Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 13 Februari 2013

Petisi untuk Seven Eleven Indonesia: Stop Jualan Miras di Minimarket

JAKARTA (voa-islam.com) – Gerakan anti minuman keras (miras) yang digagas Fahira Idris berangkat dari kegelisahan Ketua Perbakin tersebut. Putri mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris itu menilai beberapa supermarket seperti; Seven Eleven Indonesia, Circle K Indonesia, Alfamidi, Indomaret, Lawson Indonesia hingga Alfamart terlalu bebas menyediakan minuman beralkohol kepada masyarakat umum.

Fahira berharap dari gerakan yang dimulainya ini ada kontrol serius dari pemerintah terhadap penjualan minuman keras di Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin ikut mendukung aksi anti minuman keras ini bisa menanda tangani petisi onlinenya di situs http://www.change.org.
Inilah Petisi oleh disampaikan Fahira Idris terkait Gerakan #Anti Miras: Setiap orang/ badan dilarang menjual langsung minuman beralkohol gol A, B, dan C di tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, dan tempat pendidikan. Juga dilarang menjual miras di tempat yang berdekatan dengan kantor, rumah sakit dan pemukiman.
Bila anda memiliki ide-de yang dapat kita lakukan bersama dalam Gerakan #AntiMiras untuk anak dan remaja di bawah 21 tahun, bisa dikirim ke email: Fahira.idris@gmail.com

Didukung FPI
Sementara itu, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab kepada Hidayatullah.com  mengapresiasi gerakan anti minuman keras yang digalakkan Fahira Idris, seorang pengusaha muda asal Minang yang dinobatkan sebagai ‘Tweeter terinspiratif sejagad’.

Menurut Habib Rizieq, gerakan anti minuman keras tersebut patut mendapat dukungan dari masyarakat. "Saya rasa itu inisiatif yang bagus dari Fahira Idris dan harus didukung," jelasnya di kantor DPP FPI, Jalan Petamburan Jakarta.

Menurut Rizieq Shihab, umat Islam jangan mau kalah dengan semangat para selebritis yang dikenal mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris ini. Ia juga menceritakan bahwa gerakan anti minuman keras juga sudah digerakkan para pendeta melalui gereja-gereja di Papua. "Bahkan orang-orang dayak dipedalaman Brau Kalimantan juga sudah melakukan gerakan yang sama seperti ini.

Habib Rizieq juga mengingatkan agar gerakan anti minuman keras tersebut berjalan dengan istiqomah. Pasalnya, Ia menilai menolak penjualan minuman keras menjadi cukup penting untuk menyelamatkan moral bangsa secara khusus umat Islam."Ini bukan hanya tugas Fahira, tapi juga tugas seluruh umat dan elemen bangsa" jelasnya Rizieq. [Desastian]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .