Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 04 Juni 2012

Syi'ah Ibarat Singa yang Siap Menerkam, Waspadai Makar Syiah!!!

Oleh: AM. Waskito
Akhir April 2012 lalu terjadi gerakan demo “Reformasi” di Kuala Lumpur Malaysia. Targetnya, ingin seperti gerakan People Power di Indonesia, pada Mei 1998 lalu. Tapi ternyata demo di Kuala Lumpur itu gagal mencapai target. Malah media-media Malaysia banyak mengecam demo tersebut.
Dalam sebuah diskusi dengan kawan-kawan di Bandung, saya dengar informasi bahwa penggerak demo “Reformasi” itu adalah orang-orang Syi’ah. Mereka menggerakkan demo, untuk mengambil keuntungan politik tertentu. Mungkin mereka ingin seperti di Indonesia pada Mei 1998. Setelah demo Mei 1998, Indonesia masuk era Reformasi. Sekitar 3 tahun kemudian, di era Abdurrahman Wahid, ormas Syi’ah berdiri di Indonesia, dengan nama IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia). Karena selama ini Malaysia bersikap keras kepada kalangan Syiah, mereka berusaha meruntuhkan rezim yang ada, agar menjadi “rezim Reformasi” seperti di Indonesia; nanti pada gilirannya mereka akan muncul sebagai kekuatan ormas formal (sejenis IJABI itu).
Sekedar catatan, sejak awal berdirinya Republika tahun 1990 (sebelum Reformasi), sudah masuk anasir-anasir Syi’ah di dalamnya. Contoh, Haidar Bagir. Di mata Habibie dan ICMI, yang memang polos secara keislaman, mereka dianggap sama saja seperti Muslim biasa. Makanya Habibie dan kawan-kawan welcome saja. Ternyata, sampai hari ini, di Republika masih bercokol orang-orang yang pro Syi’ah dan Iran. Dan saat November 1999, ketika ada peluang Habibie bisa menjadi Presiden RI lagi, orang-orang Syi’ah ini banyak yang menjegal Habibie. Ya begitulah tabiat dasar mereka...diberi kesempatan, fasilitas, dan posisi; tetapi balasannya ialah malah menjatuhkan pihak yang memberi posisi. Kalau membaca sejarah Islam, watak Syi’ah yang begitu itu tidak aneh sama sekali.
Belum lama ini, saya mendapat informasi, dari sumber berbeda, bahwa akhir-akhir ini ada eksodus aktivis-aktivis Syi’ah asal Indonesia ke Kuala Lumpur. Jumlahnya katanya besar, sampai ribuan orang, Wallahu a’lam. Mereka ingin meneruskan gerakan yang “gagal” sebelumnya, dengan menambahkan sekian banyak pendukung baru. Selain itu, ada analisis lain, bahwa mereka akan menjadikan gerakan “Reformasi” di Kuala Lumpur
sebagai “latihan” untuk menggelar aksi serupa di Indonesia, dalam rangka mencapai perubahan tatanan politik yang lebih pro Syi’ah (atau bahkan dikendalikan oleh Syi’ah itu sendiri). Katanya, masa gerakan ini sekitar satu bulanan di Kuala Lumpur, sebelum akhirnya bulan Juli mereka akan balik lagi ke Indonesia, lewat Batam.
...Kaum Syi’ah itu seperti singa yang memejamkan mata, bukan sedang tidur; sewaktu-waktu ia bisa menerkam kita, kalau sampai lengah...
Secara pasti, kita belum tahu hakikat informasi ini. Tapi tidak ada salahnya kita melakukan 3 hal, yaitu: Pertama, mencari informasi seputar gerakan-gerakan yang disebutkan di atas; Kedua, benar-benar mewaspadai skala gerakan Syi’ah, baik yang menjadikan Kuala Lumpur sebagai sasaran, maupun situasi di Tanah Air sendiri; Ketiga, mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan, bila hal-hal yang dikhawatirkan di atas terjadi di masa ke depan.
Ibaratnya, kaum Syi’ah itu seperti singa yang lagi memejamkan mata. Jangan sekali-kali beranggapan bahwa ia sedang tidur; sewaktu-waktu ia bisa menerkam kita, kalau sampai lengah. Syi’ah di Iran saat ini sangat tinggi eskalasinya. Mereka mulai merangsek masuk ke Yaman, Saudi, dan Bahrain. Kalau Irak, dengan sangat menyesal kita katakan, Syi’ah sudah memiliki kontrol kuat di sana. Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lil Muslimin Ahlis Sunnah fil Iraq (wa fii kullimakan). Sedangkan di Suriah, mereka sedang berhadapan vis a vis dengan para Mujahidin Ahlus Sunnah (yang sering disebut oleh orang awam sebagai “Muslim Wahabi”).
Waspadalah wahai Umat!!! Waspadalah wahai Ahlus Sunnah!!! [voa-islam.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .