Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 11 Juni 2012

Berita kontroversi antara Mujahidin Ansar al-Din dan MNLA beredar di media

MALI (Arrahmah.com) - Belum lama Negara Islam Azawad berdiri telah banyak ujian yang menerpa. Setelah konferensi orang-orang Arab Sekuler yang menentang Negara Islam Azawad yang akan menerapkan hukum-hukum Allah secara total, beredar kabar bahwa ada perseteruan terjadi antara Jama'ah Mujahidin Ansar Al-Din dan Gerakan Nasional Pembebasan Azawad (MNLA) - yang bergabung untuk menerapkan Syari'at Islam di Azawad.
Kabar tersebut berawal dari sebuah berita yang dipublikasikan oleh Sahara Media bahwa MNLA menyimpang dari perjanjian yang telah disepakati dengan Ansar Al-Din pada saat pendeklarasian Negara Islam Azawad.
Selain itu, laporan kontroversi lain beredar di media bahwa terjadi bentrokan antara Ansar Al-Din dan MNLA di kota Kidal.
Dalam laporan tersebut mengatakan, Muhammad Ag Mahmud seorang pejabat Ansar Al-Din mengatakan dalam sebuah wawancara melalui telepon bahwa pertempuran tersebut terjadi "setelah MNLA sepanjang pekan ini di Kidal, mengeksploitasi demonstrasi warga sipil yang digelar melawan Gerakan Islam," dan "Mereka mendorong wanita dan anak-anak untuk berdemo melawan kami, sekarang kami akan menunjukkan kepada mereka kekuatan kami."
Tetapi pejabat lainnya dari jajaran Ansar Al-Din membantah berita tersebut. Sanda Ould Boumama, juru bicara Ansar Al-Din di kota Timbuktu, membantah ketika diwawancarai melalui telepon oleh Nouakchott News Agency bahwa kabar terkait terjadinya bentrokan antara Mujahidin dari kelompoknya dan dari kelompok MNLA, tidak ada kebenaran atas informasi ini dan berita tersebut sepenuhnya palsu, seperti dilansir forum Ansar Al-Mujahidin.
Selain Sanda, Syaikh Ossa Mujahid yang dekat dengan Amir Ansar Al-Din Iyad Ag Ghali jua membantah berita Sahara Media bahwa ada bentrokan terjadi antara mereka dengan MNLA. "Tidak ada masalah apapun antara kami dengan MNLA." Menekankan bahwa antara kedua pihak masih memegang teguh perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya.
Dia menambahkan, "kami dan MNLA tidak bisa masuk ke dalam sebuah konfrontasi," menekankan bahwa "ketidaksepakatan mereka adalah kesepakatan itu sendiri."
Sheikh Ossa juga mengatakan bahwa ia memperingatkan para negara tetangga - tentu yang tidak sepakat dengan mujahidin - untuk tidak ikut campur dalam urusan internal mereka, terutama antara mereka dan MNLA. (siraaj/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .