara, memprotes dan kemudian melemparkan telur busuk kepadanya.
Sebuah diskusi bertema “A New Generation of Muslim which Inspire Hope” terhenti ketika kaum Muslimin yang tergabung dalam Sharia4Holland menerobos masuk ke tempat pertemuan dan memprotes acara tersebut. Irshad Manji pun dihadiahi lemparan telur busuk dan hanya terdiam membeku.
Dikabarkan sebuah mobil khusus polisi segera datang ke lokasi kejadian dan mengusir para pemuda pemberani dari Sharia4Holland tersebut. Dikabarkan pula, dua orang diantara mereka ditahan. Sebagian pengamat menganalisa bahwa kelompok ini juga terkait dengan Sharia4Belgium yang konsisten mengkampanyekan penerapan syariat Islam di Belgia. Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh aktivis sepilis di seluruh dunia agar tidak mudah menghujat dan menghina Islam. Lemparan telur busuk balasannya!
Wallahu’alam bis showab!
(M Fachry/S4I/Arrahmah.com)
Link video Moertadeen Exposed! :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .