Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 17 April 2013

Ini Alasan Kopassus Siap Wujudkan Mimpi Jokowi

 Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Rabu, 17 April 2013 | 08:49 WIB



KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo, sesaat sebelum berkeliling markas Kopassus, di Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013).


JAKARTA, KOMPAS.com — Korps Komando Pasukan Khusus atau Kopassus siap untuk mewujudkan mimpi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam hal kebersihan Sungai Ciliwung. Salah satu bentuk dukungannya yakni dengan melaksanakan program "Green, Clean, and Healthy" atau "Jumat Bersih, Sabtu Hijau, Minggu Sehat".
Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengungkapkan, program itu adalah bagian dari pembinaan prajurit teritorial korps Kopassus. Salah satu wujud program itu adalah membersihkan sepanjang lima kilometer Sungai Ciliwung yang melintas di area Kopassus, yakni di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
"Mimpinya Pak Jokowi kan Kali Ciliwung bersih, kami siap mewujudkan itu. Kebetulan Ciliwung itu sangat jorok, sudah dua tahun kami bersihkan," ujar Agus kepada wartawan seusai menghadiri HUT ke-61 Kopassus, Selasa (16/4/2013).

Bentuk pembersihan Sungai Ciliwung, kata Agus, telah dilakukan melalui dua hal. Pertama, pengangkatan sampah melalui jaring apung. Kedua, melakukan penghijauan di sepanjang sungai yang memiliki hulu di Bogor, Jawa Barat.

Agus mengatakan, sampah-sampah tersebut dipilah dengan melibatkan unsur masyarakat setempat. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dipisahkan untuk didaur ulang. Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis juga dipisahkan untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir melalui truk angkut sampah bantuan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Agus mengakui, satu-satunya kendala program tersebut adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat. Secara khusus, dia pun meminta sang Gubernur untuk mengadakan lebih banyak tempat sampah di area permukiman yang bersinggungan dengan Sungai Ciliwung agar sampah tak berceceran.

"Kalau sudah bersih, bahkan kita bisa membuat area ekowisata di sungai itu. Akan kami buat rest area bagi masyarakat. Nanti jika ada perlombaan air nasional bisa di situ, mudah-mudahan bisa. Maka kita perlu dukungan," kata Agus Sutomo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .