Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 23 September 2011

120 Laskar FPI Keracunan Makanan Usai Demo di KPK




Jakarta (voa-islam) 
– Sedikitnya, 29 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dilaporkan mengalami keracunan makanan usai melakukan aksi demo di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Puluhan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Mulya dan Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat. Namun, pagi tadi, Habib Rizieq menyatakan, korban yang keracunan mencapai 120 orang.


Habib Salim atau yang biasa disapa Habib Selon mengungkapkan, pihaknya tengah melaporkan kejadian tersebut ke markas Kepolisian Sektor Metro Setiabudi. Bahkan, pihak FPI membawa barang bukti berupa nasi bungkus yang disantap para korban.
"Sekarang kita sudah amankan bungkusan nasi yang tadi dimakan laskar. Saya juga tidak tahu dapat nasinya dari mana. Makanya sekarang kita sedang laporkan kejadiannya ke Polsek Setia Budi," kata Habib Salim.
Sebelumnya, ratusan orang yang tergabung dalam Laskar Antikorupsi Pejuang (Laki Pejuang) berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Kamis (22/9) siang. "Kejadiannya pada Kamis (22/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban sementara 29 orang," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol.
Sebanyak 24 korban dilarikan ke RS Bhakti Mulya dan sisanya, 5 korban dilarikan ke RS Pelni. "Nasi tersebut dibawa oleh anggota FPI juga," kata dia.

Diungkapkan Kapolres, sekitar pukul 15.00 WIB, Ibu Fauzi menerima 50 bungkus nasi dari dua anggota FPI. Nasi tersebut kemudian dibagikan kepada warga dan sejumlah anggota FPI. Namun, usai memakan nasi bungkus tersebut, sekitar pukul 18.00 WIB, warga merasa pusing, mual dan muntah.

"Nasi bungkus tersebut merupakan nasi yang didapat oleh Laskar Pembela Islam (LPI) yang ikut dalam aksi demo di KPK siang tadi. Nasi bungkus tersebut merupakan sisa duklog (dukungan logistik) demo yang dibagikan oleh kordinator demo yang dipimpin Habib Ibrohim," jelas Yoyol.

Adapun, nasi tersebut dipesan dari sebuah warteg di sekitar sekretariat kantor Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) di Jl H Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Sementara demo sendiri dihadiri oleh sekitar 3 ribu orang yang tergabung dari berbagai elemen. Para demonstran menuntut agar KPK menyelesaikan kasus-kasus korupsi.

Hingga kini, aparat Polres Jakarta Pusat sudah mendata korban dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga telah mengambil sampel nasi untuk diperiksa di laboratorium. (Desastian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .