Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 13 Juni 2012

Pidato di Bali, Boediono Minta Waspadai Narko-Terorisme

Nusa Dua (SI ONLINE) - Rupanya fitnah narko-terorisme bakal terus digencarkan. Setelah istilah itu dikenalkan Kepala BNPT Ansyaad Mbai dan Kelahar BNN Gories Mere, kini Wakil Presiden Boediono juga mengkampanyekan hal yang sama.

Berpidato di forum International Drug Enforcement Conference (IDEC) XXIX di Nusa Dua, Boediono mengingatkan masyarakat dunia untuk mewaspadai berkembangnya kerja sama antara kartel dan sindikat narkotika dengan kelompok teroris.

"Suatu gejala yang lebih memprihatinkan dan kita semua benar-benar perlu mewaspadai adalah berkembangnya kerjasama kartel dan kelompok teroris," katanya saat membuka "International Drug Enforcement Conference" (IDEC) XXIX di Nusa Dua, seperti dirilis kantor berita ANTARA, Selasa (12/6/2012).

Dalam acara yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kepala Badan Narkotika Nasional Goris Mere serta 305 peserta dari 75 negara itu Wakil Presiden menyebutkan bahwa Indonesia berhasil melakukan beberapa operasi pemberantasan.

Ia mencontohkan, operasi gabungan beberapa negara yang melibatkan Indonesia, China, Amerika Serikat, dan Hongkong pada 25 Mei 2012 berhasil menyita satu kontainer berisi 1,5 juta butir ekstasi yang dibawa dari China ke Jakarta. "Dan bersamaan dengan itu tertangkap 10 orang anggota jaringan sindikat," katanya.

Wakil Presiden memastikan upaya pemberantasan kejahatan terkait narkotika akan terus ditingkatkan karena para produsen, distributor dan penggunanya selalu mencari alternatif baru untuk memproduksi dan mendistribusikan substansi analog narkotika dan zat psikoaktif baru.

Boediono juga mengingatkan bahwa kejahatan narkotika dilakukan melalui 'organisasi transnasional' yang merambah seluruh belahan dunia dan melibatkan banyak orang.

"Oleh karena itu kerja sama lintas negara menjadi kata kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan narkotika ini. Tidak ada satu negara pun, sendirian, dapat menangani masalah ini," tegasnya.

Menurut estimasi United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC), tahun 2009 sebanyak 149 juta hingga 272 juta orang atau sekitar 3,3 hingga 6,1 persen penduduk dunia yang berusia antara 16 sampai 64 tahun menggunakan narkotika paling sedikit sekali dalam setahun.

"Jumlah itu nampaknya terus bertambah dan melalui forum ini saya ingin menekankan bahwa Indonesia bertekat bulat untuk memberantas kejahatan yang mengancam kehidupan manusia ini dan berkomitmen penuh untuk bekerjasama dengan negara-negara lain untuk memberantasnya," demikian kata Boediono.
Red: shodiq ramadhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .