Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 29 Juni 2012

Anggito Akan Optimalkan Dana Jamaah Haji


Jum'at, 29 Juni 2012

Hidayatullah.com--Penempatan dana jamaah haji senilai Rp 40 triliun harus tepat. Investasi yang tidak berisiko jadi pilihan. Hal ini sekaligus untuk menekan angka potensi penyelewengan uang jamaah.   

Demikian disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Anggito Abimanyu. Sebagai bekas Kepala Badan Kebijakan Fiskal di Kementerian Keuangan, dia mengaku lebih paham mengoptimalkan setoran awal haji yang mengendap hingga  Rp 40 triliun. 

“Yang jelas kita akan membuat bagaimana dana ongkos haji itu menjadi optimal,” kata ekonom UGM ini di Jakarta, kemarin, dilansir laman Rakyat Merdeka, Kamis (28/6/2012).



Dia mengatakan, dana setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang masuk ke pemerintah jumlahnya sangat besar hingga menembus Rp 40 triliun. Sementara penempatannya dirasa belum maksimal.

“Dana yang masuk tidak sebanding dengan tingkat optimalisasinya,” kata Anggito.

Untuk mengoptimalkan dana haji, lanjut Anggito, penempatannya tidak hanya terbatas pada tabungan atau deposito. Untuk penempatan di sukuk, dia akan mengkalkulasi hitungan yang tepat.  “Saya akan hitung yield-nya berapa, cocoknya untuk tenor berapa lama, sehingga hasilnya maksimal,” kata Anggito. 

Sebelum ditetapkan menjadi Dirjen PHU Kemenag, Anggito sejatinya sudah pernah menyodorkan formula pengelolaan dana haji kepada Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA). Formula yang dia sodorkan dulu adalah sebuah sistem yang mencocokkan pendaftaran calon jamaah di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag dengan simpanan dana haji.

“Termasuk jika perlu juga mensikronkan dana haji ini dengan dana abadi umat,” ujar Ketua Umum Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) itu.

Dia yakin jika pengelolaan serta investasi pundi-pundi keuangan yang bersumber dari masyarakat tepat dan efektif, masyarakat bisa merasakan hasilnya secara siginifikan.

Pria kelahiran Bogor 19 Februari 1963 ini untuk sementara belum bisa memaparkan persiapan teknis penyelenggaraan haji 1433 H/2012 M.

“Saya harus rapat dulu dengan para direktur,” katanya.

Ditanya kemungkinan menempatkan dana di pasar modal, pihaknya hanya akan menempatkan dana haji pada instrumen yang tidak berisiko. “Saya kira tidak, dana ini kan bukan untuk mencari gain (keuntungan),” ujarnya.*

Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .