Pages - Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom

Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Seputar FPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar FPI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Habib Rizieq Syihab: Solusi Genocide Muslim Rohingya adalah Jihad!

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menegaskan bahwa solusi bagi Muslim Rohingya yang kini ditindas di Myanmar tidak lain, harus dengan berjihad.

Hal ini disampaikan Habib Rizieq Syihab dalam ijtimak Forum Umat Islam (FUI) dalam rangka membahas solidaritas untuk Muslim Rohingya.

Jumat, 09 November 2012

FPI Bandung Tuntut Penutupan Tempat Ibadah Ahmadiyah



(iman/okezone)
BANDUNG (SALAM-ONLINE.COM): Ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI) Priangan Timur (Jawa Barat) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Bandung, Jalan Aceh, Kamis (8/11/2012). Mereka mendesak agar pemerintah melarang jamaah Ahmadiyah menunaikan ibadah haji.
“FPI mendesak Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak memberikan izin dalam pemberangkatan ibadah haji,” kata Koordinator FPI Priangan Timur, Acep Sofyan dalam pernyataan sikapnya di sela aksi, Kamis (8/11/2012).

Jumat, 28 September 2012

Sukses Gagalkan Konser Lady Gaga, FPI Juga Tolak Konser J-Lo


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Front Pembela Islam (FPI) menolak secara tegas penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Jennifer Lopez yang akan mengadakan konser di Indonesia.

"Penyanyi itu (Jennifer) banyak mengubar aurat lebih baik kita tolak karena merusak generasi bangsa," kata Ketua DPP FPI bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama Habib Muhsin Ahmad Alatas kepada itoday, Kamis kemarin (27/9).

Menurut Habib Muhsin, dalam kondisi bangsa Indonesia di tengah keprihatian dan terjadi tawuran antar pelajar tidak sepantasnya menggelar konser musik yang mendatangkan penyanyi Jennifer Lopez. "Situasi bangsa yang memprihatinkan sampai muncul tawuran antar pelajar tidak sepantasnya menggelar konser kayak gitu," ungkapnya.

Kata Habib Muhsin, kedatangan penyanyi asal AS yang banyak mengumbar aurat itu banyak mudhoratnya. "Konser penyanyi asal AS itu banyak mudhorotnya, lebih baik kita tolak, karena dapat memunculkan idola-idola yang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Ini sangat berbahaya bagi bangsa," papar Habib Muhsin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jennifer Lopez atau yang akrab disapa J-Lo dipastikan akan menggelar konser di Indonesia dalam rangkaian tur dunianya yang bertajuk “JLo Dance Again World Tour” tanggal 30 November 2012 di Mata Elang International Stadium (MEIS), Jakarta.(fq/itoday)

Jumat, 24 Agustus 2012

Sekjen FPI: Rieke Cari Masalah, Mau Berpolitik di Lokasi Kebakaran

Jakarta (SI ONLINE) - Front Pembela Islam (FPI) membantah tuduhan bahwa orams ini berada di balik pengusiran Rieke Dyah Pitaloka dari area kebakaran di Jl Gotong Royong, Pondok Bambu, Jakarta timur. Menurut FPI, kedatangan politisi liberal dari PDIP itu ditolak oleh warga masyarakat bukan oleh FPI.

"Pengusiran Diyah Pitaloka oleh masyarakat korban kebakaran, bukan oleh FPI karena dianggap menghasut masyarakat," kata Sekjen FPI KH Shobri Lubis melalui pesan singkat kepada Suara Islam Online, Jumat pagi (24/8/2012).

Menurut Ustad Shobri, masyarakat Pondok Bambu yang sedang tertimpa musibah kebakaran itu merasa tersinggung karena Rieke melakukan kampanye Jokowi di lokasi kebakaran. "Dyah Pitaloka mau berpolitik di lokasi kebakaran, sehingga dia cari masalah sendiri," lanjutnya.

Sementara berkaitan dengan aktivitas kemanusiaan yang dilakukan FPI dalam membantu korban kebakaran, Ustad Shobri mengatakan FPI telah membuka posko kemanausian di semua lokasi kebakaran di Jakarta. Baik di Tambora, Benhil, Jatinegara, Cipinang, maupun Pondok Bambu. "Tidak pernah ada masalah, karena murni kemanusiaan bukan politik," pungkasnya.

Sebelumnya, kepada sejumlah wartawan Rieke Dyah Pitaloka mengirimkan pesan bahwa dirinya didatangi oleh sejulah aktivis Ormas. "Mereka meneriakan Allahu Akbar ya saya juga bilang Allahu Akbar," kata Rieke.

Massa yang datang menurut Rieke lebih dari 20 orang dan mereka sangat emosi, bahkan ada satu orang dari anggota ormas itu yang mendekati dirinya. Sehingga akhirnya acara talkshow yang digelar di lokasi kebakaran itu harus dihentikan.

"Saya langsung diminta untuk meninggalkan lokasi, padahal saya ingin berdialog dengan mereka. Kita butuh dialog bukan kekerasan yang harus dilakukan untuk menyikapi perbedaan," lanjutnya.

Red: shodiq ramadhan

Sabtu, 19 Mei 2012

Ketika FPI Menjadi Martir & Sasaran Kebencian Kaum Fasik Liberal

JAKARTA (VoA-Islam) – Tak bosan-bosannya kaum liberal melempar stigmatisasi kepada Front Pembela Islam (FPI). Setiap kali ada aksi menghadang kemungkaran, kaum liberal langsung “menunjuk hidung”, seolah hanya FPI satu-satunya yang memerangi kemaksiatan. FPI pun dikebiiri dan didesak terus menerus untuk dibubarkan hingga akar-akarnya.
Untuk kasus penolakan Lady Gaga misalnya, FPI bukanlah yang pertama menyerukan penolakan atas kehadirannya penyanyi asal Amerika Serikat itu untuk melakukan konser di Indonesia. Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang budaya KH. Cholil Ridwan telah menyatakan haram menonton pertunjukkan konser pemuja setan itu.
Bukan hanya FPI yang bergerak melakukan penolakan. Tapi ada sejumlah ormas dan komunitas lain yang memiliki sikap yang sama, seperti Forum Umat Islam (FUI), GUMAM, MIUMI, Indonesia Tanpa JIL# dan sebagainya. Menariknya, dalam sebuah polling yang dilakukan TV One,  tentang pertanyaan Setujukan anda polisi melarang konser Lady Gaga? Ternyata, 70,23% menyatakan setuju, 26,86% tidak setuju, 2,91% tidak tahu. Hasil survey juga menyebutkan, 75,77% tidak menonton Lady Gaga, 18,09% menonton, dan 6,14% tidak tahu.
Begitu juga saat warga Pasar Minggu memprotes kehadiran Irshad Manji, lagi-lagi kaum liberal menuding FPI satu-satunya ormas Islam yang dianggap sebagai “pengganggu”.
Masih segar dalam ingatan, ketika para pimpinan FPI melakukan kunjungan dakwah ke Kalimantan, kaum fasik liberal mengusung kampanye “Indonesia Damai Tanpa FPI” di Bunderan HI . Meski yang melakukan kekerasan itu adalah masyarakat dayak itu sendiri, yang berupaya melakukan pembunuhan.
Kaum liberal kerap mengklaim, bahwa mereka seolah mewakili masyarakat Indonesia, bahkan atas nama keberagaman. Padahal, jika melihat massa yang berkumpul hanya segelintir saja, bisa dihitung dengan jari.
Beberapa hari kemudian, FUI menggelar aksi “Indonesia Tanpa Liberal” di tempat yang sama. Tapi konyolnya, sebuah media online seperti detik.com dan tempo interaktif memberitakan, massa itu hanya berjumlah puluhan saja. Dari sisi ini, media sekuler tersebut tidak objektif, bahkan terkesan tendensius melihat fakta yang ada di lapangan.
FPI Tempat Pengaduan
Dalam catatan Voa-Islam, tak dipungkiri, Posko FPI di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kerap didatangi masyarakat untuk melakukan pengaduan. Mulai dari kasus Mesuji, gereja liar, kristenisasi, perjudian,  miras hingga pelarangan jilbab terhadap muslimah di Rumah Sakit di bilangan Pluit Jakarta Utara.
Ketika ditanya, kenapa harus mengadu ke FPI? Kebanyakan masyarakat beralasan, karena kemana lagi mereka harus mengadu. Ormas Besar seperti NU dan Muhammadiyah terkesan tak mau melayani, jika ada persoalan yang menyangkut SARA dan bernuasakan politik. NU lebih memilih diam, bahkan telah memposisikan dirinya sebagai ormas pluralism yang lebih nyaman membela tirani minoritas.
Meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh FPI dalam persoalan hukum, tapi setidaknya ada keseriusan untuk membela kaum yang lemah. Ketika ormas-ormas Islam besar itu memble dan tak berdaya, tampillah FPI sebagai pembela. Harus diakui, FPI kerap pasang badan ketika yang dihadapi adalah kelompok yang memiliki kekuatan modal, bahkan senjata.
Ketika polisi tak bisa mengatasi problema social di tengah masyarakat, FPI mampu mengambil alih untuk itu. Seorang Ustadz Arifin Ilham, pimpinan majelis zikir Az-Zikra sampai mengatakan dalam aku Facebooknya, "Biarlah Arifin menanam padi, dan FPI menjaga tikusnya."
Tatkala terjadi kebuntuan dalam menyelesaikan masalah, adakalanya gesekan-gesekan itu tak bisa dihindari, bahkan bisa menimbulkan benturan yang tajam diantara kedua belah pihak yang berseteru.
Pada akhirnya, FPI terkesan tampil sendiri, padahal banyak umat Islam yang menaruh simpati atas perjuangan FPI selama ini. Yang pasti FPI tidak sendiri. FPI hanyalah martir-martir yang tak peduli dengan celaan orang yang mencela. FPI tidak gusar dengan stigmatisasi yang selalu digemboskan oleh kaum fasik liberal. FPI punya prinsip sendiri dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar. Bagi seorang mujahid, dibunuh syahid, dipenjara uzlah, dibuang tamasya.
Semoga Allah melindungi para pejuang FPI yang tak lelah menyadarkan kaum pendosa. Semoga Allah mengistiqomahkan laskar-laskar FPI yang rela dirinya menjadi martir-martir pembela Islam. Desastian

Sabtu, 18 Februari 2012

Percobaan Pembunuhan Ustadz FPI, Gubernur Kalteng (Kristen) Menantang Perang

Kasus Percobaan Pembunuhan Pimpinan FPI,

Gubernur Kalteng (Kristen) Menantang Perang Umat Islam
Kasus Percobaan Pembunuhan Pimpinan FPI,
Gubernur Kalteng (Kristen) Menantang Perang Umat Islam
KASUS percobaan pembunuhan yang dialami oleh 4 orang pimpinan FPI (Front Pembela Islam) di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu, 11 Februari 2012 oleh Gerombolan Kristen yang diduga didalangi oleh Gubernur Kalteng Teras Narang yang beragama Kristen, sungguh merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap Islam dan tokoh-tokoh Islam pada umumnya.
Diduga kasus ini merupakan test-case perlawanan dan genderang perang yang ditabuh oleh kalangan Kristen untuk menjajagi reaksi dari kalangan umat Islam dan tokoh-tokohnya di Indonesia.
Sehubungan  hal tersebut di atas, dengan ini DA’INA (Dapur Da’i Nusantara), sebuah lembaga nasional yang bergerak di bidang dakwah Islam, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut :

1. DA’INA Mengutuk keras percobaan pembunuhan 4 Pimpinan FPI tersebut di atas dengan dalih apapun.
2. DA’INA Menuntut supaya aparat keamanan mengusut tuntas dalang intelektual dan oknum pelaku percobaan pembunuhan tersebut secepatnya.
3. DA’INA mempertanyakan mengapa keamanan Bandara Tjilik Riwut ‘membiarkan’ gerombolan tersebut lolos dengan mudahnya masuk ke dalam areal Bandara yang seharusnya steril. Diduga Gubernur Teras Narang dan Kapolda Kalteng mengetahui rencana pembunuhan 4 pimpinan FPI tersebut.
4. Jika terbukti Gubernur dan Kapolda Kalteng melanggar hukum dan melanggar sumpah jabatannya, DA’INA menuntut Mendagri dan Kapolri memberhentikan Gubernur dan Kapolda Kalteng.
5. DA’INA menghimbau umat Islam jangan terpancing demo-demo yang menyudutkan dan meminta pembubaran FPI, karena target mereka adalah anti gerakan Islam (anti penegak syariat Islam).
6. DA’INA mendukung Majelis Ulama untuk mengirimkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus percobaan pembunuhan 4 Pimpinan FPI di Kalteng.
7. DA’INA menyerukan seluruh komponen umat Islam untuk menggalang solidaritas menghadapi fitnah dan pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam.

Jakarta, 16 Pebruari  2012
PENGURUS PUSAT DA’INA

Drs. H. Masrur Anhar
(Ketua Umum)

Drs. H. Suwito Suprayogi Lc, MA
(Sekretaris Jenderal)

Jumat, 23 September 2011

120 Laskar FPI Keracunan Makanan Usai Demo di KPK




Jakarta (voa-islam) 
– Sedikitnya, 29 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dilaporkan mengalami keracunan makanan usai melakukan aksi demo di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Puluhan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Mulya dan Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat. Namun, pagi tadi, Habib Rizieq menyatakan, korban yang keracunan mencapai 120 orang.


Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .