Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 24 Juni 2012

Hidayat Nurwahid: Tak Ada Alasan Jakarta Kalah dari Kota Besar Lainnya

Jakarta (SI ONLINE) - Tidak kurang dari 1000 warga padati Jalan Petamburan I Kecamatan Tanah Abang menyambut kedatangan calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, Jumat (22/6/2012) malam.

Setibanya di lokasi, Hidayat langsung disambut warga dengan shalawat dan teriakan takbir. Calon gubernur nomor urut 4 itu pun diajak menuju salah satu rumah warga untuk meresmikan rumah tersebut sebagai posko relawan pemenangan Hidayat+Didik.

Setelah peresmian, ribuan masyarakat yang didominasi kaum ibu tersebut berjalan mengikuti Hidayat menuju Masjid Ar-Rahman. Masyarakat Petamburan mengundang Hidayat untuk mengisi acara Isra Mi'raj yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-485 pada hari ini.

Hidayat mengulas makna kemenangan sebagai substansi dari Isra Mi'raj dan sejarah Jakarta.

Mantan ketua MPR yang juga alumni Pesantren Gontor tersebut menyampaikan bahwa Jakarta adalah kota yang memiliki sejarah luar biasa. Nama Jakarta diberikan oleh Falatehan atau Fatahillah, murid Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

Hidayat menjelaskan nama Jakarta diambil dari dua kata, yakni Jaya dan Karta. Makna dua kata ini terinspirasi ayat Al Qur'an dalam Surat Al Fath yang berbunyi "Innaa fatahnaa laka fathammubiina".

Artinya, "Sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu kemenangan yang nyata".

"Jadi, memang tidak ada alasan bagi Jakarta untuk kalah. Kalah dengan kota besar lain, kalah dengan polemiknya sendiri," jelas Hidayat.

Dalam rangkaian agenda tersebut, Hidayat juga mengunjungi sekretariat pimpinan cabang Muhammadiyah Petamburan yang berada tidak jauh dari Masjid Ar Rahman.

Sebelum mengakhiri agenda silaturrahimnya, Hidayat pun mendapat suntikan semangat dan doa dukungan dari para tokoh Muhammadiyah Petamburan.

Hadir pada saat itu tokoh penasehat Abdurrahim, Hamsar Hamidi, Ahmadi, Noshri serta Edi selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Petamburan. Mereka memberika dukungan untuk kesuksesan langkah Hidayat menuju kepemimpinan DKI Jakarta.

Sumber: hidayatdidik.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .