Sebagai institusi, kata Ansari, MUI merupakan lembaga yang sangat terhormat dan menjadi panutan bagi umat Islam di Indonesia.
Dengan nama besar institusi tersebut, sangat disayangkan jika MUI terlibat terlalu dalam terhadap hal-hal yang kecil, termasuk rencana konser Lady Gaga.
Jika konser Lady Gaga dinilai dapat membawa pengaruh buruk bagi generasi muda atau umat Islam, mungkin MUI hanya perlu mengeluarkan nasihat agar umat Islam tidak menontonnya.
Namun MUI diharapkan tidak ikut terlibat terlalu jauh atau ikut berdebat dengan kelompok yang menginginkan konser tersebut dapat berlangsung.
"Jangan terlibat terlalu dalam. Nanti wibawa MUI bisa jatuh," katanya.
Menurut dia, keterlibatan terlalu jauh dalam pro-kontra tersebut dapat menyebabkan MUI berbenturan dengan pemerintah, khususnya institusi kepolisian yang memiliki kewenangan dalam perizinan.
"Jika polisi nantinya memberikan izin, bagaimana sikap MUI?," katanya.
Tanpa bermaksud membela atau menyetujui konser Lady Gaga, Ansari menyatakan penampilan artis kontroversial itu mungkin hanya satu kali di Indonesia.
Jika memang ingin terlibat lebih jauh, MUI lebih baik menyikapi penampilan artis nasional yang tidak kalah memberikan pengaruh negatif bagi generasi muda di tanah air.
"Artis dan tayangan televisi kita juga banyak yang mengajarkan pornografi. Lebih baik itu yang disoroti," kata Ansari.
"Mungkin, sudah saatnya MUI lebih fokus pada pemberdayaan dan mencerdaskan umat," katanya menambahkan.(rr0








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun