"Kami ingin perdamaian dan stabilitas di kawasan ini dan ingin menunjukkan Islam itu damai," katanya.
Ia menjelaskan, pertemuan di Solo antara lain dilakukan untuk memetakan persoalan dalam mewujudkan perdamaian di Philipina Selatan.
Sementara Rektor UMS, Prof Bambang Setiaji, mengatakan, pertemuan itu merupakan satu titik terang dari serangkaian dialog panjang untuk mencari solusi atas masalah Bangsa Moro.
Ia menjelaskan, perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan Bangsa Moro sudah mengarah pada pemberian otonomi khusus karenanya pemerintah Aceh juga diundang dalam pertemuan itu untuk berbagi pengalaman tentang otonomi khusus.
red: shodiq ramadhan
sumber: Antara








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun