Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 03 Februari 2013

Invasi militer Perancis di Mali Utara sampai saat ini memakan biaya 50 juta euro


Ahad, 23 Rabiul Awwal 1434 H / 3 Februari 2013 16:54

Invasi militer Perancis di Mali Utara sampai saat ini memakan biaya 50 juta euro
BAMAKO (Arrahmah.com) – Penjajah salibis Perancis telah menghabiskan dana sebesar 50 juta euro untuk membiayai invasi militernya di Mali Utara sampai saat ini. Dana sebesar itu adalah  biaya yang dikeluarkan oleh militer Perancis selama tiga minggu pertama invasi militer yang dimulai sejak 11 Januari lalu, laporan situs islammemmo pada Sabtu (2/2/2013).

Para pakar militer dan anggaran militer memperkirakan biaya invasi militer Perancis di Mali Utara akan mencapai 450 juta euro. Uni Emirat Arab, Tunisia, Aljazair dan Maroko telah menyumbangkan jutaan dolar untuk membantu pembiayaan invasi militer Perancis tersebut.
Para pakar militer menyatakan sebab utama invasi militer Perancis adalah Perancis ingin menguasai kembali kawasan luas Afrika Utara, untuk mencegah perluasan penerapan syariat Islam yang ditegakkan oleh mujahidin Anshar Ad-Din dan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM). Perancis memandang penerapan syariat Islam di Mali Utara sebagai tantangan terorisme yang mengancam kepentingan Perancis.
Para pakar juga menyebutkan dekatnya pusat-pusat pengolahan Uranium di Niger dengan kota Gao, Mali Utara yang berada dalam kekuasaan mujahidin Anshar Ad-Din sebagai pertimbangan lainnya. Saat ini tentara penjajah salibis Perancis dan tentara rezim sekuler Mali telah menduduki kota Gao yang ditinggalkan oleh mujahidin Anshar Ad-Din.
Sementara itu ibukota Mali, Bamako dalam kondisi "tenang". Ribuan tentara salibis Perancis dan tentara rezim sekuler Mali menjaga kantor-kantor pemerintahan, bank-bank dan kantor-kantor penting di ibukota.
Saat ini Presiden Perancis Francois Hollande sedang melakukan kunjungan ke Bamako. Hollande berencana untuk "mengunjungi" kota Timbuktu di Mali Utara yang telah ditinggalkan oleh mujahidin Anshar Ad-Din. Ia akan ditemani oleh Mentri Luar Negeri Laurent Fabius dan Mentri Pertahanan Jean-Yves Le Drian. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .