Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 20 Mei 2012

Polisi ngotot tak keluarkan izin konser Lady Gaga(l)

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya tetap berkukuh pada keputusannya untuk tidak mengeluarkan izin konser penyanyi asal Amerika Serikat, Lady Gaga. "Keputusan kami tidak akan berubah," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, seperti yang dilansir Tempo, Sabtu kemarin (19/5).
Promotor Big Daddy menawarkan sejumlah kompromi busana Lady Gaga agar konser tetap dapat terselenggara. Presiden Direktur Big Daddy Michael Rusli mengatakan perusahaannya telah berkoordinasi dengan manajemen Lady Gaga untuk mengubah penampilannya. Pendapat politikus Senayan, pejabat, dan tokoh masyarakat pun terbelah. Ada yang mendukung dan menolak konser.
Menurut Rikwanto, terlepas adanya pendapat-pendapat itu, institusinya menyatakan tetap tak akan mengeluarkan izin. "Mabes yang memutuskan memberikan izin atau tidak,” ujarnya. “Polda tetap dengan surat rekomendasi awal.”
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan Polri masih menganalisis rencana konser Lady Gaga "The Born This Way Ball Tour" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3 Juni 2012.
Namun Djoko mengaku telah bicara kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo agar menggunakan asas demokrasi sehingga perlu ditempuh kebijakan kompromi dengan semua pihak terkait. "Misalnya diberlakukan persyaratan, seperti penampilannya harus sesuai dengan sosial budaya masyarakat Indonesia, syair dan lagunya harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat, tata panggungnya, dan geraknya, semua itu harus dibicarakan secara baik dan tertulis dalam suatu perjanjian," ujarnya.
Lady Gaga, penyanyi yang mendunia berkat hitnya, Poker Face dan Born This Way, ini rencananya menggelar pertunjukan di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Juni 2012. Namun konsernya banyak ditentang oleh sejumlah ormas, pejabat, dan tokoh masyarakat karena penampilannya yang dianggap vulgar dan tidak sesuai dengan budaya Timur. (eramuslim/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .