Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 24 Agustus 2012

Sekjen FPI: Rieke Cari Masalah, Mau Berpolitik di Lokasi Kebakaran

Jakarta (SI ONLINE) - Front Pembela Islam (FPI) membantah tuduhan bahwa orams ini berada di balik pengusiran Rieke Dyah Pitaloka dari area kebakaran di Jl Gotong Royong, Pondok Bambu, Jakarta timur. Menurut FPI, kedatangan politisi liberal dari PDIP itu ditolak oleh warga masyarakat bukan oleh FPI.

"Pengusiran Diyah Pitaloka oleh masyarakat korban kebakaran, bukan oleh FPI karena dianggap menghasut masyarakat," kata Sekjen FPI KH Shobri Lubis melalui pesan singkat kepada Suara Islam Online, Jumat pagi (24/8/2012).

Menurut Ustad Shobri, masyarakat Pondok Bambu yang sedang tertimpa musibah kebakaran itu merasa tersinggung karena Rieke melakukan kampanye Jokowi di lokasi kebakaran. "Dyah Pitaloka mau berpolitik di lokasi kebakaran, sehingga dia cari masalah sendiri," lanjutnya.

Sementara berkaitan dengan aktivitas kemanusiaan yang dilakukan FPI dalam membantu korban kebakaran, Ustad Shobri mengatakan FPI telah membuka posko kemanausian di semua lokasi kebakaran di Jakarta. Baik di Tambora, Benhil, Jatinegara, Cipinang, maupun Pondok Bambu. "Tidak pernah ada masalah, karena murni kemanusiaan bukan politik," pungkasnya.

Sebelumnya, kepada sejumlah wartawan Rieke Dyah Pitaloka mengirimkan pesan bahwa dirinya didatangi oleh sejulah aktivis Ormas. "Mereka meneriakan Allahu Akbar ya saya juga bilang Allahu Akbar," kata Rieke.

Massa yang datang menurut Rieke lebih dari 20 orang dan mereka sangat emosi, bahkan ada satu orang dari anggota ormas itu yang mendekati dirinya. Sehingga akhirnya acara talkshow yang digelar di lokasi kebakaran itu harus dihentikan.

"Saya langsung diminta untuk meninggalkan lokasi, padahal saya ingin berdialog dengan mereka. Kita butuh dialog bukan kekerasan yang harus dilakukan untuk menyikapi perbedaan," lanjutnya.

Red: shodiq ramadhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .