Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 28 Juni 2012

Pejuang Muslim yang Dicaci dan Dibunuh, Hakikatnya adalah Kemenangan

JAKARTA (VoA-Islam) – Tak dipungkiri, meraih kemenangan adalah inti dalam perjuangan Islam itu sendiri. Namun, ketika bicara hakikat kemenangan  kaum muslimin, sesungguhnya bukan semata kemenangan secara fisik, tapi juga meliputi aspek yang sangat luas. Begitu juga dengan kekalahan, tidak semata diukur dengan kekalahan secara fisik dan materi.
Menurut Ketua Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Jakarta, Ustadz Nanang Ainurrofiq, Lc, kemenangan itu memiliki makna yang bertingkat-tingkat, yakni: menang ketika melawan hawa nafsu dan menang melawan orang yang melemahkan kita.
“Meskipun, seorang itu dicaci maki, jadi buronan, dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh atau mati di tiang gantungan sekalipun, ketika ia berada di atas kebenaran, maka itulah hakekat kemenangan. Apalagi jika seseorang mendapat bonus kemenangan secara fisik dan materi, kemenangan itu menjadi sempurna,” kata Ust Nanang kepada Voa-Islam.
Begitu juga ketika memaknai definisi kalah. Meski seseorang mendapat kekuasaan, kedudukan, jabatan, dan fasilitas, namun jika ia berkompromi pada kebatilan itu, hakekatnya orang itu kalah.
“Allah akan menolong orang yang pantas ditolong. Dan Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir yang menguasai orang beriman. Realitanya,umat Islam dikuasai oleh kaum kafir, karena umat Islam yang memberi jalan,” tandas Ketua JAT Jakarta ini.
Dalam perjuangan, revolusi yang menimbulkan resistensi adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Itulah sebabnya, dakwah dan jihad itu harus terus dihidupkan. Bagaimanapun jihad itu suatu kepastian. Ketika tahapan dakwah sudah dilakukan dengan menjelaskan Islam apa adanya, resistensi itu tetap saja datang, baik yang dilakukan dengan cara halus maupun kasar. Mengutip Abdullah Azzam, jihad itu berfungsi untuk menyelamatkan akidah kaum muslimin. “Nah, ketika dakwah diganggu, maka jihad adalah amal yang utama.” Desastian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .