
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom
Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.
BIADAB LA'NATULLAH
Blogger templates
Proyek Pencetakkan Al-qur'an
Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta
Jadwal Sholat
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]
Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda
Silakan Pesan
Senin, 15 Oktober 2012
Datangi Kemenag, Ormas Islam Protes Amirul Haj LDII

Minggu, 03 Juni 2012
Mendambakan Sosok Ulama Penerus Para Nabi
Ulama merupakan nikmat Allah kepada penduduk bumi. Mereka adalah cahaya kegelapan, pemberi petunjuk, dan hujah Allah di muka bumi. Karena mereka pemikiran sesat tersingkirkan dan kerena mereka keragu-raguan yang ada dalam hati dan jiwa tertepiskan. Mereka adalah musuh setan, penerang iman dan penyangga umat. Perumpamaan mereka di muka bumi seperti bintang dan bulan di langit, dengannya mereka menerangi gelapnya hidup, baik di daratan maupun di lautan. Jika bintang bersinar dan kegelapan tersingkap, maka merekapun dapat melihat.
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan ulama di muka bumi adalah seperti bintang-bintang di langit, yang dengannya menerangi kegelapan di daratan dan lautan. Maka jika bintang itu tenggelam, hampir-hampir petunjuk pun menyesatkan.” (HR Ahmad bin Hambal)
“Sesungguhnya segala makhluk yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan di air, memintakan ampunan untuk orang alim. Keutamaan orang alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang. Sesungguhnya ulama adalah penerus para Nabi.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi)
Rasulullah Saw juga bersabda ketika diceritakan kepadanya dua orang, yang satu ahli ibadah dan satunya orang alim:
“Keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan saya atas orang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya Allah, Malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hingga semut di dalamlubangnya, dan hingga ikan di dalam air, mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)
Semua keutamaan itu dimiliki para ulama yang mengamalkan ilmunya, yang berani menyuarakan kebenaran, yang cinta kebaikan, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang munkar, yang kritis kepada para penguasa dengan senantiasa memberikan nasihat kepada mereka, yang rela bangun malam demi kemaslahatan kaum Muslimin, menjag urusan umat, tabah menerima segala cobaan dan kesulitan dalam menjalankan semua tugas-tugas itu.
Memang, semua kemuliaan itu hanya diberikan kepada para ulama yang menjaga Islam, yang merasa nyaman berteduh di bawah Islam, yang menyeru para penguasa untuk menerapkan Islam dengan jujur dan berani, yang berhias dengan akhlak para Rasul. Maka tugas mereka adalah mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah, dengan mengatakan kepada orang-orang zalim bahwa kalian telah berbuat zalim, berkata kepada orang-orang yang berbuat kerusakan bahwa kalian telah berbuat kerusakan, dan berkata kepada orang-orang yang berbuat maksiat bahwa kalian telah berbuat maksiat. Mereka memperbaiki kerusakan dan meluruskan kebengkokan, tidak takut kepada siapapun, dan tidak takut kepada hinaan. Mereka mengatakan kepada semua manusia –baik penguasa maupun rakyat- mari kita menaapak jalan Islam, jalan keselamatan, yaitu jalan Allah yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji.
Para ulama tidak takut kepada para penguasa yang bengis dan kejam, karena mereka beriman kepada sabda Rasul dan Nabi mereka, Muhammad saw, yang diriwayatkan Imam Husain bin Ali ra, :
“Barangsiapa melihat penguasa lalim, yang menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah, melanggar janji Allah, menentang sunnah Rasulullah, melakukan dosa dan permusuhan terhadap hamba allah, lalu dia tidak mengubah dengan perkataan ataupun perbuatan, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam tempat masuk mereka.” (diriwayatkan oleh Ath-Tabari dalam At-Taarikh)
Mereka tidak mendiamkan kebenaran yang harus disuarakan, tidak menyembunyikan hukum syariat atau permasalahan baiik yang berkaitan dengan maslahat umat, masalah pemerintahan, maupun tindakan para penguasa. Karena mereka percaya kepada firman Allah:
Sesungguhnya orang-orang yang mnyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati, (QS. Al Baqarah [02]: 159)
Juga firman Allah Swt: dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," (QS. Ali Imran [03]: 187)
Kemudian sabda Rasulullah saw: “Orang yang tidak menyuarakan kebenaran adalah setan bisu.”
Mereka adalah para ulama yang berhak menyandang nama yang penuh berkah itu, sebagaimana Islam menyifati mereka dan sebagaimana diinginkan Allah untuk menjaga Kitab dan agama-Nya, serta sebagaimana Rasulullah meridai mereka menjadi pewarisnya dalam menyampaikan risalah-Nya kepada manusia. Wallahua’lam. (msr)
Sabtu, 19 Mei 2012
Stigma Teroris telah Mengganggu Muslim Australia

Laporan terbaru menyebutkan bahwa wilayah dengan populasi Muslim di Australia utara teridentifikasi sebagai hotspot teror potensial dan diletakkan di bawah pengawasan polisi, yang mana hal ini yang memicu badai kemarahan untuk stigma ke seluruh masyarakat Muslim, The Herald Sun melaporkan Kamis kemarin (17/5).
"Itu membuat hidup saya sulit karena ketika saya memberitahu orang-orang saya seorang Muslim mereka memiliki kesan bahwa Muslim adalah teroris," kata Muslim mualaf Tony Vlahos.
Herald Sun mengungkapkan Rabu lalu bahwa polisi Australia telah mengidentifikasi pinggiran kota utara di Melbourne sebagai wilayah hotspot "potensial" aktivitas teroris.
Hal ini juga menemukan bahwa komunitas Muslim di pinggiran kota utara Melbourne telah dimasukkan ke dalam pengawasan polisi untuk masalah keamanan.
"Daerah saya, memiliki konsentrasi tinggi warga Australia yang beragama Islam, adalah daerah yang menarik bagi polisi federal dan ASIO, terutama segera setelah terjadinya 11 September," kata anggota parlemen dari partai Buruh Maria Vamvakinou.
"Kebanyakan orang yang tinggal di Broadmeadows, mereka mungkin berlatar belakang Muslim, tetapi mereka kebanyakan menjalani kehidupan seperti warga biasa."
Jaksa Agung federal telah mengkonfirmasi bahwa beberapa tempat telah diidentifikasi sebagai tempat potensial berkembang biaknya bagi pelaku terorisme.
Namun mereka menolak menyebutkan nama daerah secara spesifik.
Vamvakinou sendiri mengatakan seluruh daerah berpopulasi banyak warga Muslim telah berada di bawah pengawasan.
Namun informasi ini telah menarik kecaman dari Muslim Australia untuk stigma minoritas secara keseluruhan.
"Jenis orang yang melakukan tindakan teroris tentu tidak mewakili kami," kata Vlahos, yang masuk Islam 11 tahun lalu.
"Kita tidak harus diberi label atas tindakan mereka."
Muslim Australia Mohamed Elrafihi, yang tinggal di daerah itu, mengatakan pengawasan telah menstigma semua Muslim di Australia.
"Ini hanya akan memperkuat anggapan bahwa Muslim adalah teroris atau ancaman bagi masyarakat yang lebih luas dan mereka harus diawasi sehingga mereka dapat dikendalikan," ujarnya.
Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari 20-juta penduduknya.
Pada era 9/11, Muslim Australia telah dihantui dengan kecurigaan dan patriotisme mereka telah dipertanyakan.
Sebuah jajak pendapat 2007 yang diambil oleh lembaga think tank Australia menemukan bahwa warga Australia pada dasarnya melihat Islam sebagai ancaman terhadap cara hidup penduduk Australia.
Sebuah laporan pemerintah baru-baru mengungkapkan bahwa umat Islam menghadapi Islamofobia mendalam tidak seperti sebelumnya.(fq/oi)
Rabu, 09 November 2011
Hadirilah Kuliah Umum: Upaya Kristenisasi Menebar Benih Keresahan & Kebohongan Dalam Masyarakat, Bagaimana Sikap Umat Islam ?
(Arrahmah.com) - Majelis Ilmu Ar-Royyan kembali mengundang seluruh kaum Muslimin untuk menghadiri acara Kuliah Umum yang diadakan rutin setiap bulannya pada Ahad kedua.

Kuliah umum kali ini bertemakan “Upaya Kristenisasi Menebar Benih Keresahan & Kebohongan Dalam Masyarakat, Bagaimana Sikap Umat Islam ?”.
InsyaAllah acara akan diselenggarakan pada hari Ahad, 13 November 2011 di Masjid Muhammad Ramadhan, Taman Galaxy, Pekayon, Bekasi, jam 09:00 s/d selesai WIB.
Sebagai pembicara:
- Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman (Amir Majelis Ilmu Ar-Royyan)
- Ustadz Al Khaththath (Ketua Forum Umat Islam)












