Wikileaks kembali berulah dengan bocoran sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini yang jadi korban bocoran Wikileaks adalah ormas Front Pembela Islam (FPI).
BIADAB LA'NATULLAH
Blogger templates
Proyek Pencetakkan Al-qur'an
Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta
Jadwal Sholat
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]
Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda
Silakan Pesan
untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Rabu, 07 September 2011
Yenny Wahid (Wahid Institute) Antek Zionis & Amerika?
Wikileaks kembali berulah dengan bocoran sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini yang jadi korban bocoran Wikileaks adalah ormas Front Pembela Islam (FPI).
Dalam bocoran terbarunya, Wikileaks mengungkap kawat diplomatik Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta tertanggal 19 Februari 2006, yang menyebutkan FPI didanai oleh polisi dan dekat dengan anggota Badan Intelijen Negara (BIN).
Disebutkan Wikileaks, dalam telegram di akhir 2006 disebutkan bahwa Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengatakan bahwa para pensiunan jenderal selama ini membantu dan mendanai FPI, di antaranya mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajusman. Disebutkan bahwa para donatur FPI itu telah "menciptakan monster" yang sekarang menjadi independen dan tidak merasa terikat kepada para donatur mereka sebelumnya.
"Walaupun siapa saja yang memiliki uang dapat menyewa FPI untuk kepentingan politik, namun tidak ada seorang pun di luar FPI bisa mengontrol Habib Rizieq yang kini menjadi bos bagi dirinya sendiri,” ungkap bocoran telegram rahasia tersebut.
Menanggapi bocoran yang mengutip pernyataan Yenny Wahid tersebut, Ketua DPP FPI Munarman SH menasihati agar Yenny Wahid tahu diri, karena selama ini Yenny menerima dana dari Zionis dan Amerika.
“Saya rasa Yenny Wahid harus berkaca, Wahid Institute itu dapat dana dari siapa? Wahid Institute itu khan dapat dana dari luar negeri,” ujar Munarman di Jakarta, Senin siang (5/9/2011).
Jika FPI dituding sebagai attack dog-nya polisi karena dianggap menerima dana dari polisi, Munarman balik menuding Yenny Wahid sebagai antek Zionis dan Amerika karena Wahid Institute yang dipimpinnya menerima dana dari Zionis dan Amerika.
“Dengan menggunakan logika dia, logikanya Yenny Wahid, FPI dapat dana dari polisi, berarti FPI tangannya polisi. Lantas kalau Wahid Institute dapat dana dari Zionis, dari Amerika, berarti dia anteknya, karena Zionis anteknya Amerika. Ini logika dia yang kita pakai,” tukasnya. “Logika dia khan begitu, bukan berarti saya membenarkan. Maka artinya, Wahid Institute adalah anteknya Zionis! Wahid Institute anteknya Asia Foundation. Wahid Institute anteknya Australia Aids. Karena dananya semua dari situ. Itu saja, logika yang mereka gunakan juga bisa digunakan ke mereka,” tambahnya.
Tak mau asal tuduh, Munarman memaparkan persamaan suara Wahid Institute dengan opini Zinonisme Internasional. “Dengan demikian, kalau mereka adalah anteknya Zionis, maka tidak ada Zionis yang setuju dengan gerakan Islam. Makanya, Yenny Wahid ikut bersuara apapun juga, kalau Zionisme internasional bersuara. Karena dia adalah antek dari Zionis itu sendiri. Ini logika yang dia pergunakan sendiri!” tegas Munarman. [taz/ahmed widad]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun