Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 13 Februari 2013

Selidiki Kasus Penembakan Densus 88, Komnas HAM temui TPFR di Bima

KOTA BIMA (voa-islam.com) -  Kasus penembakan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 mendapat atensi dari Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM). Satu komisioner dan empat tim dari Komnas HAM datang ke Bima dan Dompu untuk mengumpulkan sejumlah informasi terkait penembakan oleh Densus yang menewaskan lima orang. Ada indikasi ketidakberesan dalam pemberantasan terorisme yang menewaskan lima orang di Dompu.


Salah satu Komisioner Komnas HAM, Siti Nurlaila, mengatakan pihaknya memiliki kewenangan untuk menyelidiki, apakah tindakan pemberantasan yang dilakukan oleh Densus 88 melanggar HAM atau tidak. Karena di Dompu terjadi penambakan oleh Densus yang menewaskan lima orang, maka perlu diselidiki. “Kami mengawasi tindakan pemberantasan terorisme yang dilakukan oleh Densus 88, bukan mengawasi kelompok terorisme,” katanya di Hotel Marina, usai pertemuan dengan Tim Pencari Fakta dan Rehabilitasi (TPFR) Bima, seperti dikutip bimakini Selasa (12/2/2013).

Di Komnas HAM sendiri, kata dia, ada sidang paripurna untuk pembentukan tim pemantauan pemberantasan terorisme. Tim yang turun ke Bima dan Dompu lima orang, terdiri dari satu komisioner dan empat tim dari staf Komnas HAM.

Turunnya Komnas HAM ke Bima dan Dompu, katanya, karena ada jenazah yang tidak diketahui identitasnya. Ada indikasi ketidakberasan dalam pemberantasan terorisme. “Kalau Densus professional, maka tidak ada hambatan dalam identifikasi,” ungkapnya.

Pengawasan dan penyelidikan tentang apakah ada pelanggaran HAM dalam penanganan terorisme, ujarnya, tidak hanya di Bima dan Dompu. Sebelumnya di Poso, Makassar, Aceh, dan beberapa tempat lainnya.

Komnas HAM, kata dia, rencananya berada di Bima dan Dompu tiga hari. Termasuk akan bertemu dengan Polres Dompu, Rabu (13/2) siang. Sejumlah pihak akan ditemui untuk mendapatkan informasi tentang penanganan terorisme oleh Densus 88.

Ketua TPFR Bima, Hadi Santoso, ST, MM, memberikan sejumlah informasi terkait kerja-kerja lembaga tersebut dan temuan di lapangan. Salah satunya menyampaikan tentang Bahtiar bukan pelarian dari Poso. [Widad/BK]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .