Pages - Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom

Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Ada-Ada Saja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ada-Ada Saja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2013

Bocah Dua Tahun Dapat Apartemen Rp63,2 Miliar!

Ilustrasi (Thinkstock)


RumahCom – Seorang ibu warga negara China membelikan apartemen di Manhattan, New York, Amerika Serikat untuk putrinya yang saat ini baru berusia dua tahun. Tak tanggung-tanggung, buat anak kesayangannya itu, sang ibu mengeluarkan uang sebesar USD6,5 juta atau setara Rp63,2 miliar!
Dilansir dari laman businessinsider.com, ini adalah pengalaman Kevin Brown, Senior Vice President di Sotheby's International, seorang pakar penjual properti nomor wahid di New York. Salah satu klien Kevin—seorang wanita China—mengatakan, ia sedang mencari properti yang berlokasi di pusat kota, sebagai persiapan saat putrinya nanti akan berkuliah di Columbia University, New York University, atau bahkan di Harvard University.

Kamis, 21 Maret 2013

Ibas Laporkan Yulianis ke Polisi, IPW: Tak Perlu Ditindaklanjuti


Jakarta (SI ONLINE) - Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas (tengah) melaporkan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis atas dugaan pencemaran nama baiknya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/3/2013). Seperti diketahui, Yulianis menyebut Ibas menerima aliran dana dari Grup Permai senilai 200 ribu dollar dalam kasus Hambalang.

Minggu, 27 Januari 2013

Pengamat: Arahkan Penculik Anak Muzdalifah Terkait ‘Teroris’, Upaya Polisi Perburuk Citra Islam


Penculik Nana-salah seorang penculik nana, anak muzdalifah-detiknews-jpeg.image
Penculik Nana (detiknews)
JAKARTA (SALAM-ONLINE): Aparat kepolisian yang menghubungkan penculik anak pengusaha Muzdalifah terkait ‘teroris’ dinilai sebagai upaya untuk menghancurkan dan memperburuk citra Islam.
“Kok diarahkan ke teroris, terus ada majalah Islam, ada dildo, itu kan sudah memperburuk Islam. Polisi itu, kalau teroris, itu pasti Islam,” kata pengamat terorisme, Laksamana Pertama TNI (Purn) Mulyo Wibisino kepada itoday, di Jakarta, Sabtu (26/1/2013).

Senin, 10 Desember 2012

Ketua Aliran Sesat LDII Doakan Tersangka Korupsi Andi Mallarangeng

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam mendatangi mantan Menpora Andi Mallarangeng dan keluarga di rumahnya, Jalan Suralaya, Nomor 3, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (9/12/2012).
Bersimpati atas status Andi yang telah menjadi tersangka dalam kasus korupsi yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pentolan LDII itu pun mendoakannya, seperti dikutip tribun.
"Kita doa bersama, kita doakan supaya beliau tabah. Pak Andi dan keluarga sehat," ujar Abdullah yang mengaku datang ke kediaman Andi sendiri. Ia juga mengaku melaksanakan doa bersama keluarga besar Andi.

Jumat, 28 September 2012

Layak DPR Menjadi Musuh Seluruh Rakyat?

Jakarta (voa-islam.com) Tak masuk akal siapapun. Di tengah masih begitu kuatnya gemuruh korupsi dan koruptor menggerogoti uang rakyat, lalu DPR akan merevisi UU KPK. Tujuan hanya satu : "Melemahkan Fungsi dan Wewenang KPK". Tidak ada yang lain.
KPK telah berani melakukan pembersihan terhadap "tikus-tikus got", yang telah menghabiskan uang rakyat. Uang rakyat hanya menjadi rebutan diantara partai-partai yang ingin menggunakan dana APBN bagi kepentingan partai.

Rabu, 26 September 2012

Dikendalikan Non Muslim, Media Group Mengidap Bias Anti Islam

JAKARTA (voa-islam.com) – Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Forum Silaturahmi Mantan (FSM) LDK Jabodetabek, pernyataan MetroTV itu meremehkan substansi tayangan mereka yang berdampak serius terhadap kegiatan kerohanian sekolah.

‘’Seolah-olah, kesalahan MetroTV sekadar kesalahan teknis yaitu tidak menyebutkan sumber infografik. Padahal, melalui tayangan itu MetroTV telah ikut memproduksi stigma negatif terhadap kegiatan kerohanian sekolah,’’ jelas juru bicara FSM LDK Jabodetabek, John Bon Bowi. (Baca: Berita Metro TV Produksi Stigma Negatif Terhadap Kegiatan Rohis)

Selain itu, John menegaskan, berdasarkan pengakuan sejumlah mantan pekerja profesional di Media Grup, lembaga penyiaran publik MetroTV dan koran Media Indonesia (MI) mengidap bias anti-Islam.

‘’Salah satu anggota FSM LDK pernah menjadi produser siaran berita di MetroTV. Karena melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemberitaan yang diskriminatif terhadap Islam, ia dibuat tidak nyaman sampai akhirnya memilih mengundurkan diri,’’ ungkap John.

Ia juga pernah mendapat pengakuan dari orang penting di Yayasan Kick Andy, yang membenarkan adanya semangat diskriminatif terhadap Islam.
...Kebetulan mereka non-muslim dan pengendali Media Grup. Para petinggi inilah yang punya peran penting mengakses berita.

Melalui akun twitter-nya, @eae18, mantan Redaktur MI Edy Effendi mengungkapkan hal itu. Ia menyebutkan, pada tahun 2000-an ketika ia masih bekerja di MI, ada empat sekawan redaksi MI yang memainkan isu agama. Mereka adalah: Andy F Noya, Saur Hutabarat, Elman Saragih, dan Laurens Tato.

‘’Kebetulan mereka non-muslim dan pengendali Media Grup. Para petinggi inilah yang punya peran penting mengakses berita. Surya Paloh tak tahu menahu, bahkan ketika beberapa kali MI kena somasi,’’ tutur Edy yang pernah mendapat beasiswa menulis ke Amerika.

Diskriminasi berdasarkan agama, lanjut Edy, meliputi pola rekruitmen karyawan sejak reporter hingga petinggi, dan kebijakan pemberitaan.

‘’Jika ada 6 reporter yang diterima, komposisinya: 2 Protestan, 2 Katolik, 2 Islam. Ini fakta, bukan fiksi. Desk redaksi yang strategis pun ditempati non-muslim, yaitu Polkam, Metropolitan, dan Mingguan,’’ papar Edy.

Setelah protes, Edy yang pernah meraih predikat Penulis Editorial Terbaik Gelombang II, dimasukkan dalam Tim Seleksi Reporter. Tapi, ‘’ujung-ujungnya di HRD (bagian personalia –Red) dijegal juga.’’

Di pemberitaan MI, editorial yang ditulis Laurens Tato menyatakan, umat Islam Indonesia tak perlu membela Palestina. Ia juga melarang pemajangan foto demo PKS di halaman 1. ‘’Pernah PKS demo besar-besaran memrotes Bill Clinton ke Indonesia. Pas rapat redaksi, Yohanes Widad, Asredpel, meminta foto jangan dipasang di hal 1,’’ ungkap Edy.
‘’Kenapa tak tegas saja, Media Grup anti-Islam,’’ tandas Edy Effendi

Meski kemudian Saur Hutabarat dan Andy F Noya tak aktif lagi di MI, namun mereka masih turut bermain di balik layar. ‘’Kenapa tak tegas saja, Media Grup anti-Islam,’’ tandas Edy Effendi yang akhirnya memilih keluar dari MI karena tak tahan lagi.

Jalan itu pula yang akhirnya diambil Sandrina Malakiano, setelah statusnya dibiarkan terkatung-katung bebrulan-bulan oleh manajemen MetroTV lantaran dia berjilbab.

Tanpa nada ‘’merengek-rengek’’, mantan penyiar utama MetroTV itu menuliskan pengalaman pahitnya bekerja di MetroTV.

‘’Segera setelah keputusan itu saya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, MetroTV,’’ tulis Sandrina di akun FB-nya, yang memutuskan untuk berjilbab sejak pulang berhaji di awal 2006.

Lebih lanjut istri Eep Saefulloh Fatah itu menuturkan:

‘’Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan MetroTV sebetulnya sudah mengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam tayangan di MetroTV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa pintu memang sudah ditutup.’’

Sebagai penyiar utama, Sandrina mengakui mendapatkan gaji yang tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya ia memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan, ia tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi MetroTV.

Yang membuatnya terkejut adalah komentar sinis atas jilbabnya dari Profesor R William Liddle dan para pengidap "Islam Liberal’’.

‘’Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan saya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan sejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan MetroTV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah ‘Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar’.’’

Sandrina sungguh terkejut, karena sikap mereka bertentangan secara diametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di tengah kemajemukan.

‘’Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung meredup dan otaknya mengkeret mengecil?’’ gugat Sandrina.

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya Sandrina mengundurkan diri dari MetroTV sejak Mei 2006.

‘’Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya,’’ tuturnya.

Dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun MetroTV, Sandrina kukuh dengan keputusannya. Dan ia membuktikan, di balik musibah itu, dirinya mendapat berkah dari-Nya. [Nurbowo]

Jumat, 14 September 2012

KAMMI: ‘JIL Lebih Bahaya dari Teroris’


Redaksi Salam-Online –
JAKARTA (salam-online.com): Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) M Ilyas menanggapi tuduhan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Guntur Romli bahwa gerakan ‘Indonesia Tanpa JIL’ sebagai teroris.
Menurut Ilyas, justru yang paling berbahaya dan merusak bangsa Indonesia itu adalah ide-ide yang disebarkan JIL yang bahkan melebihi teroris.
“JIL lebih kejam dari teroris, sebab, JIL akan merusak pemikiran generasi muda bangsa ini,” kata alumnus Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) ini kepada itoday, Rabu (12/9/2012).
Kata Ilyas, JIL yang menyebarkan ide-ide kebebasan ala barat memunculkan perilaku seks bebas dan sangat bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia. “Sekarag seks bebas merajalela, itu semua tidak terlepas dari peran JIL yang mengekor terhadap budaya barat yang salah kaprah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan, JIL itu proyek sekulerisme yang berbahaya bagi masa depan bangsa dan NKRI.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktivis JIL Muhammad Guntur Romli kembali membuat blunder. Suami aktivis liberal Nong Darol Mahmada ini menuding gerakan Indonesia Tanpa JIL sebagai teroris.
Melalui akun Twitter ‏@GunturRomli, Guntur Romli menulis: ”Di twitter, para teroris itu menulis bio-nya: Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Liberal :D . Apakah twit gini: yg nulis bio di twitter: Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Liberal adlh teroris? Tp klau mau ngaku sndiri gpp sih haha.” Parah! (itoday/salam-online.com)

Sabtu, 18 Agustus 2012

Hidayat Nurwahid: Banyak Fitnah dan Distorsi Kepada Saya dan PKS


Jakarta (SI ONLINE) - Anggota Majelis Syuro Partai keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid, menjawab semua tudingan yang dialamatkan pada dirinya dan PKS pasca keluarnya keputusan mendukung Fauzi Bowo dalam pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Menurut mantan calon Gubernur DKI Jakarta itu banyak fitnah yang diarahkan kepadanya maupun PKS terkait keputusan mendukung pasangan Foke-Nara.

Salah satu fitnah itu, kata Hidayat, terkait pernyataan bahwa dirinya maupun PKS tak konsisten. Bahkan ada salah satu anggota tim sukses pasangan Jokowi-Ahok yang menudingnya dengan kata-kata SARA, munafik. Pasalnya, di Pilkada tahun 2007 dan putaran pertama Pilkada 2012 banyak mengkritik Foke, namun malah memberikan dukungan.

"Saya kira banyak fitnah, distorsi yang ditujukan kepada saya maupun kepada PKS," kata Hidayat di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Hidayat menjelaskan, dirinya tak pernah mempermasalahkan langkah Jokowi yang maju di Pilkada DKI. Pihaknya hanya ingin kepastian dari Jokowi akan menyelesaikan tugasnya sampai 2017 jika terpilih nanti.

"Saya sudah menyatakan hal sejenis. Ketika saya dikritik bahwa saya hanya menjadikan gubernur sebagai batu loncatan untuk jabatan lain, saya dengan tegas katakan itu tidak benar. Kalau saya terpilih jadi gubernur, saya akan laksanakan amanat ini sampai tahun 2017. Deklarasi semacam inilah yang kami tunggu dari Pak Jokowi," kata Hidayat.

Mantan Ketua MPR itu mengatakan, pihaknya justru konsisten dengan apa yang dikampanyekan selama putaran pertama. Pihaknya meminta kepada pasangan Foke-Nara untuk mengakomodir program-program PKS jika terpilih kembali.

"Pak Fauzi Bowo sampaikan kesanggupannya untuk melaksanakan. Artinya yang kami kritik diakomodasi jadi program beliau. Jadi kami berikan dukungan tidak gratisan. Tapi jangan diartikan kami minta duit atau minta jabatan. Itu semua fitnah," pungkas Hidayat.

Sebelumnya, Ketua Pemuda Kebangsaan, Beathor Suryadi, dalam keterangan yang diterima redaksi Rakyat Merdeka Online, Rabu, (15/8/2012), mengatakan bahwa PKS dan Hidayat adalah munafik.

"Munafik adalah kalimat yang tepat untuk kita tudingkan kepada PKS dan Hidayat Nur Wahid. PKS menyerahkan sikap politiknya di putaran dua untuk Foke (Fauzi Bowo). Mereka menyatakan Jokowi tidak mereka pilih karena meninggalkan amanah rakyat Solo (dan) Jokowi tidak menyelesaikan tanggung jawabnya di Solo," ujarnya.

Menurut aktivis PDI Perjuangan ini, kalimat itu bagai batu di balik udang. "Bukankah bila terpilih sebagai gubernur DKI, Hidayat Nur Wahid juga meninggalkan rakyat yang memilihnya di Dapil 5 Jawa?," tanya Beathor.

Beathor juga menuding, pernyataan dukungan PKS itu disampaikan untuk menyembunyikan mahar senilai miliaran rupiah yang diterima dari Fauzi Bowo.

Red: shodiq ramadhan

Senin, 06 Agustus 2012

Website MUI Di-Hack Tim Hacker Jember


Laman (website) resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), di-deface oleh seseorang yang menamakan diri MJL 007, Jumat malam (3/8). Akibat deface, tampilan laman MUI tidak bisa diakses karena tertutup gambar seorang 'ninja' dengan tulisan kalimat tauhid di kepala berlatar belakang warna hitam.
Belum diketahui apa motivasi pelaku meng-deface laman milik lembaga pencetus fatwa itu. Pelaku deface laman MUI tidak menuliskan alasan melakukan aksinya seperti umumnya para pelaku deface.
Dia hanya menulis pesan kalimat 'JIHAD FI SABILILLAH' dalam bahasa Arab, dan beberapa kalimat pertanyaan. Di bagian bawah, ia menuliskan kelompok Jember Hacker Team.
"I can hack your site anytime, anytime I want...depend on my mood. Patch your site now" tulis si defacer.
Sampai dengan Sabtu dini hari sekitar pukul 00.39 WIB, situs yang beralamat di www.mui.or.id itu masih tertutup deface pihak yang mengaku Jember Hacker Team dengan alamat web www.jemberhacker.web.id atau www.jember-hacker.org.
Deface adalah kegiatan untuk mengganti ataupun merubah tampilan halaman depan sebuah situs (laman). Proses deface dilakukan dengan memanfaatkan lubang (hole) yang terdapat pada server tempat situs itu berada. [muslimdaily]

Jumat, 29 Juni 2012

Survei Elektabilitas Partai Islam Dinilai Menyesatkan

Jakarta (SI ONLINE) - Sekjen DPP PPP Romahurmuziy menilai hasil survei yang menunjukkan rendahnya elektabilitas Partai Islam adalah pernyataan yang menyesatkan.

"Sebenarnya itu (rendahnya elektabilitas) bukan masalah Islam atau tidak Islam. Itu masalah partai menengah yang disebabkan oleh empat hal," ujarnya di Jakarta, seperti dirilis ANTARA, Rabu (27/6/2012).

Pertama, kata Romahurmuziy, karena relatif lemah dalam kemampuan memunculkan pemimpin nasional yang berkarakter kuat. Partai-partai menengah, termasuk PPP, belum memiliki figur yang memiliki jam terbang politik memadai dibandingkan dengan partai-partai papan atas.

Kamis, 28 Juni 2012

Dianggap Ancaman, FBI Selidiki Muslim yang Aktif di militer


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, FBI saat ini sedang menyelidiki lebih dari 100 orang tersangka yang dicap ekstremis Islam yang ada di militer AS, setelah tahun 2009 adanya serangan "serigala" oleh simpatisan Al Qaidah yang menewaskan 13 orang di sebuah pangkalan militer Texas, sebuah laporan berita menyatakan Senin lalu.

Sekitar selusin kasus dianggap ancaman "serius" yang melibatkan tersangka yang diyakini secara aktif merencanakan serangan atau kontak dengan ekstrimis berbahaya, National Public Radio melaporkan.

Masuk Dalam Rok Jupe, Raffi Ahmad Kena Tegur KPI

Tak hanya Olga Syahputra, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga menyoroti aksi Raffi Ahmad saat masuk ke dalam rok artis Julia Perez dalam tayangan Pesbukers di ANTV. Kontan saja hal ini membuat Raffi dan Jupe kena semprot KPI.
Kekasih Yuni Shara ini, melalui manajernya belum mengetahui mengenai teguran yang dilayangkan oleh KPI. "Sejauh ini kita nggak mengetahui hal itu. Dia juga nggak tahu, jadi kita semua belum tahu. Jadi saya belum bisa berkomentar banyak," ujar manajer Raffi, Mira saat dihubungi wartawan, Selasa (26/6) malam.
Raffi sendiri yang berusaha ditemui usai mengisi acara Pesbukers enggan untuk menjawab pertanyaan wartawan. Dirinya lebih memilih ngacir dan masuk ke dalam mobilnya.
Dalam sebuah kesempatan malam itu, Raffi secara umum menghaturkan permintaan maafnya kepada penonton Pesbukers atas tindakan yang dianggap tak sopan itu.
"Saya juga minta maaf jika saya melakukan kesalahan yang tidak disengaja maupun sengaja. Di Pesbukers kami semua hanya manusia biasa, niat kami hanya menghibur, sekali lagi mohon maaf jika ada perlakuan atau kata-kata yang menyinggung," ujar Raffi. (kpl/adt/dew)

Selasa, 26 Juni 2012

FPI: Lecehkan Islam, Olga Tak Berhak Hidup di Bumi


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Ketua DPD FPI DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos (Habib Selon) mengatakan, Olga Syahputra telah melecehkan Islam dan tidak berhak hidup di muka bumi.

"Siapapun yang melecehkan umat islam, melecehkan agama Allah, tidak ada tempat di muka bumi, siapapun apalagi Olga. Salam jangan dibilang pengemis, ini doa. orang yang memberikan salam itu mendokan, kok dianggap pengemis, ini pelecehan agama," kata Habib Selon seperti dilansir itoday, Senin kemarin (25/6).

Habib Selon mempertanyakan status agama Olga Syahputra yang melecehkan ucapan salam itu. "Kenapa dia tidak jawab salam. Menjawab salam itu wajib. Dia itu orang Islam atau kafir. Ketua DPD FPI DKI mempertanyakan ke Olga Islam atau kafir," jelasnya.

Kata Habib Selon, FPI akan mendukung masyarakat yang mengajukan Olga Syahputra ke Komisi Penyiaran Indonesia. "FPI akan dukung masyarakat yang mengadukan Olga ke KPI," paparnya.

Habib Selon juga mengatakan, FPI tidak akan tinggal diam ulah yang dilakukan Olga Syahputra itu. "Jangan macam-macam Olga, kami tidak akan tinggal diam, sebelum Olga minta maaf kepada umat Islam," jelas Habib Selon.

Selain itu, ia juga mengkritisi gaya Olga yang kebencong-bencongan. "Orang laki-laki menyerupai perempuan, itu telah menyalahi kudrat Allah dan melanggar hukum Allah, KPI sudah menegur, FPI mendukung langkah KPI artis yang kebencong-bencongan," ungkapnya.

Kata Habib Selon, FPI juga akan mengadukan Olga Syahputra ke aparat kepolisian. "Ini sudah bisa menyangkut pelecehan agama dan bisa diajukan ke aparat penegak hukum, aparat kepolisian," pungkas Habib Selon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Olga Syahputra pada acara ‘Fesbukers’ yang tayang secara live di ANTV, Selasa (19/6). Ketika itu, artis Julia Perez menerima telepon live dari pemirsa dengan menyapa ‘Assalammu'alaikum’. Namun Olga menimpali salam Jupe dengan mengatakan, "Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu."(fq/itoday)

Tidak Terima Olga Ditegur, Penggemar Olga Syahputra Ancam Bunuh Anggota KPI


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Olga Syahputra dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas dugaan penghinaan ucapan salam umat Islam. Kasus tersebut membuat penggemar Olga mengancam bunuh anggota KPI, Ezki Suyanto.

KPI merasa terkejut saat menerima ancaman pembunuhan dari pihak yang mengaku penggemar Olga Syahputra lewat jejaring sosial, Twitter.

Ancaman tersebut ditulis lewat akun @mariaLOVEolgaSB @georgia_andrea dan @CrusEdward. Salah satu di antaranya bahkan melontarkan caci maki dan ancaman ke Ezki Suyanto, anggota Komisioner KPI.

Ezki pun membenarkan adanya ancaman kepadanya. "Iya, benar," ujarnya melalui telepon seluler, Selasa (26/6).

Penggemar Olga tersebut diduga tak terima dan marah karena KPI terlalu membatasi kreatifitas Olga tampil di layar teve.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Olga Syahputra kembali bermasalah terkait pengaduan ormas islam FPI, karena dianggap melecehkan agama dalam program acara Pesbukers, yang tayang langsung di ANTV, Selasa (19/6) lalu.

Olga bermasalah saat melontarkan candaan kepada Julia Perez yang selalu mengucapkan 'Assalamualaikum'. Berniat untuk mengundang tawa, Olga mengatakan, Loe Assalammualaikum terus ah, kayak pengemis loe'.

Olga Syahputra sendiri bungkam terkait laporan Front Pembela Islam (FPI) ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas dugaan penghinaan ucapan salam umat Islam.

Olga yang mengenakan kaos putih celana jins krem dan sepatu boot cokelat, seperti sengaja tak mau menjawab pertanyaan media, saat diminta mengklarifiaksi laporan FPI tersebut.

Presenter Dahsyat RCTI tersebut keluar dari Studio 5 RCTI sembari sibuk bicara menerima telpon menuju kendaraanya, mobil Nissan Serena abu-abu pada Selasa ini (26/6). Tidak ada sedikitpun senyuman dari wajah Olga.(fq/inilah)

Rabu, 13 Juni 2012

Pidato di Bali, Boediono Minta Waspadai Narko-Terorisme

Nusa Dua (SI ONLINE) - Rupanya fitnah narko-terorisme bakal terus digencarkan. Setelah istilah itu dikenalkan Kepala BNPT Ansyaad Mbai dan Kelahar BNN Gories Mere, kini Wakil Presiden Boediono juga mengkampanyekan hal yang sama.

Berpidato di forum International Drug Enforcement Conference (IDEC) XXIX di Nusa Dua, Boediono mengingatkan masyarakat dunia untuk mewaspadai berkembangnya kerja sama antara kartel dan sindikat narkotika dengan kelompok teroris.

"Suatu gejala yang lebih memprihatinkan dan kita semua benar-benar perlu mewaspadai adalah berkembangnya kerjasama kartel dan kelompok teroris," katanya saat membuka "International Drug Enforcement Conference" (IDEC) XXIX di Nusa Dua, seperti dirilis kantor berita ANTARA, Selasa (12/6/2012).

Dalam acara yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kepala Badan Narkotika Nasional Goris Mere serta 305 peserta dari 75 negara itu Wakil Presiden menyebutkan bahwa Indonesia berhasil melakukan beberapa operasi pemberantasan.

Ia mencontohkan, operasi gabungan beberapa negara yang melibatkan Indonesia, China, Amerika Serikat, dan Hongkong pada 25 Mei 2012 berhasil menyita satu kontainer berisi 1,5 juta butir ekstasi yang dibawa dari China ke Jakarta. "Dan bersamaan dengan itu tertangkap 10 orang anggota jaringan sindikat," katanya.

Wakil Presiden memastikan upaya pemberantasan kejahatan terkait narkotika akan terus ditingkatkan karena para produsen, distributor dan penggunanya selalu mencari alternatif baru untuk memproduksi dan mendistribusikan substansi analog narkotika dan zat psikoaktif baru.

Boediono juga mengingatkan bahwa kejahatan narkotika dilakukan melalui 'organisasi transnasional' yang merambah seluruh belahan dunia dan melibatkan banyak orang.

"Oleh karena itu kerja sama lintas negara menjadi kata kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan narkotika ini. Tidak ada satu negara pun, sendirian, dapat menangani masalah ini," tegasnya.

Menurut estimasi United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC), tahun 2009 sebanyak 149 juta hingga 272 juta orang atau sekitar 3,3 hingga 6,1 persen penduduk dunia yang berusia antara 16 sampai 64 tahun menggunakan narkotika paling sedikit sekali dalam setahun.

"Jumlah itu nampaknya terus bertambah dan melalui forum ini saya ingin menekankan bahwa Indonesia bertekat bulat untuk memberantas kejahatan yang mengancam kehidupan manusia ini dan berkomitmen penuh untuk bekerjasama dengan negara-negara lain untuk memberantasnya," demikian kata Boediono.
Red: shodiq ramadhan

Senin, 11 Juni 2012

Berita kontroversi antara Mujahidin Ansar al-Din dan MNLA beredar di media

MALI (Arrahmah.com) - Belum lama Negara Islam Azawad berdiri telah banyak ujian yang menerpa. Setelah konferensi orang-orang Arab Sekuler yang menentang Negara Islam Azawad yang akan menerapkan hukum-hukum Allah secara total, beredar kabar bahwa ada perseteruan terjadi antara Jama'ah Mujahidin Ansar Al-Din dan Gerakan Nasional Pembebasan Azawad (MNLA) - yang bergabung untuk menerapkan Syari'at Islam di Azawad.
Kabar tersebut berawal dari sebuah berita yang dipublikasikan oleh Sahara Media bahwa MNLA menyimpang dari perjanjian yang telah disepakati dengan Ansar Al-Din pada saat pendeklarasian Negara Islam Azawad.
Selain itu, laporan kontroversi lain beredar di media bahwa terjadi bentrokan antara Ansar Al-Din dan MNLA di kota Kidal.
Dalam laporan tersebut mengatakan, Muhammad Ag Mahmud seorang pejabat Ansar Al-Din mengatakan dalam sebuah wawancara melalui telepon bahwa pertempuran tersebut terjadi "setelah MNLA sepanjang pekan ini di Kidal, mengeksploitasi demonstrasi warga sipil yang digelar melawan Gerakan Islam," dan "Mereka mendorong wanita dan anak-anak untuk berdemo melawan kami, sekarang kami akan menunjukkan kepada mereka kekuatan kami."
Tetapi pejabat lainnya dari jajaran Ansar Al-Din membantah berita tersebut. Sanda Ould Boumama, juru bicara Ansar Al-Din di kota Timbuktu, membantah ketika diwawancarai melalui telepon oleh Nouakchott News Agency bahwa kabar terkait terjadinya bentrokan antara Mujahidin dari kelompoknya dan dari kelompok MNLA, tidak ada kebenaran atas informasi ini dan berita tersebut sepenuhnya palsu, seperti dilansir forum Ansar Al-Mujahidin.
Selain Sanda, Syaikh Ossa Mujahid yang dekat dengan Amir Ansar Al-Din Iyad Ag Ghali jua membantah berita Sahara Media bahwa ada bentrokan terjadi antara mereka dengan MNLA. "Tidak ada masalah apapun antara kami dengan MNLA." Menekankan bahwa antara kedua pihak masih memegang teguh perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya.
Dia menambahkan, "kami dan MNLA tidak bisa masuk ke dalam sebuah konfrontasi," menekankan bahwa "ketidaksepakatan mereka adalah kesepakatan itu sendiri."
Sheikh Ossa juga mengatakan bahwa ia memperingatkan para negara tetangga - tentu yang tidak sepakat dengan mujahidin - untuk tidak ikut campur dalam urusan internal mereka, terutama antara mereka dan MNLA. (siraaj/arrahmah.com)

Senin, 04 Juni 2012

Fans Lady Gaga Demo Tuntut Kebebasan di Depan Istana


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Fans Lady Gaga yang dikenal dengan sebutan Little Monster berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (3/6). Mereka menuntut kebebasan berekspresi di Indonesia.

Berpakaian hitam-hitam, fans pelantun Judas ini kecewa dengan pembatalan konser Lady Gaga karena Polri tidak bisa memberikan jaminan keamanan. Mereka menilai, hak kebebasan berekspresi diambil oleh orang-orang yang berkomentar buruk tentang Lady Gaga hingga Polri membatalkan konser tersebut.

Saat unjuk rasa itu, Little Monster bernyanyi dan menari di depan istana. Mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan jaminan kebebasan berekspresi dan mendesak adanya standar baku persyaratan konser agar tidak ada lagi alasan yang kesannya dibuat.

"Kami kecewa dengan pembatalan ini, karena kami telah menunggu selama empat tahun. Kami tetap menunggu Lady Gaga ke Indonesia tahun depan," kata koordinator aksi, Anggiat Sihombing kepada INILAH.COM di sela-sela aksi.

Dia menambahkan, Indonesia bukanlah negara agama jadi nilai-nilai religi tidak bisa dijadikan alasan pembatalan konser.

Sebagaimana diketahui, rencana konser Lady Gaga menimbulkan kontroversi. Sebelumnya, pemerintah telah memberikan sinyal untuk dikeluarkannya izin konser tersebut dari kepolisian. Namun, pihak manajemen Lady Gaga yang akhirnya membatalkan konser tersebut.(fq/beritajatim)

Mereka Ini Para Tamu Allah atau Hanya Plesir? (Kisah Nyeleneh Jamaah Umroh Indonesia)


Pesawat berjenis Boeing 747-400  telah melaju menembus gelapnya awan. Tidak terasa, sudah hampir lebih enam jam pesawat dengan konfigurasi double deck dan berkapasitas 506 tempat duduk ini berjalan. Jam menunjukkan hampir subuh. Para penumpang yang mayoritas adalah jamaah umroh ini masih terlihat pulas. Beberapa di antaranya masih terlihat mendengkur, bersaing dengan deru suara pesawat.
Tiba-tiba, seorang terdengar suara pramugari mengumumkan, tanda shalat Subuh telah tiba. Seorang penumpang, berbadan tinggi besar, di dereten kursi no 27 D, berdiri dan menghadap ke belakang.
“Bapak-bapak, ibu-ibu, silahkan ambil tayammum dan kita shalat subuh berjamaah,” ujarnya.
Setelah lima menit, setelah 26 penumpang di belakangnya siap, ia baru memulai menjadi imam dengan suara keras. Bahkan suara “Amin” saat ia usat membaca surah Al-Fatihah begitu keras
Meski suara makmum terdengar bergemuruh memenuhi ruang pesawat. Sebagian besar di antara mereka tetap menikmati tidur. Beberapa di antaranya ada yang tergugah dan cepat-cepat mengikuti shalat begitu mendengar suara keras “amin” dari makmum. Sebagaian, bahkan menarik selimutnya dari terpaaan Air Conditioner (AC).
Pria tinggi besar itu adalah Ahmad Rosyidin. Seorang pembimbing umroh dan haji dari Mihrob Qolbi, Jakarta, yang saat itu sedang membawa jamaah umroh sebanyak 26 orang.
Lebih 30 menit berlalu,  awak kabin yang tampil wangi dan rapi (yang wanita menggunakan jilbab) datang membawa makanan. Menarik, karena tiba-tiba, jamaah yang tadi terlihat tidur pulas, tiba-tiba bangun dan memesan makanan.
Dua jam setelah awak kabin membersihkan sisa makanan dan menarik selimut, ia mengumumkan sebentar lagi, pesawat akan mendarat.
“Sebentar lagi kita akan mendarat di Bandara Cengkareng. Silahkan memasang sabuk pengaman dan menegakkan  sandaran kursi,” ujarnya.
Hingga pesawat landing dengan mulus tepat pukul 08.15 pagi waktu Indonesia, banyak penumpang terlihat belum shalat subuh. Hingga akhirnya semua penumpang bersiap turun. Sebagian menyalakan handphone dan Blakcberry (BB) masing-masing.
Seorang jemaah muda, berteriak dengan kencang. “Chelsea menang 4:3,” ujarnya pada kerabatnya di bangku belakang.
Rupanya, ia baru saja membuka berita dari sebuah situs online, pertandingan memperebut trofi Liga Champions antara Chelsea dengan Bayern Munich dalam drama adu penalti.
***
Bukan Semata Bisnis
Pemandangan seperti ini bukan sesuatu yang aneh bagi jamaah haji atau umroh asal Indonesia.Tak sedikit jemaah asal Indonesia tidak paham adab dan hukum-hukum memasuki tanah haram. Yang menyedihkan, banyak di antara mereka tak bisa membedakan kehadirannya di Kota Suci Makkah al Mukarramah dan Madinah  al Munawwarah karena panggilan Allah Subhanahu Wata’ala semata.
Pernah di sebuah media nasional, jamaah haji di seluruh dunia dikejutkan dengang nada dering dari handphone seorang jamaah asal Indonesia yang yang kala itu sedang thawaf. Bukan apa-apa, kala itu, nada deringnya berbunyi keras dengan nada lagu “goyang dombret” di dekat Ka’bah.
Kasus seperti ini diakui  Sholeh (bukan nama sebenarnya). Mahasiswa tahun kedua di Universitas Ummul Quro’ Saudi Arabiyah ini menuturkan, dirinya kadang bersedih melihat tingkah-pola jamaah haji dan umroh asal Indonesia. Pria yang mengaku telah dua tahun menjadi pembantu pembimbing jamaah haji dan umroh ini mengeluh, karena seringnya ia mendapat pertanyaan dari warga Saudi atau warga asing yang beribadah di tanah suci tentang kejanggalan dan hal-hal yang dinilai aneh tentang warga Indonesia.
Pernah dalam perjalanan umroh di tahun 2009, dia hampir dibuat malu oleh salah satu jamaahnya, kebetulan istri seorang pejabat di Jakarta, berangkat ke Masjid Haram Makkah dengan dandanan menor.
“Dari hotel, dia sudah mengenakan pakaian (maaf) menor dan memperlihatkan lekuk-tubuhnya,” ujarnya mengenang.
Hal-hal lain yang juga sering membuatnya malu dan membuat ia sering diledek warga lokal (Saudi), adalah jamaah umroh yang dengan gaya penuh menggoda saat menawar barang-barang di toko atau di di jalan sepulang dari shalat di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram.
“Padahal, bagi warga Saudi, adalah aib besar, seorang wanita menawar dengan gaya seperti itu.Apalagi tanpa mahram.”
Akibat ulah jamaah itu, ia sering dibuat malu. Sehingga orang-orang Arab dan Timur Tengah punya kesan, wanita-wanita asal Indonesia itu gampangan.
Ya shodiq, mereka ini Tamu Allah atau plesir?”, begitu seorang teman Arab nya pernah bertanya tentang perilaku jamaah asal Indonesia.
Sholeh menilai, dari pengalamannya menjadi pembantu pembimbing, dua hal yang menyebabkan itu terjadi. Pertama, banyak jamaah kurang paham tentang; adab, akhlaq, sikap dan fikih (hukum)  ketika mereka datang ke Kota Suci. Kedua, kurangnya pembimbingan yang memadai dari perusahaan pemberangkatan jamaah haji dan umroh (KBIH), tentang untuk apa dan bagaimana seharusnya datang ke Tanah Suci.
Berdasarkan pengalaman itulah, Ahmad Rosyidin dari Mihrob Qolbi mengakui, menejemen di KBIH nya sepakat dalam urusan mengantar jamaah haji dan umroh yang “tidak biasa”. “Tidak biasa” yang dia maksud adalah melayani jamaah haji dan umroh tidak semata-mata bisnis, tapi ada sisi lain, yakni  berhidmat membantu jamaah mendapatkan sesuatu dalam perjalanan memenuhi panggilan Allah SWT tersebut.
“Salah satu aqad perjanjian yang kami rasakan paling berat saat menjadi pembimbing adalah pasal di mena mengatakan bahwa sah dan tidaknya ibadah jamaah itu ada di tangan pembimbing,” ujar Rasyidin.
Karena itulah, Rasyidin mengaku, sejak sebelum berangkat, sampai pada perjalanan pertama hingga akhir, jamaahnya terus mendapat bimbingan dan ada evaluasi yang ketat. Khususnya menyangkut adab, tata-krama di Kota Suci hingga masalah-masalah menyangkut fikih ibadah. Bahkan yang menarik, bimbingan dan pembinaan ruhani ini terus dilakukkan, sampai jamaah pulang ke tanah air.
Ia megakui, selama beberapa kali mengantar jamaah, belum ada sikap aneh-aneh dari jamaahnya saat menjadi Tamu Allah. Menurutnya, ini terjadi karena bimbingan dan pengawasan dilakukan terus-menerus. Bukan apa-apa, hal-hal kecil sangat diperhatikan. Termasuk tentang adab dan akhlak saat masuk ke tanah suci, tentang cara berpakaian, perilaku menghadapi pedagang saat belanja dll.
Ia pernah memperhatikan kasus lucu sekaligus menyedihkan. Di mana ia mendapati seorang jamaah umroh dari KBIH tertentu yang berbisik pada temanya, jika ia masih menggunakan celana dalam saat masih menggunakan pakaian ihram. Ada juga yang lain, beberapa jamaah asal Indonesia melakukan sa’i di Sofa dan Marwah menggunakan baju biasa.
Rosyidin khawatir, kasus-kasus seperti itu akan  terus terjadi jika semua yang berkaitan dengan masalah haji dan umroh sekedar urusan bisnis. Padahal seharusnya tidak begitu.
“Kami menilai, haji dan umroh ini kan urusan dengan Allah, namanya saja mereka di sebuh sebagai tamu Allah. Karena itu, seharusnya, urusan haji dan umroh  tidak semata-mata hanya urusan bisnis, tapi ada faktor lain, yakni, ibadah. Yakni, bagaimana bisa beramal untuk mengantar orang memenuhi panggilan Allah secara sempurna agar ketika pulang, ibadahnya benar-benar mabrul dan makbul,” tambah Rasyidin yang mengaku pernah menjadi “ajudan” dai kondang, KH Abdullah Gymnastiar atau akrab dipanggil Aa Gym ini.
Sebut saja Abdul Rasyid (54),  seorang pejabat di seuah institusi pemerintahan di Jakarta mengakutelah puluhan kali haji (apalagi umroh). Selama itu pula, ia sering berganti KBHI dan pembimbing haji.
Dari pengalamannya itu, mantan aktivis masjid kampus ini mengakui, sedikitperusahaan jasa penyelenggara haji dan umroh yang secara ketat mengawasi dan melayani jamaahnya dalam urusan ibadah. Umumnya, begitu tiba di Tanah Suci, pihak pembimbing melepas begitu saja jamaahnya, seolah-olah mereka itu sudah paham semua.
“Saya menemui seorang yang ketika hampir pulang, dia tidak bisa membedakan mana Raudah dan makam Nabi,” ujarnya saat saya temui di sebuah hotel di depan Majidil Haram.
Ada pula yang menurutnya sudah umum terjadi, baik jamaah haji atau umroh. Jika sudah pulang dan berada di Bandara Jeddah, semua perilaku dan dandanan aslinya tatkala di Tanah Air, muncul kembali.Seolah mereka lupa baru saja menghadap Allah.
“Kalau sudah di Bandara, bisa kita lihat tuh gaya aslinya. Tadinya rapi menutup aurat, langsung tampil seronok kembali. Bahkan tadinya khusu’ di masjid, belum satu hari, di  pesawat saja sudah tidak sholat.”
Karenanya, Abdul Rasyid menyarankan para calon jamaah memilihi KBIH dan pembimbing yang benar. Bukan apa-apa, alangkah sia-sia nya mengeluarkan uang, tetapi sesungguhnya ibadah kita belum tentu di terima.
“Kasihan kan, sudah keluar uang banyak, taunya ibadahnya banyak yang batal alias tidak diterima. Udah gitu, kita ke sono (Tanah Suci) kan menghadiri undangan Allah. Rugi jika kehadiran kita justru hanya sekedar plesir, gak dapat apa-apa,” ujarnya.*
Ahmad Sunan
[Alhamdulillah beberapa kali ditakdirkan bisa menjadi tamu Allah di Tanah Suci]

Minggu, 27 Mei 2012

MUI Terlalu Jauh Terlibat Terkait Konser

Medan (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat disayangkan terlibat terlalu jauh dari pro dan kontra konser musik di tanah air, terutama rencana penampilan Lady Gaga yang hangat diperbincangkan.
"Lady Gaga terlalu kecil untuk direspons MUI," kata pengamat sosial politik dari IAIN Sumut Ansari Yamamah di Medan, Minggu.
Sebagai institusi, kata Ansari, MUI merupakan lembaga yang sangat terhormat dan menjadi panutan bagi umat Islam di Indonesia.
Dengan nama besar institusi tersebut, sangat disayangkan jika MUI terlibat terlalu dalam terhadap hal-hal yang kecil, termasuk rencana konser Lady Gaga.
Jika konser Lady Gaga dinilai dapat membawa pengaruh buruk bagi generasi muda atau umat Islam, mungkin MUI hanya perlu mengeluarkan nasihat agar umat Islam tidak menontonnya.
Namun MUI diharapkan tidak ikut terlibat terlalu jauh atau ikut berdebat dengan kelompok yang menginginkan konser tersebut dapat berlangsung.
"Jangan terlibat terlalu dalam. Nanti wibawa MUI bisa jatuh," katanya.
Menurut dia, keterlibatan terlalu jauh dalam pro-kontra tersebut dapat menyebabkan MUI berbenturan dengan pemerintah, khususnya institusi kepolisian yang memiliki kewenangan dalam perizinan.
"Jika polisi nantinya memberikan izin, bagaimana sikap MUI?," katanya.
Tanpa bermaksud membela atau menyetujui konser Lady Gaga, Ansari menyatakan penampilan artis kontroversial itu mungkin hanya satu kali di Indonesia.
Jika memang ingin terlibat lebih jauh, MUI lebih baik menyikapi penampilan artis nasional yang tidak kalah memberikan pengaruh negatif bagi generasi muda di tanah air.
"Artis dan tayangan televisi kita juga banyak yang mengajarkan pornografi. Lebih baik itu yang disoroti," kata Ansari.
"Mungkin, sudah saatnya MUI lebih fokus pada pemberdayaan dan mencerdaskan umat," katanya menambahkan.(rr0

Rabu, 23 Mei 2012

Buku Bacaan Sumbangan Kementerian Agama Bergambar Nabi Muhammad Beredar di Solo

Sebuah buku cerita yang ditujukan untuk bacaan anak Sekolah Dasar (SD) menggegerkan warga Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, buku berjudul 'Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi' itu memuat ilustrasi gambar visualisasi Nabi Muhammad SAW.

Buku cerita bergambar itu ditemukan saat salah satu siswa SD di Solo meminjam buku tersebut di perpustakaan sekolah.
Diketahui, buku itu juga merupakan bantuan dari Kementerian Agama karena di dalamnya terdapat stempel yang bertuliskan bantuan dari Kemenag.

"Anak saya kemudian cerita kalau dia pinjam buku di perpustakaan, tetapi ada gambarnya Nabi (Muhammad SAW). Setelah saya cek, ternyata memang ada gambar ilustrasi Nabi Muhammad," kata salah satu wali murid, Budi Rahayu, di Solo, Selasa (22/05) seperti dikutip dari Republika.

Budi Rahayu menjelaskan, isi dari buku tersebut sebenarnya tidak ada masalah dan bagus, karena menceritakan masa kecil para Nabi. Tetapi pada bagian yang menceritakan kisah Nabi Muhammad, terdapat gambar ilustrasi meskipun tidak ditampilkan secara utuh.
Dalam buku setebal 52 halaman tersebut dikisahkan kehidupan masa kecil 11 nabi, dan di bagian akhir yaitu halaman 43 hingga 48 mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Pada bagian ini terdapat lima ilustrasi gambar yang menggambarkan kehidupan masa kecil hingga masa remaja Nabi Muhammad.

Gambar di halaman 43 terdapat gambar bayi sedang digendong seorang perempuan, yang mengilustrasikan masa bayi Nabi Muhammad di gendongan Ibundanya. Di depan gambar bayi diberi tulisan 'Muhammad' dalam huruf Arab.
Di halaman 44 nampak gambar anak lelaki kecil menggembala kambing, yang menunjukkan masa kecil Nabi Muhammad ketika dalam asuhan Halimah Assa'diyah. Gambar utuh itu lalu ditimpa tulisan 'Muhammad' dalam huruf Arab, namun masih kelihatan jelas bagian dari seluruh rambut, jidat, mata, hingga bagian hidung. Sedangkan di bagian bawah terlihat jelas jubahnya.

Gambar halaman 46, menunjukkan seorang lelaki kecil diantara dua lelaki dewasa yang merupakan ilustrasi peristiwa pembedahan dada Nabi Muhammad oleh dua malaikat di perkampungan Bani Sa'd. Dalam gambar itu gambar lelaki kecil ditimpa tulisan 'Muhammad' dalam huruf Arab ukuran besar di bagian atas namun masih terlihat jelas bagian kedua kakinya.

Gambar yang terdapat di halaman 48 adalah ilustrasi ketika Nabi Muhammad bertemu Buhairah, seorang pendeta ahli kitab yang sedang membuktikan tanda-tanda kenabian dalam diri Nabi Muhammad. Pada gambar itu di bagian kepala ditimpa tulisan 'Muhammad' dalam huruf Arab, sedangkan di bagian badan tetap terlihat utuh.

Buku itu disusun N. Khasanah RA dan diterbitkan Nobel Edumedia yang beralamat di Jalan Rawagelam III kawasan industri Pulogadung, Jakarta. [muslimdaily]

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .