Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 24 September 2011

Pidato Sampah Barack Obama di Majelis Umum PBB


Para pemimpin dunia berkumpul di Manhattan, New York, mengikuti pembukaan Sidang Majelis Umum PBB (UNGA). Seperti biasa, saat yang paling ditungu adalah pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Dengan penuh keraguan, Obama menyampaikan pidato tahunannya di depan UNGA, Rabu pagi.
Ketika, bulan September 2009, Presiden Barack Obama dengan mudah memberikan penilaian kebijakan selama delapan tahun yang penuh dengan perbedaan akibat tindakan Presiden Bush yang bertindak secara unilateral (sepihak) terhadap Afghanistan dan Irak, dan melanggar konvensi PBB, serta sekarang negara-negara anggota PBB merindukan kehidupan baru, di mana setiap masalah fundamental yang menyangkut kepentingan bersama, tidak disikapi secara unilateral. Seperti yang sudah dijalankan selama ini oleh Amerika Serikat.
Pada 2010, Presiden Obama dalam pidatonya menjanjikan "era baru keterlibatan," negara-negara anggota PBB. Sesungguhnya Presiden Barack Obama, tak banyak membawa gagasan baru, sebagai pemimpin baru Amerika Serikat, ia hanya mengulang tentang kerjasama multilateral menghadapi terorisme, ketidakstabilan keuangan, dan masalah global lainnya, mempromosikan hak asasi manusia, pembangunan global, dan keamanan kolektif. Nampaknya, tidak ada yang baru dalam pidatonya di tahun 2010 itu.
Minggu ini, Presiden Barack Obama berada di kursi panas, menghadapi tuntutan kedaulatan negara Palestina, yang mendapatkan dukungan luas. Sehingga, kondisi yang ada dalam forum multilateral PBB, yang menginginkan agar PBB mengadopsi keinginan Presiden Palestina Mahmud Abbas, membuat kebencian Kongres dan Capitol Hill terhadap PBB.
Negara-negara yang mendukung Otoritas Palestina, mendorong diadakannya pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, yang akan didukung oleh mayoritas anggota PBB, maka Otoritas Palestina (PA) telah menempatkan Washington pada posisi defensif. Amerika Serikat pasti akan memveto resolusi itu, yang dianggap ancaman bagi Israel dan proses perdamaian.
Namun, hal ini akan menjadi kontroversi yang sangat luar biasa. Dengan melakukan veto, Washington akan mengisolasi dirinya dari sekutunya di  Eropa, dan meningkatkan keraguan  dunia Arab, apakah masih ada perantara yang jujur ​​di Timur Tengah.
Ketika Amerika Serikat berpihak kepada Zionis-Israel, sejatinya sudah tidak ada lagi yang diperlukan dalam negosiasi politik, termasuk kosa kata : "perdamaian", yang sekarang didengungkan oleh Benyamin Netanyahu.
Amerika Serikat telah bekerja keras mencoba mencegah dan menghentikan langkah Mahmud Abbas melalui saluran diplomatik. Dalam beberapa minggu terakhir "kecelakaan" terjadi. Di mana langkah-langkah Amerika Serikat yang menjadi kaki tangan Israel itu, mendapatkan tantangan dari sekutunya, yang terus menolak berdirinya negara Palestina. "Tidak ada jalan pintas menuju negara Palestina merdeka", ucap Obama di Majelis Umum PBB.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama, di Sidang Majelis Umum PBB, hanya menjadi corong Israel, dan pidatonya tak lebih hanya sampah, yang harus ditelan para anggota PBB, yang sudah tidak lagi dapat menelannya. (mh/tm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .