
Laporan terbaru menyebutkan bahwa wilayah dengan populasi Muslim di Australia utara teridentifikasi sebagai hotspot teror potensial dan diletakkan di bawah pengawasan polisi, yang mana hal ini yang memicu badai kemarahan untuk stigma ke seluruh masyarakat Muslim, The Herald Sun melaporkan Kamis kemarin (17/5).
"Itu membuat hidup saya sulit karena ketika saya memberitahu orang-orang saya seorang Muslim mereka memiliki kesan bahwa Muslim adalah teroris," kata Muslim mualaf Tony Vlahos.
Herald Sun mengungkapkan Rabu lalu bahwa polisi Australia telah mengidentifikasi pinggiran kota utara di Melbourne sebagai wilayah hotspot "potensial" aktivitas teroris.
Hal ini juga menemukan bahwa komunitas Muslim di pinggiran kota utara Melbourne telah dimasukkan ke dalam pengawasan polisi untuk masalah keamanan.
"Daerah saya, memiliki konsentrasi tinggi warga Australia yang beragama Islam, adalah daerah yang menarik bagi polisi federal dan ASIO, terutama segera setelah terjadinya 11 September," kata anggota parlemen dari partai Buruh Maria Vamvakinou.
"Kebanyakan orang yang tinggal di Broadmeadows, mereka mungkin berlatar belakang Muslim, tetapi mereka kebanyakan menjalani kehidupan seperti warga biasa."
Jaksa Agung federal telah mengkonfirmasi bahwa beberapa tempat telah diidentifikasi sebagai tempat potensial berkembang biaknya bagi pelaku terorisme.
Namun mereka menolak menyebutkan nama daerah secara spesifik.
Vamvakinou sendiri mengatakan seluruh daerah berpopulasi banyak warga Muslim telah berada di bawah pengawasan.
Namun informasi ini telah menarik kecaman dari Muslim Australia untuk stigma minoritas secara keseluruhan.
"Jenis orang yang melakukan tindakan teroris tentu tidak mewakili kami," kata Vlahos, yang masuk Islam 11 tahun lalu.
"Kita tidak harus diberi label atas tindakan mereka."
Muslim Australia Mohamed Elrafihi, yang tinggal di daerah itu, mengatakan pengawasan telah menstigma semua Muslim di Australia.
"Ini hanya akan memperkuat anggapan bahwa Muslim adalah teroris atau ancaman bagi masyarakat yang lebih luas dan mereka harus diawasi sehingga mereka dapat dikendalikan," ujarnya.
Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari 20-juta penduduknya.
Pada era 9/11, Muslim Australia telah dihantui dengan kecurigaan dan patriotisme mereka telah dipertanyakan.
Sebuah jajak pendapat 2007 yang diambil oleh lembaga think tank Australia menemukan bahwa warga Australia pada dasarnya melihat Islam sebagai ancaman terhadap cara hidup penduduk Australia.
Sebuah laporan pemerintah baru-baru mengungkapkan bahwa umat Islam menghadapi Islamofobia mendalam tidak seperti sebelumnya.(fq/oi)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun