Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 17 Mei 2012

Pembina GUMAM: Selamatkan Generasi Muda dari Idola yang Menyesatkan

Jakarta (SI ONLINE) – Di zaman edan ini, artis porno Lady Gaga menjadi idola. Bagaimana tidak, konser yang akan direncanakan tanggal 3 Juni 2012 tiga bulan sebelumnya tiketnya sudah ludes dibeli pemuda-pemudi Jakarta. Untungnya berdasarkan pertimbangan yang matang, aparat Mabes Polri telah melarang pergelaran konser tersebut.

“Bagus dan benar. Memang Polri harus cerdas dan tegas terhadap apapun yang berpotensi merusak moral generasi muda”, kata Pembina Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM), Ummu Hafidz, dalam pesan singkat yang diterima Suara Islam Online, Rabu (16/5/2012).

Bukan hanya itu ia juga mengatakan bahwa melindungi agama dan moral rakyat juga merupakan tugas pemerintah “Polri berada di garis depan dalam penegakan hukum terhadap siapa saja yang bisa merusak agama dan moral rakyat,” katanya.

Begitu juga dengan Lady Gaga yang merusak agama dan moral bangsa. Ummu Hafidz menyebut Lady Gaga sebagai setan Gaga yang merupakan ikon seks bebas dan dengan gaya hidup yang benar-benar bebas ini perlu dijauhi.

“Lady Gaga memang lebih pantas disebut Setan Gaga berbentuk manusia. Semua yang melekat pada dirinya, baik pakaian, dandanan, asesoris, ucapan, fikiran, dan gaya hidupnya benar-benar bebas tanpa batas. Dia ikon seks bebas. LGBT (lesbian, gay, biseks, transgender), pornografi bahkan menjadi sekste pemuja setan Yahudi,” katanya.

Berkaitan konser Lady Gaga, Ummu Hafidz mengajak umat Islam untuk terus mengwal Polri agar konsisten dengan pelarangannya. “Kita harus terus mengawal Polri untuk tetap berani menolak konser itu," pungkasnya.

Rep: Mesyah Achreini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .