This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kiamat di Irak, 107 Tewas, 287 Luka, Akibat Serangan Bom
Bagdad, Paling sedikit 107 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Irak, Senin.
BIADAB LA'NATULLAH
Blogger templates
Proyek Pencetakkan Al-qur'an
Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta
Jadwal Sholat
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]
Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda
Silakan Pesan
Minggu, 21 April 2013
Habib Rizieq Syihab: Solusi Genocide Muslim Rohingya adalah Jihad!
Jumat, 09 November 2012
FPI Bandung Tuntut Penutupan Tempat Ibadah Ahmadiyah
“FPI mendesak Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak memberikan izin dalam pemberangkatan ibadah haji,” kata Koordinator FPI Priangan Timur, Acep Sofyan dalam pernyataan sikapnya di sela aksi, Kamis (8/11/2012).
Jumat, 28 September 2012
Sukses Gagalkan Konser Lady Gaga, FPI Juga Tolak Konser J-Lo
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Front Pembela Islam (FPI) menolak secara tegas penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Jennifer Lopez yang akan mengadakan konser di Indonesia.
"Penyanyi itu (Jennifer) banyak mengubar aurat lebih baik kita tolak karena merusak generasi bangsa," kata Ketua DPP FPI bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama Habib Muhsin Ahmad Alatas kepada itoday, Kamis kemarin (27/9).
Menurut Habib Muhsin, dalam kondisi bangsa Indonesia di tengah keprihatian dan terjadi tawuran antar pelajar tidak sepantasnya menggelar konser musik yang mendatangkan penyanyi Jennifer Lopez. "Situasi bangsa yang memprihatinkan sampai muncul tawuran antar pelajar tidak sepantasnya menggelar konser kayak gitu," ungkapnya.
Kata Habib Muhsin, kedatangan penyanyi asal AS yang banyak mengumbar aurat itu banyak mudhoratnya. "Konser penyanyi asal AS itu banyak mudhorotnya, lebih baik kita tolak, karena dapat memunculkan idola-idola yang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Ini sangat berbahaya bagi bangsa," papar Habib Muhsin.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jennifer Lopez atau yang akrab disapa J-Lo dipastikan akan menggelar konser di Indonesia dalam rangkaian tur dunianya yang bertajuk “JLo Dance Again World Tour” tanggal 30 November 2012 di Mata Elang International Stadium (MEIS), Jakarta.(fq/itoday)
Jumat, 24 Agustus 2012
Sekjen FPI: Rieke Cari Masalah, Mau Berpolitik di Lokasi Kebakaran

"Pengusiran Diyah Pitaloka oleh masyarakat korban kebakaran, bukan oleh FPI karena dianggap menghasut masyarakat," kata Sekjen FPI KH Shobri Lubis melalui pesan singkat kepada Suara Islam Online, Jumat pagi (24/8/2012).
Menurut Ustad Shobri, masyarakat Pondok Bambu yang sedang tertimpa musibah kebakaran itu merasa tersinggung karena Rieke melakukan kampanye Jokowi di lokasi kebakaran. "Dyah Pitaloka mau berpolitik di lokasi kebakaran, sehingga dia cari masalah sendiri," lanjutnya.
Sementara berkaitan dengan aktivitas kemanusiaan yang dilakukan FPI dalam membantu korban kebakaran, Ustad Shobri mengatakan FPI telah membuka posko kemanausian di semua lokasi kebakaran di Jakarta. Baik di Tambora, Benhil, Jatinegara, Cipinang, maupun Pondok Bambu. "Tidak pernah ada masalah, karena murni kemanusiaan bukan politik," pungkasnya.
Sebelumnya, kepada sejumlah wartawan Rieke Dyah Pitaloka mengirimkan pesan bahwa dirinya didatangi oleh sejulah aktivis Ormas. "Mereka meneriakan Allahu Akbar ya saya juga bilang Allahu Akbar," kata Rieke.
Massa yang datang menurut Rieke lebih dari 20 orang dan mereka sangat emosi, bahkan ada satu orang dari anggota ormas itu yang mendekati dirinya. Sehingga akhirnya acara talkshow yang digelar di lokasi kebakaran itu harus dihentikan.
"Saya langsung diminta untuk meninggalkan lokasi, padahal saya ingin berdialog dengan mereka. Kita butuh dialog bukan kekerasan yang harus dilakukan untuk menyikapi perbedaan," lanjutnya.
Red: shodiq ramadhan
Sabtu, 19 Mei 2012
Ketika FPI Menjadi Martir & Sasaran Kebencian Kaum Fasik Liberal
JAKARTA (VoA-Islam) – Tak bosan-bosannya kaum liberal melempar stigmatisasi kepada Front Pembela Islam (FPI). Setiap kali ada aksi menghadang kemungkaran, kaum liberal langsung “menunjuk hidung”, seolah hanya FPI satu-satunya yang memerangi kemaksiatan. FPI pun dikebiiri dan didesak terus menerus untuk dibubarkan hingga akar-akarnya.
Untuk kasus penolakan Lady Gaga misalnya, FPI bukanlah yang pertama menyerukan penolakan atas kehadirannya penyanyi asal Amerika Serikat itu untuk melakukan konser di Indonesia. Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang budaya KH. Cholil Ridwan telah menyatakan haram menonton pertunjukkan konser pemuja setan itu.
Bukan hanya FPI yang bergerak melakukan penolakan. Tapi ada sejumlah ormas dan komunitas lain yang memiliki sikap yang sama, seperti Forum Umat Islam (FUI), GUMAM, MIUMI, Indonesia Tanpa JIL# dan sebagainya. Menariknya, dalam sebuah polling yang dilakukan TV One, tentang pertanyaan Setujukan anda polisi melarang konser Lady Gaga? Ternyata, 70,23% menyatakan setuju, 26,86% tidak setuju, 2,91% tidak tahu. Hasil survey juga menyebutkan, 75,77% tidak menonton Lady Gaga, 18,09% menonton, dan 6,14% tidak tahu.
Begitu juga saat warga Pasar Minggu memprotes kehadiran Irshad Manji, lagi-lagi kaum liberal menuding FPI satu-satunya ormas Islam yang dianggap sebagai “pengganggu”.
Masih segar dalam ingatan, ketika para pimpinan FPI melakukan kunjungan dakwah ke Kalimantan, kaum fasik liberal mengusung kampanye “Indonesia Damai Tanpa FPI” di Bunderan HI . Meski yang melakukan kekerasan itu adalah masyarakat dayak itu sendiri, yang berupaya melakukan pembunuhan.
Kaum liberal kerap mengklaim, bahwa mereka seolah mewakili masyarakat Indonesia, bahkan atas nama keberagaman. Padahal, jika melihat massa yang berkumpul hanya segelintir saja, bisa dihitung dengan jari.
Beberapa hari kemudian, FUI menggelar aksi “Indonesia Tanpa Liberal” di tempat yang sama. Tapi konyolnya, sebuah media online seperti detik.com dan tempo interaktif memberitakan, massa itu hanya berjumlah puluhan saja. Dari sisi ini, media sekuler tersebut tidak objektif, bahkan terkesan tendensius melihat fakta yang ada di lapangan.
FPI Tempat Pengaduan
Dalam catatan Voa-Islam, tak dipungkiri, Posko FPI di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kerap didatangi masyarakat untuk melakukan pengaduan. Mulai dari kasus Mesuji, gereja liar, kristenisasi, perjudian, miras hingga pelarangan jilbab terhadap muslimah di Rumah Sakit di bilangan Pluit Jakarta Utara.
Ketika ditanya, kenapa harus mengadu ke FPI? Kebanyakan masyarakat beralasan, karena kemana lagi mereka harus mengadu. Ormas Besar seperti NU dan Muhammadiyah terkesan tak mau melayani, jika ada persoalan yang menyangkut SARA dan bernuasakan politik. NU lebih memilih diam, bahkan telah memposisikan dirinya sebagai ormas pluralism yang lebih nyaman membela tirani minoritas.
Meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh FPI dalam persoalan hukum, tapi setidaknya ada keseriusan untuk membela kaum yang lemah. Ketika ormas-ormas Islam besar itu memble dan tak berdaya, tampillah FPI sebagai pembela. Harus diakui, FPI kerap pasang badan ketika yang dihadapi adalah kelompok yang memiliki kekuatan modal, bahkan senjata.
Ketika polisi tak bisa mengatasi problema social di tengah masyarakat, FPI mampu mengambil alih untuk itu. Seorang Ustadz Arifin Ilham, pimpinan majelis zikir Az-Zikra sampai mengatakan dalam aku Facebooknya, "Biarlah Arifin menanam padi, dan FPI menjaga tikusnya."
Tatkala terjadi kebuntuan dalam menyelesaikan masalah, adakalanya gesekan-gesekan itu tak bisa dihindari, bahkan bisa menimbulkan benturan yang tajam diantara kedua belah pihak yang berseteru.
Pada akhirnya, FPI terkesan tampil sendiri, padahal banyak umat Islam yang menaruh simpati atas perjuangan FPI selama ini. Yang pasti FPI tidak sendiri. FPI hanyalah martir-martir yang tak peduli dengan celaan orang yang mencela. FPI tidak gusar dengan stigmatisasi yang selalu digemboskan oleh kaum fasik liberal. FPI punya prinsip sendiri dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar. Bagi seorang mujahid, dibunuh syahid, dipenjara uzlah, dibuang tamasya.
Semoga Allah melindungi para pejuang FPI yang tak lelah menyadarkan kaum pendosa. Semoga Allah mengistiqomahkan laskar-laskar FPI yang rela dirinya menjadi martir-martir pembela Islam. Desastian
Sabtu, 18 Februari 2012
Percobaan Pembunuhan Ustadz FPI, Gubernur Kalteng (Kristen) Menantang Perang

Gubernur Kalteng (Kristen) Menantang Perang Umat Islam
1. DA’INA Mengutuk keras percobaan pembunuhan 4 Pimpinan FPI tersebut di atas dengan dalih apapun.
Jakarta, 16 Pebruari 2012
Drs. H. Masrur Anhar
(Ketua Umum)
Drs. H. Suwito Suprayogi Lc, MA
(Sekretaris Jenderal)
Jumat, 23 September 2011
120 Laskar FPI Keracunan Makanan Usai Demo di KPK
Jakarta (voa-islam) – Sedikitnya, 29 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dilaporkan mengalami keracunan makanan usai melakukan aksi demo di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Puluhan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Mulya dan Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat. Namun, pagi tadi, Habib Rizieq menyatakan, korban yang keracunan mencapai 120 orang.














