Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 24 September 2011

Ambon kembali memanas, komnas HAM subyektif ?


AMBON (Arrahmah.com) – Ambon dikabarkan kembali memanas. Di dalam kota Ambon saat ini mulai kacau. Kosentrasi massa terlihat di beberapa tempat. Massa kristen kosentrasi di banyak tempat di dalam kota Ambon. Hingga hari ini Kapolda Maluku belum juga menerima hasil penyelidikan tim Mabes Polri terkait pemicu kerusuhan di Ambon. Ironisnya, Komnas HAM sudah keluarkan pernyataan bahwa kerusuhan Ambon hanya dipicu berita bohong kematian tukang ojek. Sementara itu, kaum Muslimin Ambon tetap yakin bahwa kematian tukang ojek, Darmin Saiman, akibat dibunuh, bukan kecelakaan biasa!


Kondisi Ambon kembali memanas  
Koresponden Arrahmah.com melaporkan dari TKP, bahwa sekitar jam 14.30 WIT, Jum’at (23/9) sempat terjadi ketegangan, sementara sebab-sebabnya masih belum diketahui. Massa Kristen secara tiba-tiba berkumpul dalam jumlah besar di beberapa tempat. Menurut sumber Arrahmah.com, kemungkinan besar massa kristen akan bergerak serentak untuk melakukan penyerangan terhadap wilayah Islam.
Sementara itu, aparat berkonsentrasi di perbatasan. Kondisi masih agak memanas, meskipun konsentrasi massa tidak seramai 2 jam lalu, ujar Koresponden Arrahmah.com dari TKP.
Pengusutan yang tak kunjung selesai
Hingga saat ini, janji untuk mengusut tuntas pemicu kerusuhan Ambon tidak kunjung ditepati. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku hingga kini belum menerima hasil penyelidikan tim Mabes Polri terkait rusuh Ambon yang terjadi pada 11 September 2011, sebagaimana diberitakanSiwalimanews.com.
Ironisnya, Komnas HAM melalui ketuanya Ifdhal Kasim menyatakan kerusuhan Ambon dipicu oleh berita bohong tentang kematian tukang ujek Muslim, Darmin Saiman. Komnas HAM juga mengklaim kerusuhan Ambon dipicu oleh provokasi bernuansa SARA. Pernyataan Komnas HAM ini dkutip The Jakarta Post, Selasa (20/9/2011).
Ahmad Latuconsina, seorang warga Kampung Waringin, Ambon membantah keterangan ketua Komnas HAM tersebut dan menilainya sebagai sebuah kebohongan. Ahmad Latuconsina, mengenal betul sosok Darmin Saiman, yang tewas di kampung Kristen, Gunung Nona, sehingga membantah pernyataan Ifdhal Kasim dengan memaparkan fakta-fakta bahwa Darmin Saiman, tukang ojek tersebut, betul-betul tewas di bunuh di kampung Kristen, basis RMS.
Selain itu, Ahmad Latuconsina juga menilai bahwa pernyataan Komnas HAM tidak netral alias subyektif. Dirinya menghimbau agar Komnas HAM bijak dan mau mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya, untuk menciptakan perdamaian di Ambon.
Ahmad juga menilai, klaim keliru soal penyebab kematian Darmin Saiman hanya sebagai upaya lari dari tanggung jawab.
“Mereka lari dari tanggungjawab dengan menyatakan Darmin murni kecelakaan. Karena kalau Darmin dinyatakan dibunuh, maka aparat keamanan harus mencari pelaku pembunuhnya,” jelasnya. “ Mencari pembunuhnya di Gunung Nona atau Kuda Mati kan susah. Basisnya RMS itu.,”
Ahmad menambahkan, kalau ingin mewujudkan perdamaian yang sebenarnya, maka harus diusut tuntas dan diungkap kejadian sebenarnya dan jangan ditutup-tutupi. Kalau tidak, maka hanya perdamaian semu saja yang akan terjadi.
“Jangan seperti itulah Komnas HAM. Mereka harus berdiri di tengah. Kalau salah ya bilang aja salah. Masyarakat ini kan nggak pingin sesuatu yang busuk itu ditutup-tutupi terus. Dari tahun 1999 sampai 2011 ini mana ada kejadian sebenarnya yang diungkap? Makanya perdamaian yang terjadi ya hanya perdamaian yang semu saja, karena kejadian yang sebenarnya tidak pernah diungkap.”
Wallahu’alam bis showab!
(M Fachry/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .