Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 13 September 2011

Demonstrasi peringatan 10 tahun serangan 11 September : “Breaking the Silence”


LONDON (Arrahmah.com) –Ratusan kaum Muslimin Inggris yang diorganisasi oleh Muslim Against Crusades (MAC) dan Sharia4America menggeruduk kedubes AS di London, Ahad (11/09/2011). Mereka berkumpul mengusung tajuk “Breaking the Silence” untuk tidak “diam” dalam memperingati 10 tahun serangan 11 September, bahkan dengan lantang mengatakan “Amerika kalah perang”. Allahu Akbar!

Amerika teroris, Amerika kalah perang!
Dalam rilis video hasil demonstrasi berjudul “You Lost the War Demonstration, September 11 2011”, kaum Muslimin Inggris yang diorganisir Muslim Against Crusades (MAC) dan Sharia4America, terlihat berpawai menuju kedubes AS di jantung kota London, UK. Mereka membawa atribut bendera Islam, Al Liwa Ar Raya, serta spanduk-spanduk. Salah satunya bertuliskan “United States Terorrist State”. Tampak hadir berjalan bersama pada demonstran, Syekh Anjem Choudary, aktivis Muslim Inggris yang konsen kepada penegakan syariat Islam di Inggris.
Sepanjang perjalanan menuju kedubes AS kaum Muslimin tidak henti-hentinya meneriakkan kalimat tauhid, La ilaha illallah yang disambut gema takbir Allahu Akbar oleh para demonstran. Sementara itu, polisi kafir Inggris berjaga-jaga dan terus mengikuti pergerakan para demonstran. Para demonstran juga meneriakkan kata-kata “Obama Terrorist”.
Pada kesempatan itu, Ustadz Sayful Islam, juga aktivis Muslim Inggris, berkesempatan untuk memberikan orasi pertama. Dalam orasinya beliau menyampaikan bahwa kami, kaum Muslimin tidak akan pernah lupa atas kejahatan-kejahatan kaum kafir Amerika atas saudara-saudara kami di Afghanistan, Irak, dan lainnya, juga kaum Muslimin yang ditawan dan disiksa di penjara-penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan lainnya. Setiap kali Ustadz Sayful Islam berhenti bicara, gema takbir menyambutnya. Para demonstran juga membawa poster berisi gambar-gambar kekejaman kafir Amerika di penjara Guantanamo, dan di penjara Abu Ghraib, Irak.
Pembakaran bendera AS di jam 8 : 46 & 9 : 03
Selepas Ustadz Sayful Islam berorasi, para demonstran membakar bendera AS yang bertuliskan 8 : 46, mengingatkan kita pada waktu dimana gedung WTC menara utara dihancurkan oleh pesawat American Airlines Flight 11. Para demonstran meneriakkan “Burn…burn..USA” sementara di video cuplikan peristiwa penabrakkan pertama ke gedung WTC juga dimunculkan.
Setelah itu, Syekh Anjem Choudari memberikan orasi. Beliau menyampaikan pembakaran bendera AS menyimbolkan terbakarnya atau hancurnya kebebasan, demokrasi, dan liberalisme Amerika. Sementara itu, di belakang beliau tampak seorang demonstran membawa poster bertuliskan Jihad!
Pembakaran bendera AS kedua betuliskan 9 : 03 yang mengingatkan waktu penabrakkan pesawat kedua ke gedung WTC menara selatan, dengan pesawat United Airlines Flight 175. Dalam video, peristiwa penabrakkan tersebut dimunculkan, sementara para demonstran meneriakkan “USA Terrorist”. Aksi kaum Muslimin di Inggris ini diakhiri dengan takbir menggema yang diteriakkan oleh para demonstran. Semoga kalimat Allah SWT., dan bendera Islam segera berkibar di sana. Insya Allah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .