Pages - Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom

Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Samudera Keimanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Samudera Keimanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Rela Di Madu, Gadis Belia Ini Dinikahi Gurunya yang Berusia 52 Tahun

Memang kejadian ini tidak terlalu lazim terjadi di sekitaran kita, meskipun ada tetapi cukup jarang. Nah ini ada sebuah kisah dimana seorang gadis belia cantik dinikahi gurunya yang notabene sudah cukup tua (52 tahun). Tentu bagi seorang gadis remaja, menikah biasanya menjadi sebuah fase yang bakal mereka pikirkan ketika usia menjelang 25 tahun. Namun, tampaknya ini tidak berlaku bagi seorang gadis cantik asal Malaysia ini.

Sabtu, 06 April 2013

Pilihan Muslim Rohingya “Berlutut di Hadapan Biksu atau Mati”

Saksi mata dari kota Meiktila di pusat Myanmar menyebutkan bahwa mereka mengalami pemukulan dan penyiksaan oleh para biksu Buddha dalam tindak kekerasan terhadap Muslim dan toko-toko mereka.

Jumat, 18 Mei 2012

Harry Moekti:Goyang Erotis Trio Macan Tak Kalah Ekstrim dari Lady Gaga

JAKARTA (VoA-Islam) – Mantan Rocker yang kini menjadi pendakwah Ustadz Harry Moekti mengakui, dulu di era 90-an ketika masih manggung dan ngerock di Ancol, ia merasakan kegelisan yang amat sangat, sampai membuatnya stress.
“Gimana nggak stress, shalat dilakukan maksiat jalan terus. Namanya rocker, kalau sudah di atas panggung seperti kesetanan,” kata Harry Moekti saat menjadi pembicara dalam Halaqah Islam dan Peradaban bertajuk “Liberalisasi Agama & Budaya: Strategi Penjajah Hancurkan Islam” di Wisma Antara, Rabu (16/5) siang.
Benarkah budaya akan selalu berbenturan dengan Islam? Menurut Harry Moekti, budaya bisa berbenturan dengan Islam, manakala institusi atau aturan negaranya tidak Islami dan tidak menjalankan syariat. Akibatnya, malah budaya itu yang menjadi aturan. Justru Islam itu diturunkan untuk meluruskan budaya. Adapun budaya seperti silaturahim, gotong royong, adalah  budaya yang baik, dan tidak bertentangan dengan Islam.
“Harus diakui, manusia itu butuh hiburan.  Namun, hiburan atau pertunjukan yang menghantarkan keharaman, maka hiburan itu menjadi mudharat, apalagi hiburan yang liriknya penuh maksiat, seperti lagu saya dulu. Apalagi lirik lagunya Lady Gaga,” ujarnya.
Dalam pandangan Harry, musik itu tidak haram, tapi kalau sudah menjadi wasilah keharaman, musik itu menjadi haram. Seharusnya musik menghatarkan seseorang pada keimanan kepada Allah, menciptakan kelembutan. Musik seperti ini sifatnya  mubah. Tapi tetap saja, jangan dicamburbaurkan antara dakwah dan musik.
“Dakwah itu wajib, sedangkan musik itu mubah. Jangan dicampur aduk. Sangat disesalkan, kebanyakan saat latihan musik, marawis misalnya, eeh malah tidak ngaji. Jadi keliru, melakukan yang mubah, tapi meningggalkan kewajiban. Musik jika untuk menggembirakan keluarga boleh saja, tapi jika menjadi industri itu menjadi mudharat.
Kritik Ahmad Dani
Harry yang punya nama asli Hariyadi Wibowo mengakui, seorang artis jika ingin namanya melambung, kadang harus membuat sensasi dan kegilaan tertentu, bahkan sampai pada tahap melanggar aturan Allah. Ia memberi contoh, Ahmad Dhani kerap menggunakan simbol-simbol zionis Yahudi, seperti bintang David, simbol mata satu (Illuminati), dan simbol-simbol lain gerakan Freemasonry. Lebih dari itu, Ahmad Dani pernah menjadikan alas panggungnya dengan lafadz Allah. Bila melihat video clipnya, akan terlihat simbol mata satu. Bukan hanya itu, Dani terang-terangan mendukung Lady Gaga, sang pemuja setan. Dia pengagum Gus Dur yang liberal. Dia juga bangga dengan garis keturunan dari ibunya yang berdarah Yahudi (Kohler).
“Ahmad Dani itu memang setan. Orang fasik ini jangan dibirakan. Orang seperti Dani, gak pantas bicara soal agama, karena ia masih suka ikhtilat (bercampur dengan wanita-wanita cantik), kaburo maktan,” kata Harry Moekti berang.
 Suatu ketika Harry pernah diajak ngerock dalam satu panggung dengan Ahmad Dani di Kalimantan (Beurau). “Saat itu karpet panggung menggunakan lambang Allah. Tawaran itu saya tolak mentah-mentah. Sebetulnya di belakang itu, ada peran produser yang mensettingnya, mengingat musik dengan sensasinya sudah  menjadi industri,” tandas Ustadz yang kini menjadi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Bukan hanya Ahmad Dani yang melakukan sensasi untuk melambungkan namanya, seorang Julia Peres alias Jupe dan Dewi Persik (Depe) pun menciptakan sensasi yang tak kalah gilanya. Perseteruan antara Jupe dan Depe, kata Harry, sengaja disetting untuk mengangkat kembali namanya yang hampir tenggelam di dunia hiburan.
“Dulu, Rhoma Irama dan Elvie Sukaesih juga sempat dibuat konflik yang direkayasa. Kemudian produser membuat event besar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menyatukan Rhoma dan Elvie. Yang jelas ini adalah pasar. Dan benar saja, ketika itu penonton membludak di TMII untuk menyaksikan moment yang ditunggu-tunggu,” kata Harry.
Contoh lain, lanjut Harry, adalah membenturkan Inul Daratista dengan umat Islam, termasuk dengan H. Rhoma Irama, yang memprotes goyang ngebornya. Ingat! Dibalik konflik itu ada pemodal. Nama Inul sejak itu menanjak, karena menjadi trend topic di masyarakat.
Di luar negeri pun diciptakan konflik antara grup band The Beatles dengan The Rolling Stones.  Soal sensasi, Rolling Stone lebih unggul dari The Beatles. “Ketika anggota band Rolling Stone ngeganja, lebih jorok, ternyata itu membuatnya lebih ngetop.
Yang pasti, gaya hidup liberalisme membuat generasi muda muslim menjadi jauh dari syariat. “Kalaupun ada artis yang masih shalat atau umrah, tapi tetap pacaran. Cape deh..!”
Jika Lady Gaga diprotes karena alasan mempertontonkan pornografi pada setiap penampilannya, maka pedangdut Trio Macan pun tak kalah ekstrimnya dengan Gaga yang juga mempertontonkan goyang erotisnya dan berpakaian seronok.
Bagi Harry, orang seperti Lady Gaga tak perlu diekspos, cukup dilarang saja. Karena bila diekspos, akan membuat namanya semakin melambung. Semakin controversial membuat artis itu semakin tinggi nilai jualnya. “Pemberitaan media juga yang membesarkan nama Lady Gaga. Apalagi jika media itu segologan dengannya,” kata Harry tersenyum. Desastian

Selasa, 24 April 2012

Ibrahim Ash-Sha'igh: Berani Berkata Benar di Hadapan Penguasa Zalim

Berdakwah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zhalim memang tidak mudah. Konsekwensi dari mulai dipenjara, disiksa maupun dibunuh adalah resiko yang harus diterima. Namun demikian Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, telah memberikan kabar gembira bagi mereka yang syahid di kalangan para da’i yang tetap tegas menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zhalim.

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَرَجُلٌ قَالَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ فَقَتَلَهُ

Penghulu para Syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan orang yang berdiri di hadapan penguasa zhalim lalu ia menyuruhnya dan melarangnya, lalau pemimpina itu membunuhnya. (Hadits Shahih dalam Mustadrak ‘ala shahihain, imam Al Hakim no. 4884).

Dalam hadits yang lain ditegaskan:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

Jihad yang paling afdhal adalah berkata benar di hadapan pemimpin zhalim (H.R. Abu Dawud no. 4344, Ibnu Majah no. 4011, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani).

Sekelumit kisah Ibrahim bin Maimun Ash Shai’gh berikut ini adalah contoh di kalangan ulama salafus shalih yang tak tianggal diam melihat kemunkaran yang dilakukan seorang pemimpin, meskipun di zamannya masih berdiri kekhilafahan.

Ibrahim Ash Shai’gh adalah ulama perawi hadits dan sahabat imam Abu Hanifah. Ia hidup di masa pemerintahan khilafah Bani Abbasiah Abu Ja’far al Manshur.  Berikut ini kisah beliau yang dikutip sebagian ulama sebagai ibrah.

Abdullah Ibnul Mubarak berkata, “ketika Abu Hanifah mendengar kabar kematian Ibrahim Ash Shai’gh, ia menangis sampai kami khawatir ia akan mati. Kami lalu menungguinya. Ia lalu berkata, demi Allah ia adalah orang yang cerdas. Sungguh aku sudah takut hal ini akan terjadi. Aku bertanya, apa sebabnya? Ia menjawab; ia pernah datang kepadaku dan bertanya. Ia adalah orang yang sangat berani mengorbankan diri untuk menaati Allah. Dia adalah orang yang sangat wara’. Aku pernah memberinya sesuatu lalu ia bertanya padaku. Jika tidak ridha ia tak mau mencicipinya.

Ia bertanya padaku tentang amar ma’ruf nahi munkar sehingga kami sepakat bahwa hal itu merupakan salah satu kewajiban dari Allah. Ia berkata padaku; ulurkan tanganmu sehingga aku berbaiat padamu lalu dunia menggelapkan aku dengannya. Aku bertanya padanya; mengapa? Ada yang mengajakku pada hak Allah kemudian engkau menolaknya. Aku berkata kepadanya, jika hanya satu orang yang melakukannya, ia akan terbunuh dan urusan manusia tidak lebih baik, tetapi jika ada para penolong yang shalih dan seorang laki-laki yang memimpinnya, amanah atas agama Allah tidak berubah.

Abu Hanifah berkata; akibatnya setiap kali bertemu denganku , ia menagihku seperti menagih hutang. Setiap kali bertemu denganku, ia menagihku. Aku katakana padanya; hal ini tidak cocok dilakukan sendirian. Para Nabi tidak mampu melakukannya sehingga mendapatkan jaminan dari langit. Kewajiban ini tidak sama dengan kewajiban lainnya, bisa dikerjakan sendirian. Jika kewajiban ini dikerjakan sendirian, berarti ia menyerahkan darahnya dan kehormatannya untuk kematian.

Aku takut jika ia mempersilahkan dirinya untuk kematian dan jika ia terbunuh, tidak ada orang yang akan sanggup mempertaruhkan dirinya.

Lalu ia pegi ke Morow, tempat Abu Muslim Al Khurasani. Di sana ia berbicara dengan kalimat yang berat lalu ia ditangkap. Ulama Khurasan dan para ahli ibadahnya lalu berkumpul untuk melepaskannya. Mereka lalu menjenguk dan menasehatinya.

Ia berkata kepada Abu Muslim, aku tidak menemukan sesuatu yang dapat aku gunakan untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lebih utama daripada berjihad melawanmu dan dan tidak sekedar melawan dengan lisanku, tidak dengan kekuatan tanganku, tetapi Allah melihatku bahwa aku membencimu. Abu Muslim lalu membunuhnya.

Kisah Ibrahim Ash Shai’gh di atas terdapat dalam kitab Ahkamul Qur’an (jilid II, hal 319), yang ditulis oleh Imam Al Jashash.

Para ulama telah mengambil ibrah dari kisah tersebut tentang bagaimana seharusnya berdakwah. Apalagi kisah di atas begitu tepat jika ditarik dalam kondisi kekinian, mengingat pemimpin negeri kaum muslimin di banyak tempat bukan lagi sekedar zhalim tetapi sudah menjadi thaghut.

Diantar ulama yang menyertakan kisah tersebut dalam tulisannya adalah Dr. Taufiq Al Wa’i dalam kitabnya Ad Da’wah Ilallah. Pada intinya ia menjelaskan bahwa kisah antara Imam Abu Hanifah bersama sahabatnya Ibrahim As Shai’gh merupakan contoh kongkrit dikalangan para ulama, bahwa ada di antara mereka yang dalam berdakwah memilih rukhshah (sesuatu yang dibangun di atas udzur) seperti Abu Hanifah maupun ‘azimah (sesuatu yang dibangun tanpa ‘udzur) seperti Ibrahim Ash Shai’gh.

Sementara Asy Syahid (kama nahsabuhu insya Allah) Syaikh Abdullah Azzam dalam kitabnya Hukumul ‘Amal Fi Jama’ah mengutip kisah di atas dengan bab yang diberi judul wa abu hanifah yara dharuratal ‘amal jama’i wal iltiqa ‘ala rajulin shalih.

Dari judul yang dikemukakan sudah dapat dicerna pesan Syaikh Abdullah Azzam di mana ia menekankan pendapat Imam Abu Hanifah dalam kisah tersebut akan pentinganya suatu amal jama’i yang dipimpin seorang amir yang shalih dalam rangka dakwah, amar ma’ruf nahi munkar. [Ahmed Widad/voa-islam.com]

Jumat, 28 Oktober 2011

Terbetik Kabar Ustadz Solmed Dikeluarkan dari FPI

Jakarta (voa-islam) – Pengurus Mabes Laskar Pembela Islam (LPI), anak sayap organisasi Front Pembela Islam (FPI)  mengakui, adanya isu Ustadz Soleh Mahmud alias Solmed yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP FPI mendapatkan sanksi dikeluarkan dari keanggotaan FPI.

Minggu, 14 Agustus 2011

Dengan menyalin Al Quran aku bersyukur


Aljazair (Arrahmah.com) - Setelah bertahun-tahun bekerja keras ‘berperang’ melawan buta huruf, Aisyah Moheildin, wanita Aljazair berusia 70 tahun akhirnya tidak hanya dapat membaca, tetapi ia juga berhasil menulis lima salinan dari Al-Qur’an, sebagai ungkapan terima kasih pada Allah Ta’ala atas anugrah yang diberikan padanya.

“Alfabet itu terlihat seperti teka-teki bagi saya,” kata Aisyah Moheildin, yang tinggal di Blida provinsi barat daya ibukota Algiers, Al Arabiya.

Kamis, 11 Agustus 2011

Cherniyenko, Mengenalkan Nilai-Nilai Islam Sebagai Solusi Masalah Sosial Rusia


Taras Cherniyenko seperti tipikal banker muda Rusia, berpakaian rapi, berdasi, rambut pendek dan berjanggut tipis. Sambil duduk-duduk di sebuah cafe di Ulitsa Sretenka, ia menceritakan perjalanan spiritualnya, dimulai ketika masih remaja sampai akhirnya memeluk agama Islam dan menggunakan nama islami Abdul Karim.

Minggu, 31 Juli 2011

Berjilbab Tapi Telanjang

Oleh Abdul Al-Hafizh
Berjilbab tapi telanjang, sebuah ungkapan yang mungkin terlalu kasar ato bagaimana gitu. Tapi memang seperti itulah faktanya sekarang ini, begitu banyak akhwat yang berjilbab tapi mereka terkesan mempermainkan kesan jilbab tersebut tanpa memperhatikan dan memperdulikan aturan-aturan seputar jilbab tersebut.

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .