Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 15 September 2011

Majelis Mujahidin Serukan Siaga Jihad Melawan Penyerang Muslim Ambon




JAKARTA (voa-islam.com) –
 Majelis Mujahidin menyerukan Jihad melawan siapa saja yang melakukan penyerangan kepada kaum Muslim Ambon. Umat Islam wajib mempersiapkan kesiagaan untuk membantu sesama Muslim di Ambon.

Pecahnya kerusuhan Ambon 11 September 2011, disinyalir Majelis Mujahidin sebagai pengulangan modus kerusuhan Ambon 19 Januari 1999. Keduanya bernuansa SARA, terjadi dalam suasana Idul Fitri, didahului oleh pembantaian umat Islam yang dilakukan kelompok Kristen, dan terjadi di daerah yang didominasi aparat Kristen.
Menurut Majelis Mujahidin, insiden bernuansa SARA di Ambon (11/9/2011) yang terjadi sepuluh hari setelah umat Islam merayakan Idul Fitri 1432, mengingatkan memori bangsa pada rusuh SARA belasan tahun sebelumnya. Pada  19 Januari 1999, kerusuhan Ambon pecah tepat pada hari raya Idul Fitri 1421.
“Modusnya sama, pembunuhan warga Muslim oleh warga Kristen, lalu pihak Muslim menuntut balas, sehingga terjadi konflik horizontal yang menelan banyak korban,” jelas Majelis Mujahidin yang diterima voa-islam.com, Rabu (14/9/2011).
Berdasarkan fakta dan data yang ada, Majelis Mujahidin menyimpulkan, kerusuhan yang terjadi pada momentum 9/11 (baca: 11 September)  yang sedang diperingati Amerika Serikat sebagai hari tragedi Bom WTC, adalah penzaliman yang dialami oleh umat Islam di daerah-daerah yang didominasi aparat atau pemerintahan Non Islam di seluruh dunia.
Karenanya, sebagai solusinya, Majelis Mujahidin mendesak pemerintah agar menentukan komposisi yang proporsional antara aparat Muslim dan aparat Kristen di Ambon. Karena dominasi aparat pemerintah dan aparat keamanan beragama Kristen di Ambon, mudah memicu diskriminasi terhadap umat Islam, baik diskriminasi sosial, politik, maupun keamanan.
Jika diskriminasi terhadap umat Islam di Ambon berujung pada penzaliman dan pembantaian, maka Majelis Mujahidin menyerukan umat Islam untuk berjihad membela sesama Muslim di Ambon.
“Kepada kaum Muslimin Indonesia, manakala kasus ini direkayasa ke arah permusuhan terhadap kaum Muslim Ambon akibat sikap diskriminatif dari oknum-oknum polisi dan keamanan, maka Majelis Mujahidin menyerukan Jihad melawan siapa saja yang melakukan penyerangan kepada kaum Muslim Ambon,” tegas Majelis Mujahidin yang ditandatangani Ketua Irfan S. Awwas dan Sekretaris M Shabbarin Syakur. “Kesiagaan kaum Muslimin untuk membantu saudaranya di Ambon supaya dipersiapkan,” pungkasnya. [taz]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .