"Kita minta betul kepolisiian untuk panggil promotor. Kenapa dia jual tiket, padahal izin belum turun?," kata anggota Komisi III Ahmad Yani saat menerima delegasi FUI di ruang Komisi III DPR, Selasa sore (22/5/2012) kemarin.
Ahmad Yani mewakili fraksinya mengatakan PPP secara tegas menolak kedatangan Lady Gaga. FPPP, kata Yani, telah mengirim surat penolakan itu kepada Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Yani menegaskan partainya tidak ingin negeri ini menjadi keranjang sampah kebudayaan rusak dari luar. "Kita harus berkepribadian dalam berkebudayaan", katanya.
Kedatangan Gaga ke Jakarta, kata Yani, sebenarnya paradoks dengan upaya yang tengah dilakukan anggota MPR yang sedang membangun karakter bangsa. Kedatangan Gaga justru membawa misi sebaliknya, menghancurklan karakter bangsa, terutama generasi muda.
Yani juga menegaskan kedepannya seluruh pertunjukan yang mempertontonkan pornografi dan erotisme tidak boleh ada lagi di Indonesia. "Pemerintah harus menutup tontonan-tontonan seperti di TV baik artisnya dari Timur, Barat, Tengah maupun Lokal. Ini bukan kebebasan berekspresi," jelasnya.
Seperti diketahui rencana kedatangan Lady Gaga ke Indonesia dipromotori oleh Big Daddy Entertainment. Bos perusahaan ini adalah Michael Rusli.
Rep: shodiq ramadhan








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun