Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 01 Desember 2011

Ratusan Santri Indonesia Terancam di Yaman


Houti (SI ONLINE) - Perwakilan Indonesia di Yaman mengkhawatirkan jumlah korban WNI akan bertambah akibat serangan dan pengepungan kelompok bersenjata al-Houti, di kota Damaj, Yaman, setelah serangan pada 26 November lalu menewaskan dua santri berkewarganegaraan Indonesia dan melukai 2 lainnya.

Kelompok Syiah Houti telah mengepung pesantren itu, sejak satu setengah bulan terkahir setelah konflik bertahun-tahun antara dua kelompok. Pesantren Darul Hadis merupakan minoritas di Provinsi Houti namun sejak lama berhasil menarik ribuan santri untuk belajar disana. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaman, memperkirakan ada sekitar 7000 santri disana saat ini, 100 orang diantaranya berkewarganegaraan Indonesia.

"Makanya setiap hari kita masih deg-degan terus menunggu kabar kalau-kalau ada serangan baru dan korban jatuh lagi," kata Wakil Dubes Indonesia untuk Yaman, Agus Syarief Bustaman kepada wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri melalui sambungan telepon dari Sanaa.

Upaya KBRI membebaskan para santri, menurut Agus, terbentur pada sulitnya meyakinkan mereka agar bisa keluar dari Pesantren Darul Hadis.

"Kita sudah ada komunikasi dengan Syekh pimpinan pesantren dan mereka mengatakan kalau memang santri Indonesia mau, mereka boleh meninggalkan lokasi berbahaya itu," kata Agus.

Komunikasi serupa juga sudah dilakukan dengan pihak pemerintahan Houti beserta milisinya, meminta jaminan keamanan bila para santri tersebut hendak keluar.

Terlalu berbahaya

Dari ibukota Sanaa, provinsi Houti berjarak sekitar 400km yang bisa dietmpuh dengan sekitar enam jam perjalanan. Namun belum ada aparat KBRI yang bisa sampai ke lokasi tersbeut dalam upaya membebaskan para korban pengepungan santri asal Indonesia.

"Kita sudah minta diizinkan pada tentara Yaman agar bisa kesana tapi tidak diberi. Katanya terlalu berbahaya," kata Agus.

Sejak lama Houti bermusuhan dengan pemerintah Yaman dan berperang, namun dalam beberapa tahun terakhir ini kedua pihak menandatangani gencatan senjata. Karena itu pemerintah Sanaa relatif tak punya pengaruh di wilayah yang dikuasai sepenuhnya oleh milisi dan kabilahs ekutu Houti ini.

"Upaya kita mohon bantuan supaya bisa ketemu dengan Gubernur Houti, Fariz Mana juga sampai sekarang buntu."

Gawatnya situasi di Darul Hadis sudah menjadi perhatian Kementrian Luar Negeri sejak awal tahun ini dan sejak Maret pemerintah Indonesia membentuk rencana darurat penyelamatan WNI dari Yaman. Namun berbagai upaya menurut KBRI setempat belum berhasil.

Tiga hari sebelum penyerang Sabtu lalu, tiga santri WNI berhasil lolos dari pesantren itu dengan bantuan sejumlah warga dekat pesantren. Menurut mereka terdapat 40 pos pemeriksaan bersenjata antara lokasi pesantren hingga ibukota, yang membuat resiko upaya penyelamatan sangat besar. Sebagai contoh, meski sudah dinyatakan boleh lewat mereka tetap ditembaki milisi Houti.

Red: Jaka
Sumber: BBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .