Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 27 Januari 2013

Pengamat: Arahkan Penculik Anak Muzdalifah Terkait ‘Teroris’, Upaya Polisi Perburuk Citra Islam


Penculik Nana-salah seorang penculik nana, anak muzdalifah-detiknews-jpeg.image
Penculik Nana (detiknews)
JAKARTA (SALAM-ONLINE): Aparat kepolisian yang menghubungkan penculik anak pengusaha Muzdalifah terkait ‘teroris’ dinilai sebagai upaya untuk menghancurkan dan memperburuk citra Islam.
“Kok diarahkan ke teroris, terus ada majalah Islam, ada dildo, itu kan sudah memperburuk Islam. Polisi itu, kalau teroris, itu pasti Islam,” kata pengamat terorisme, Laksamana Pertama TNI (Purn) Mulyo Wibisino kepada itoday, di Jakarta, Sabtu (26/1/2013).

Menurut mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (Bais) ini, ada kemungkinan rekayasa barang bukti kepolisian dengan menggiring opini pelakunya dari kalangan teroris.
“Barang bukti direkayasa itu biasa. Selama ini, informasi dari aparat kepolisian, coba Anda tanya sendiri pelaku penculiknya, apa benar barang bukti itu?” tegas Mulyo.
Kata Mulyo, sebaiknya polisi tidak perlu memberikan opini bahwa pelaku penculikan anak Muzdalifah itu terkait ‘teroris’. “Saya khawatir, masyarakat semakin cerdas dan kepolisian bisa dianggap bodoh dengan pernyataan itu,” jelas Mulyo.
Ia juga mengatakan, kalau pelakunya teroris dan ditemukan buku-buku jihad dan dildo itu sudah sangat bertolak belakang.
“Saya mencurigai ada motivasi lain aparat kepolisian memperlihatkan alat bukti itu. Polisi pernah menyebut pelaku teroris di Bali memesan pelacur. Saya kira masyarakat sudah tahu berbagai rekayasa yang dilakukan aparat kepolisian,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno menduga pelaku penculikan anak Muzdalifah terkait ‘teroris’. “Di laptop pelaku, kami menemukan juga tata cara membuat bom secara sederhana,” kata Putut kepada wartawan, Sabtu (26/1/2013).
Menurut Putut, polisi juga menemukan bahan kimia yang diduga potasium dan biasa digunakan sebagai pembuat bom. Tak hanya itu, penyidik juga menemukan buku-buku bertemakan jihad dari tangan pelaku.
“Karena ditemukannya bahan kimia, tata cara pembuatan bom sederhana dan buku jihad, kami akan memeriksa tersangka secara intensif,” tegas Putut.
Putut menambahkan pihaknya belum bisa menyampaikan apa kaitannya tersangka dengan temuan tersebut karena tersangka baru ditangkap pagi tadi, dan perlu pendalaman lebih lanjut.
Terkait uang tebusan Rp 4 miliar, Putut belum berani menyimpulkan, jika uang tebusan itu terkait pendanaan terorisme.
Muzdalifah dan Nana--pelitaonline-jpeg.image
Muzdalifah & Nana
“Motifnya sementara ini meminta uang tebusan Rp 4 milyar. Kalau soal ada hubungannya dengan Fa’i, ini kan baru tadi pagi pukul 03.30 WIB ditangkap. Untuk membuktikannya perlu pendalamann dan pemeriksaan,” tutur Putut.
Siti Nurjanah atau Nana, anak Muzdalifah, seorang pengusaha, berhasil ditemukan aparat kepolisian, Sabtu (26/1/2013) Subuh, di daerah Cibubur, Jakarta Timur.
Selain menemukan Nana, polisi juga berhasil menangkap seorang penculik. Sang penculik ditembak kakinya saat berusaha melarikan diri, sementara seorang lagi berhasil kabur. (itoday)
@salam-online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .