Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 06 April 2013

Pilihan Muslim Rohingya “Berlutut di Hadapan Biksu atau Mati”

Saksi mata dari kota Meiktila di pusat Myanmar menyebutkan bahwa mereka mengalami pemukulan dan penyiksaan oleh para biksu Buddha dalam tindak kekerasan terhadap Muslim dan toko-toko mereka.
Seorang saksi mata, Nurba, ibu dari dua orang anak menggambarkan penyiksaan yang dialami oleh keluarganya dan tindak pembunuhan terhadap suaminya, dimana ia manangis sambil berkata,”Massa memukuli suami saya dan saudaranya, lalu kemudian mereka dilemparkan kedalam api dan dibakar hidup-hidup.”
Nurba menambahkan bahwa umat Buddha meminta kaum muslimin untuk berlutut dihadapan para biksu, tetapi mereka menolak, bahkan polisi yang datang pun ikut memaksa mereka untuk berlutut dihadapan biksu, dan ini yang menjadi alasan mengapa mereka masih hidup sampai ini.”
Wanita Rohingya itu mengatakan,”kaum Muslimin tidak akan bersujud dan tunduk kecuali dihadapan Allah SWT dalam sholat, tapi hal ini adalah perkara hidup dan mati mereka.”
Seorang saksi mata yang lain bernama Muhammad mengatakan,”massa menyerang kami, dan saya melihat teman saya dibunuh didepan mata saya sendiri, salah satu teman saya yang bernama Abu Bakar diseret dan dipukuli lalu dibakar dan perutnya ditusuk dengan pedang.”
Muhammad mengatakan,”Massa yang menyerang kami adalah orang asing yang tidak pernah kami lihat sebelumnya, mereka berambut merah panjang.”
Muslim Rohingnya telah melarikan diri dari Genosida yang dilakukan oleh umat Buddha di Burma, hampir lebih dari enam juta muslim di Burma mengalami penganiyaan dan pengusiran, dimana pemerintah Burma mengatakan bahwa Muslim Rohingya yang dibantai adalah bukan warga negara Burma. Pernyataan itu telah menuai berbagai cercaan dan memperlihat kebohongan yang sangat nyata, karena sejarah telah mencatat bahwa Muslim di wilayah ini telah berada sejak lima abad yang lalu. Alasan dari kebohongan ini tidak lain adalah menyingkirkan kaum Muslimin dan mengurangi populasinya di Myanmar. (hr/IS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .