
"Indonesia sebagai negara sahabat erat Mesir, oleh karena itu Presiden Mursi merencanakan dalam waktu dekat berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat hubungan persahabatan," demikian Utusan Khusus Presiden Mesir, Tarek Afifi, saat menyampaikan ucapan selamat Dirgahayu HUT ke 67 Kemerdekaan RI.
Presiden Mursi juga menyampaikan salam hangat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia dalam merayakan Dirgahayu Kemerdekaan, kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial Budaya KBRI Kairo, Muhammad Nur Salim kepada ANTARA Kairo, Jumat (17/8/2012).
Tarek Afifi diterima Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) KBRI Kairo, Iwan Wijaya Mulyatno pada Kamis (16/8), mewakili Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, yang pada saat itu sedang tugas kerja ke luar Kairo.
Sebelumnya, Muhammad Mursi pernah berkunjung ke Indonesia dalam kapasitas sebagai pimpinan Ikhwanul Muslimin untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Mesir kepada korban tsunami Aceh pada akhir 2004.
"Bila sebelumnya beliau (Mursi) berkunjung ke Indonesia dalam kapasitas sebagai pimpinan organisasi sosial, maka dalam kunjungan berikutnya dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Negara," kata Afifi.
Mursi, mantan ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, itu dilantik sebagai presiden pada 30 Juni lalu, menggantikan Husni Mubarak yang digulingkan dalam revolusi pada awal tahun silam.
Iwan Wijaya menyampaikan arti penting Mesir bagi Indonesia. Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada 1947 silam. Di samping itu, ujar Iwan, Mesir juga memiliki tempat istimewa bagi Indonesia terutama karena keberadaan Universitas Al Azhar, tempat lebih dari 3.500 mahasiswa Indonesia menimba ilmu.
Red: shodiq ramadhan








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun