Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 23 Mei 2012

2 Warga Muslim Ambon Ditikam Warga Kristen, 1 Tewas dan 1 Luka Parah

AMBON (voa-islam.com) - Kondisi kota Ambon yang belum sepenuhnya kondusif pasca bentrokan yang dipicu pawai obor Pattimura (15/05/2012) kini kembali terusik dengan peristiwa penikaman  terhadap warga Muslim oleh warga Kristen di Terminal Mardika, Ambon.
Keterangan yang berhasil dihimpun oleh voa-islam.com peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (20/05/2012) pukul 06.00 WIT.
Warga Muslim Ambon Korban penikaman bernama Ismail Marasabessy, mengalami luka tusuk pada bagian bawah rusuk dekat jantung. Korban akhirnya meninggal akibat pendarahan. Jenazah Ismail Marasabessy yang sempat disemayamkan di Rumah Sakit Al Fatah akhirnya diambil oleh keluarganya untuk selanjutnya dimakamkan di Desa Kailolo, Maluku Tengah.
Korban kedua bernama Aziz Tuanany yang mengalami luka-luka yang cukup parah pada bagian perutnya dan masih mengalami perawatan intensif di Rumah Sakit Al Fatah Ambon.
Kakak Korban Ismail Marasabessy yang bernama Anwar Marasabessy mengatakan bahwa keluarga korban tidak tahu apa latar belakang penikaman yang menimpa adiknya. "Kami tidak tahu apa motif dari penikaman, sebab yang kami tahu pelaku adalah orang kafir dan saksi mata masih dalam keadaan koma," tuturnya.
Tidak lama setelah kejadian, polisi berhasil menangkap salah seorang pelaku yaitu Yani Kalibongso, pelaku beragama Kristen. Pelaku lain yang merupakan Kakak dari Yani yaitu Stevy Kalibongso sempat buron namun akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi pada sore hari.
Peristiwa penikaman tersebut sempat membuat ketegangan di tempat kejadian yaitu di Terminal Mardika Ambon. Terminal pun tampak sepi dari angkutan umum  dan dari pedagang kaki lima.
Namun demikian sampai berita ini ditulis tidak nampak ada konsentrasi massa ataupun gangguan Kamtibmas di kota Ambon. Di beberapa pemukiman Kristen dari mulai desa Passo, Lateri, Hative, Halong sampai Galala  pada pukul  pada pukul 17.30 WIT  juga biasa saja,  hanya saja sepanjang jalan tampak lebih sunyi dari biasanya. Kumpulan massa juga tidak nampak baik di pemukiman muslim maupun di pemukiman Kristen.
Dengan tertangkapnya pelaku penikaman maka keluarga korban berharap agar pelaku diproses secara adil sesuai hukum. "Kami keluarga korban mengharap agar pelaku dihukum berat," ujarnya. [AF]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .