Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 24 Juni 2012

Hambatan baru dalam hubungan AS-Pakistan

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Hubungan AS-Pakistan tampaknya sedang menuju sebuah tumbukan baru saat seorang jenderal Amerika menyalahkan serangan mematikan pada Jumat (22/6/2012) di sebuah hotel di Kabul pada kelompok yang berbasis di Daerah Persukuan yang ada Administrasi Federal (FATA) dan Gedung Putih berikrar akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengurangi ancaman ini.
Sebelumnya pada Jumat (22/6), media AS melaporkan bahwa Washington telah mempertimbangkan meluncurkan serangan balasan di sasaran 'teroris' di dalam FATA tetapi keprihatinan akan destabilisasi Pakistan mencegah AS untuk melakukannya, seperti diklaim media.
"Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengurangi ancaman itu," kata seorang pejabat Gedung Putih, sementara mengomentari laporan AP.
Saat ditanya apakah Gedung Putih bisa mengirim tentara AS melintasi perbatasan untuk memburu para kelompok mujahidin, Kepala Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih, Earnest Josh, mengatakan: "Hal ini sedang dibahas oleh pemerintah."
Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa AS telah mengangkat isu ini dengan Pakistan dan tetap berkomitmen untuk menemukan cara bekerja sama dengan negeri muslim tersebut untuk memerangi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok yang mereka curigai terhadap pasukan AS dan warga sipil Pakistan tidak bersalah.
Sebelumnya, komandan pasukan salibis NATO di Afghanistan mengatakan bahwa serangan mematikan di hotel Kabul didalangi oleh kelompok Haqqani yang katanya terus beroperasi dari Pakistan.
Mengomentari pernyataan, juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland kepada wartawan di Washington bahwa Amerika Serikat telah mendorong Pakistan sejak dulu untuk menangani terorisme di perbatasan.
Juga pada hari Jumat (22/6), Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, menunjukkan bahwa AS tidak akan menerima permintaan Pakistan agar AS meminta maaf atas insiden Salala, yang menyebabkan Islamabad memblokir rute pasokan salibis NATO ke Afghanistan.
Tapi analisis yang paling rinci tentang hubungan AS-Pakistan datang dalam diskusi televisi antara Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan salah satu pendahulunya, James A. Baker.
Sekretaris Baker mencatat bahwa hubungan tersebut dalam bentuk 'mengerikan', menambahkan bahwa ini adalah "benar-benar menyedihkan, karena selama masa Perang Dingin mereka sekutu kami, dan India adalah sekutu Uni Soviet, dan sekarang semua itu berubah."
Baker tidak setuju dengan mereka yang menyarankan untuk memutuskan hubungan dengan Pakistan.
"Saya pikir kita perlu menjaga hubungan dengan mereka karena kekuatan nuklir mereka," katanya.
Sementara itu, menlu Clinton mengamati bahwa hubungan Amerika dengan Pakistan telah menjadi tantangan untuk waktu yang lama.
Dia mengatakan ada beberapa hal diminta AS pada Pakistan, "Nomor satu, mereka harus berbuat lebih banyak untuk menangani keamanan di dalam negara mereka sendiri" karena "para ekstremis memiliki kecerdikannya sendiri. Mereka bukan hanya melintasi perbatasan, mereka pun mendapatkan petunjuk, pendanaan, dan pejuang, dan mereka kembali melintasi perbatasan."
"Kedua, mereka harus bersedia untuk mengakui bahwa ketika kami menarik diri dari Afghanistan, mereka pun seharusnya memiliki kepentingan untuk mendukung stabilitas Afghanistan".
"Dan mereka harus melepaskan Dr Afridi," tambahnya. (althaf/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .