Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 26 Juni 2012

FPI: Lecehkan Islam, Olga Tak Berhak Hidup di Bumi


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Ketua DPD FPI DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos (Habib Selon) mengatakan, Olga Syahputra telah melecehkan Islam dan tidak berhak hidup di muka bumi.

"Siapapun yang melecehkan umat islam, melecehkan agama Allah, tidak ada tempat di muka bumi, siapapun apalagi Olga. Salam jangan dibilang pengemis, ini doa. orang yang memberikan salam itu mendokan, kok dianggap pengemis, ini pelecehan agama," kata Habib Selon seperti dilansir itoday, Senin kemarin (25/6).

Habib Selon mempertanyakan status agama Olga Syahputra yang melecehkan ucapan salam itu. "Kenapa dia tidak jawab salam. Menjawab salam itu wajib. Dia itu orang Islam atau kafir. Ketua DPD FPI DKI mempertanyakan ke Olga Islam atau kafir," jelasnya.

Kata Habib Selon, FPI akan mendukung masyarakat yang mengajukan Olga Syahputra ke Komisi Penyiaran Indonesia. "FPI akan dukung masyarakat yang mengadukan Olga ke KPI," paparnya.

Habib Selon juga mengatakan, FPI tidak akan tinggal diam ulah yang dilakukan Olga Syahputra itu. "Jangan macam-macam Olga, kami tidak akan tinggal diam, sebelum Olga minta maaf kepada umat Islam," jelas Habib Selon.

Selain itu, ia juga mengkritisi gaya Olga yang kebencong-bencongan. "Orang laki-laki menyerupai perempuan, itu telah menyalahi kudrat Allah dan melanggar hukum Allah, KPI sudah menegur, FPI mendukung langkah KPI artis yang kebencong-bencongan," ungkapnya.

Kata Habib Selon, FPI juga akan mengadukan Olga Syahputra ke aparat kepolisian. "Ini sudah bisa menyangkut pelecehan agama dan bisa diajukan ke aparat penegak hukum, aparat kepolisian," pungkas Habib Selon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Olga Syahputra pada acara ‘Fesbukers’ yang tayang secara live di ANTV, Selasa (19/6). Ketika itu, artis Julia Perez menerima telepon live dari pemirsa dengan menyapa ‘Assalammu'alaikum’. Namun Olga menimpali salam Jupe dengan mengatakan, "Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu."(fq/itoday)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .