Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 07 Februari 2013

Duit Kotak Amal di Yogya Capai Rp 269 Miliar, Umat Butuh Bank Masjid


Masjid-kotak-amal-masjid-ilustrasi-jpeg.imageYOGYAKARTA (SALAM-ONLINE): Peneliti manajemen keuangan masjid Muhammad Akhyar Adnan menilai banyak dana menganggur yang terdapat di kotak amal masjid seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Setidaknya, terdapat dana senilai Rp 269,9 miliar dari ribuan kotak amal tersebut. Seperti dikutip dari laman resmi UMY, dosen Prodi Akutansi Fakultas Ekonomi UMY ini melihat bahwa dana sebesar itu seharusnya dapat dimanfaatkan sesuai dengan amanah umat.
Akhyar menyarankan bahwa sepatutnya dibentuk Bank Masjid sebagai tempat mengelola kelebihan dana tersebut.

“Bank itu tempat orang menyimpan kelebihan dana, lalu orang lain bisa meminjamnya, tapi tentu karena itu masjid, tidak ada bunganya. Tapi intinya, tidak perlu lagi ada orang yang meminta-minta untuk bangun masjid, karena cara yang seperti itu adalah cara yang tidak elegan,” paparnya.
Bank Masjid, usul Adnan, dapat menjadi lembaga khusus yang mengelola dana sebesar 30 juta dollar AS itu. Selain itu, bisa digunakan pula untuk kemashlahatan umat. Dosen Akutansi ini juga menambahkan perlunya pelatihan khusus bagi pengurus atau takmir masjid agar bisa mengakses bank tersebut.
Menurutnya, bank masjid itu untuk mendistribusikan dana ratusan miliar ke masjid-masjid yang membutuhkan. Pasalnya, tutur Adnan,  masih banyak orang yang meminta-minta di jalan untuk pembangunan masjid.
“Padahal kita tahu, di masjid lain memiliki kelebihan dana. Nah, seharusnya yang memiliki kelebihan ini membantu yang kekurangan. Cukup dipinjamkan dari yang punya dana lebih, tidak perlu minta-minta,” ungkap Akhyar.
Menurutnya, orang meminta-minta untuk membangun sebuah masjid bukan karena miskin. Akan tetapi karena kurangnya koordinasi antar lembaga masjid. Bukan hanya di daerah tertentu namun juga di Indonesia secara keseluruhan.
“Selain itu, karena kurangnya informasi dan hubungan persaudaraan antar sesama Muslim (ukhuwah), sehingga masih ada yang menganggap bahwa uang yang ada itu milik masjidnya sendiri, dan tidak dibuat untuk membantu yang lain,” tuturnya.Sebuah penelitian terhadap nilai kotak amal masjid baru-baru ini dilakukan di Yogyakarta.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Akhyar Adnan, yang melakukan penelitian ternyata mendapatkan hasil mencengangkan. Terdapat uang kotak amal senilai Rp 269,9 miliar yang menganggur dari kotak amal itu.
Adnan yang meneliti soal  manajemen keuangan masjid, menemukan  saldo totalitas (agregat) dana infak dan sedekah sebesar Rp 269,9 miliar atau 30 juta dolar AS di seluruh masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Laporan ini dirangkum  Adnan dalam makalah berjudul ”An Investigation of the Financial Management Practices of the Mosques In The Special Region of Yogyakarta Province, Indonesia”.
Rencananya, Adnan akan mempresentasikan penelitiannya ini di ‘Sharia Economic Conference’, yang diselenggarakan di Leibniz Universitat, Hannover, Jerman, 9 Februari mendatang. Sayangnya, uang segunung ini disebut-sebut sebagai dana menganggur yang tidak produktif. (ROL)–salam-online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .