Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 15 Desember 2011

Bangun Ruko di Pelataran Masjid, Pengembang Ingin Tutup Syi'ar Islam

BEKASI (voa-islam.com) - Perjuangan umat Islam di Perumahan Harapan Indah Bekasi untuk mempertahankan sepetak lahan parkir masjid Al Furqon yang diserobot pengembang untuk dibangun pusat pertokoan terus berlanjut. Padahal  empat tahun berjalan sejak 2008 kisruh lahan parkir seluas seribu meter  milik masjid AL Furqon yang menurut ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) sudah ditukar guling, tapi  pihak pengembang PT. HDP (Hasanah Damai Putra) tetap ngotot  bahwa lahan itu masih miliknya dan sampai hari ini belum mendapatkan solusi.
Menurut Imam masjid Al Furqon Ustadz Lukmanul Hakim, masalah ini bukan masalah bisnis semata tapi masalah syi’ar Islam yang terus dihalangi. Padahal Al Furqon cuma satu-satunya masjid berbanding empat puluh satu gereja  di Kota Harapan Indah Bekasi seluas lebih dari 2000 Hektar.
“Ini bukan masalah bisnis, tapi ini masalah syi'ar Islam,  kenapa? Karena ini satu-satunya masjid yang sentral yang berada di pinggir jalan yaitu masjid Al Furqon. Di sini banyak kemaksiatan, selain itu di sini (Perumahan Harapan Indah, red) ada lebih dari empat puluh satu titik gereja baik legal maupun ilegal kita tidak mengusik-usik, tapi kenapa kok ini masjid satu-satunya justru dipermasalahkan? Ini pun swadaya masyarakat.” Ungkapnya kepada voa-islam.com, Jum’at (9/12) sore di teras Masjid Jami’ Al Furqon.
Ironisnya berbeda dengan pembangunan gereja yang tumbuh subur tanpa hambatan, menurut Ustadz Lukman pihak pengembang PT. Hasanah Damai Putra (HDP) selalu mempermasalahkan umat Islam yang hendak mendirikan rumah ibadah meskipun itu adalah mushalla-mushalla kecil.
“Jadi yang di pinggir jalan masjid cuma ini saja, di dalam memang ada mushalla-mushalla kecil  tapi setiap membangun mushalla itu selalu ribut dulu, selalu rusuh dulu, maka saya katakan ini (PT. HDP) manajemen rusuh. Kenapa demikian? Karena memang kalau mau bikin mushalla ribut dulu; mau mendirikan mushalla Baitul Husna ribut dulu, mushalla Al Alif juga ribut dulu, rusuh dulu baru mereka sadar. Padahal mereka bukan mau bikin masjid tapi mushalla kecil-kecilan tapi ribut dulu, kalau tidak ribut dulu tidak selesai, itulah PT. HDP.” Jelasnya.
Ia juga mengeluhkan berlarut-larutnya permasalahan sengketa halaman parkir masjid Jami’ Al Furqon yang sampai saat ini belum mendapatkan titik temu.
“Kalau bicara Al Furqon, masjid ini paling lama sudah empat tahun, coba bayangkan! sebenarnya sudah lelah saya. Kenapa mereka selalu mau menutup syi’ar ini? Umat Islam baru mau berkembang sedikit di sini dijatuhkan, kemudian ditutup syi’arnya.” Keluhnya.
Imam masjid Al Furqon ini pun menyatakan bahwa pihak DKM sebenarnya siap untuk membayar  tanah seluas seribu meter yang menjadi lahan parkir masjid namun sayangnya pihak PT. HDP tetap tidak mau.
“Kalau bicara bisnis, dua ribu hektar lebih dikelola PT. HDP itu, halaman parkir itu tidak ada apa-apanya, cuma seribu meter. Padahal kalau diungkit lagi pun kita siap bayarin tapi mereka tidak mau dan berkali-kali kita ingin bertemu dengan owner PT. HDP selalu tidak bisa” tutupnya. (Ahmed Widad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .