Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 16 Desember 2011

Nasrani: Radikal dan Teroris Aqidah


Bekasi (SI ONLINE) - “Semua orang kafir itu bodoh karena mereka tidak mengerti sedikitpun tentang agama, tapi mereka berbohong atas nama agama untuk menguasai dunia!”. Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Abu M. Jibriel AR pada acara Tabligh Akbar Majelis Ilmu Ar-Royyan yang diselenggarakan di Masjid Muhammad Ramadhan, Galaxy Bekasi, Ahad (11/12/2011).

Acara yang rutin digelar tiap ahad kedua setiap bulan tersebut dihadiri oleh sekitar tiga ratusan jama’ah dari Jabodetabek. Tema bertajuk ‘Kristenisasi: Kejahatan, Penjajahan & Teroris Aqidah Umat Islam’ tersebut diangkat untuk kembali mengingatkan masyarakat muslim tentang beragam upaya dan makar kaum misionaris yang kian hari semakin terlihat menggurita.

Bila dilihat dari pengalaman sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara, maka akan bisa dilihat bahwa Kristen di Indonesia ibarat sebuah duri dalam daging, mereka selalu saja melakukan pengkhianatan, baik terhadap kesepakatan nasional maupun dalam aktifitasnya menghambat semua aspirasi umat Islam termasuk apa yang menjadi kebutuhan umat Islam itu sendiri dalam menjalankan ibadahnya, seperti penegakan syari’at Islam.

Sementara itu, Ketua Forum Anti Gerakan Pemurtadan, Ustadz Abu Deedat Syihab, MH mengatakan bahwa umat Islam menghadapi tantangan yang semakin berat, baik dari dalam tubuh umat sendiri, seperti penyesatan pola pikir dari kaum liberalis dan pluralis, maupun tantangan dari kalangan kaum kuffar dengan misi penyebaran agamanya. Fakta di lapangan sudah cukup banyak ditemukan tentang upaya-upaya pemurtadan dan penyesatan aqidah, mulai dari pembagian paket sembako, penyebaran buku-buku yang sarat akan misi kristenisasi, hingga kasus-kasus melalui kesaksian palsu para murtadin. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi umat Islam sendiri untuk bersegera mencari solusinya.

“Gerakan misionaris itu bertugas menyebarkan dan membumikan Injil  di negara-negara Islam, Indonesia salah satunya. Mereka mengkampanyekan diri dengan aktif mendirikan berbagai yayasan berkedok Islam, seperti misalnya Yayasan Aulia yang berlokasi di Jakarta Utara dengan ajaran Islam Hanifnya. Yayasan ini dibentuk oleh Robert Paul Walean yang bekerja sama dengan Ahmad Mushaddeq dengan jaringannya yang telah berganti nama menjadi Komunitas Millah Abraham (KOMAR),” paparnya.

Ragam lain upaya kristenisasi di Indonesia yang sedang marak terjadi selanjutnya adalah dengan mengadakan aneka kegiatan sosial yang menjaring banyak massa terutama dari kalangan umat Islam yang miskin dan tentu saja yang berpendidikan rendah. Kegiatan tersebut dalam prakteknya telah disamarkan namanya agar tidak menarik kecurigaan umat Islam, seperti penggunaan kata festival atau karnaval. Ini diakui sendiri oleh Dr. Peter dalam suatu wawancara ketika ditanya tentang mengapakah program ibadahnya menggunakan kata festival. Ia mengatakan bahwa penggunaan kata festival atau karnaval sama sekali tidak memberikan kesan keagamaan sehingga tidak akan ‘melukai hati’ umat Islam.

“Penggunaan kata KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) tidak kita gunakan, akan tetapi kita menggantinya dengan kata Revival atau Celebration (perayaan), sehingga kalau suatu kegiatan akan diadakan di Surabaya, maka kita menuliskannya di poster dengan Surabaya Festival, bukan Injil Festival, misalnya. Kitapun tidak akan langsung berkhotbah di poster atau di iklan, akan tetapi kita akan berkhotbah di festival, yaitu setelah mereka (umat Islam) hadir, saat itulah kita sampaikan Injil.”, katanya.

Semua upaya yang para misionaris tersebut kerjakan tentu saja sejalan dengan misi Kristen yang juga dikenal dengan ‘Misi Global’ yaitu suatu gerakan misi keagamaan yang dilakukan oleh gereja dan segenap komponen Kristen yang bertujuan untuk menguasai dunia secara struktural dan kultural. Gerakan tersebut dikatakan sebagai implementasi dari apa yang tercantum dalam Matius 28: 19-20, yaitu bahwa para pengikut Tuhan Yesus diserukan untuk pergi menyebar ke seluruh pelosok dunia agar membaptis setiap bangsa agar menjadi pengikut Tuhan Yesus.

Ustadz Abu Deedat pada akhir ceramahnya juga menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya bertindak cepat dalam menangani gerakan penyebaran agama yang sudah tidak mematuhi kode etik tersebut guna menghindari insiden atau konflik akibat umat Islam selalu merasa tidak mendapat perlindungan hukum dan jaminan hukum terhadap rongrongan pihak lain.

Tabligh yang digelar sejak pukul 09.15 dan berakhir menjelang waktu dzuhur itu ditutup ustadz Abu M. Jibriel dengan menegaskan bahwa tauhid, syari’at, dan jihad tidak bisa dipisahkan. Ketiganya merupakan satu-kesatuan yang sangat diperlukan guna mengembalikan tegaknya izzah Islam.

Rep: Fitri Mahmud

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .