Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 06 Desember 2011

Jimly Asshiddiqie: Soal GKI Yasmin, Ketua Dewan Gereja Dunia Ekspresikan Kekecewaan



Jakarta (SI ONLINE) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengungkapkan bahwa Ketua Dewan Gereja Sedunia ekspresikan kekecewaan. Demikian disampaikan Jimly di sela-sela acara peresmian Kantor Dapur Da’i Nusantara (DAINA) di Masjid Baiturrahman, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2011) mengomentari kabar akan bergabungnya Ketua Dewan Gereja Sedunia dengan jemaat GKI Yasmin pada hari Ahad besok.  

Ketika ditanyakan apakah itu bukan suatu intervensi orang luar, Jimly menampik sebutan itu.  Ia mengatakan itu sekedar ekspresi kekecewaan. ”Mereka merasa terzalimi” tegas Jimly. 

Lalu Jimly meminta agar pemerintah Bogor mematuhi putusan MA yang sudah berkekuatan hukum yang tetap. Namun, tatkala disampaikan bahwa Walikota Bogor Diani Budiarto sudah melaksanakan putusan MA terkait surat pembekuan IMB GKI Yasmin oleh Kepala Dinas Tata Kota yang dituangkan dalam surat Walikota tertanggal 8 Maret 2011 dan bahwa sudah ada fatwa MA yang meminta GKI Yasmin menggugat Walikota bila merasa dirugikan oleh Surat Walikota 11 Maret 2011 yang mencabut IMB yang sebelumnya sempat dicairkan, Jimly tampak kaget dan merasa kurang lengkap mengikuti kasus tersebut.     

Meski demikian Jimly meminta Walikota Bogor memberikan penyelesaian yang baik kepada pihak gereja seperti relokasi di tempat yang kondusif untuk ibadah.

Rep: SI/Pina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .