
"Pengusiran Diyah Pitaloka oleh masyarakat korban kebakaran, bukan oleh FPI karena dianggap menghasut masyarakat," kata Sekjen FPI KH Shobri Lubis melalui pesan singkat kepada Suara Islam Online, Jumat pagi (24/8/2012).
Menurut Ustad Shobri, masyarakat Pondok Bambu yang sedang tertimpa musibah kebakaran itu merasa tersinggung karena Rieke melakukan kampanye Jokowi di lokasi kebakaran. "Dyah Pitaloka mau berpolitik di lokasi kebakaran, sehingga dia cari masalah sendiri," lanjutnya.
Sementara berkaitan dengan aktivitas kemanusiaan yang dilakukan FPI dalam membantu korban kebakaran, Ustad Shobri mengatakan FPI telah membuka posko kemanausian di semua lokasi kebakaran di Jakarta. Baik di Tambora, Benhil, Jatinegara, Cipinang, maupun Pondok Bambu. "Tidak pernah ada masalah, karena murni kemanusiaan bukan politik," pungkasnya.
Sebelumnya, kepada sejumlah wartawan Rieke Dyah Pitaloka mengirimkan pesan bahwa dirinya didatangi oleh sejulah aktivis Ormas. "Mereka meneriakan Allahu Akbar ya saya juga bilang Allahu Akbar," kata Rieke.
Massa yang datang menurut Rieke lebih dari 20 orang dan mereka sangat emosi, bahkan ada satu orang dari anggota ormas itu yang mendekati dirinya. Sehingga akhirnya acara talkshow yang digelar di lokasi kebakaran itu harus dihentikan.
"Saya langsung diminta untuk meninggalkan lokasi, padahal saya ingin berdialog dengan mereka. Kita butuh dialog bukan kekerasan yang harus dilakukan untuk menyikapi perbedaan," lanjutnya.
Red: shodiq ramadhan








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun