Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 08 Mei 2012

Ahmad Dhani perlu belajar al-Qur’an agar faham tentang setan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ahmad Dhani, pentolan Band Dewa 19 didalam twitternya menolak pelarangan Irshad manji untuk berbicara di Indonesia, berdalih bahwa Allah saja membiarkan Iblis beraksi di muka bumi, sehingga kita tidak perlu mempersoalkan orang-orang yang sesat. Angota Komisi pengkajian dan penelitian MUI, angkat bicara mengenai ketidak fahaman dhani tentang sifat-sifat setan yang ada di dalam al Qur’an.
“Iya syetan dibiarkan tuhan untuk hidup supaya apa? Supaya manusia ini dapat melihat mana yang baik, dan mana yang buruk, keberadaan syetan itu memang penting buat manusia, tapi Allah bukan saja membiarkan syetan itu hidup, tapi Allah memerintahkan kepada kita, hamba-Nya untuk menjadikan syetan itu musuh”ungkap ustadz fahmi salim kepada arrahmah.com, Jakarta, senin (7/5).
Sikap memusuhi setan, menurut Ustadz fahmi, diperintahkan sendiri oleh Allah swt di dalam kitabnya yang mulia al Qur’an.
“Kan jelas ayatnya inna syaithona lakum 'aduwwun fa 'ttakhidzuhu 'aduwwan. syetan itu musuh buat kalian, oleh karena itu, jadikanlah mereka sebagai musuh(QS.Faathir:6-red)” tukasnya.
Menjadikan syetan musuh,lanjutnya, mempunyai akibat dari permusuhan tersebut yang harus dijalani seorang Muslim.
“Konsekuensi Muslim menjadikan syetan musuh, jangan didekati, wala tattabi'u khutuwatisysyaithon, Dan janganlah kalian mengikuti langkahnya, jangan dekat-dekat, jangan memberi ruang kepada syetan atau pengikutnya, kalau diberi ruang potensi kerusakannya kan besar.” Terang salah satu INSIST ini.
Terhadap Irshad manji pun, menurut lulusan Al Azhar  Kairo ini, tidak perlu diberi ruang untuk berbicara, jika ingin memahami kerusakn perempuan lesbi tersebut, cukup melihat karya-karyanya.
“Lagi pula untuk mengetahui kerusakan pemikiran Irshad manji tidak perlu diajak diskusi, cukup saja baca bukunya. Jika ingin mengetahui kerusakan pemikirannya, tidak perlu orangnya datang. Kalau menghadirkan orangnya malah masalah.” Imbuhnya.
Sebab, sebagaimana konsekuensi memusuhi syetan, orang-orang yang mempropagandakan kemunkaran layaknya Irshad Manji ini, disikapi seperti memusuhi syetan pula.
“Setiap yang mempromosikan kesesatan - kesesatan itukan syetan yang menjerumuskan manusia dari jalan yang benar, syetan  itu musuh semua nabi. Yang menjerumuskan kaum nabi Luth melakukan praktek  menjadi homoseksual, kan syetan siapa lagi?” lontarnya.
Pelajaran dalam al Qur’an
Maka dari itu, ia mengajak kepada kaum Muslimin agar menjadikan al Qur’an sebagai pelajaran yang harus diambil dalam menilai kehidupan.
“Kita belajarlah dari sejarah yang diungkapkan dari al Qur’an tentang kisah-kisah kaum nabi terdahulu, itu kan banyak dikisahkan di surat al Araf, Luth, al Anbiya. Kaum-kaum yang membangkang itu kan prototype yang mengikuti metode atau jalan fikiran syetan,”beber Dia.
Dimana menurutnya, al Qur’an juga menerangkan bentuk-bentuk kemunkaran dalam berbagai bidang, diantaranya bidang ekonomi seperti kaum nabi Syuaib, dibidang akhlak seperti kaum nabi Luth, dibidang aqidah seperti Namrudz atau kaum Nabi Ibrohim, serta dibidang politik dan sosial seperti Fir’aun.
 “Kemunkaran-kemunkaran itu yang diceritakan al-Qur’an sama dengan liberalisme, kalau dahulu kita menghadapi liberalisme klasik, sekarang kita menghadapi hal yang mirip atau liberalisme modern.” Tegasnya.
Hanyasaja, lanjut Ustadz fahmi kemunkaran kaum terdahulu  langsung dihancurkan dengan Azab Allah,  berbeda dengan umat masa sekarang.
“ Setelah masa-masa nabi terdahulu Allah tidak mengazab suatu kaum  karena dosa tertentu, kenapa? Karena agar mereka dapat beriman kepada ajaran rasulullah hingga hari kiamat. Jadi tidak ada yang dihancurkan seperti umat terdahulu.”ujarnya.
Nah seperti pertanyaan Kaum Liberal, kenapa orang-orang homoseksual zaman sekarang  tidak diazab seperti kaum nabi luth.Jawab ustadz fahmi,” Nabi Muhammad itu pembawa rahmatan lil alamin sehingga setelah Rasulullah diutus  Allah tidak mengazab sedemikian rupa seperti kaum-kaum terdahulu.  Para mufasir menerangkan ayat wama arsalnaka ila rahmatan lil alamin, bahwa ayat ini menjadi penjelas bahwa ini adalah bukti Allah tidak akan mengazab umat Nabi Muhammad yang tidak mau beriman seperti umat-umat terdahulu,”
“Jadi sebenarnya kemunkaran itu sudah ada sejak dahulu, sekarang ini hanya copy paste, al-Qur’an sudah tuntas menjelaskannya, kita flashback kebelakang ini”tambahnya.
Terkait dengan tindakan masarakat melakukan pelarangan terhadap diskusi Irshad Manji, Ustadz fahmi berpendapat bahwa hal tersebut sudah tepat secara tradisi dan syar’i.
“Jadi apa yang dilakukan masyarakat atau warga itu benar dan diserahkan ke jalur hukum karena meresahkan mereka. Idealnya aparat negara yang inisiatif membatalkan, dalam konsep Hisbah(pelaksanaan Amar ma’ruf nahi munkar). Tapi karena belum ideal dan pasif, maka warga masyarakat bisa proaktif membenahi kemunkaran-kemunkaran yang terjadi. Itulah kearifan lokal yang baik dan benar sesuai syari’ah Islam selama tidak anarkis”pungkasnya karena jika anarkis akan dituntut balik dan umat yang akan menderita kerugian. ( bilal/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .