Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 14 September 2012

KAMMI: ‘JIL Lebih Bahaya dari Teroris’


Redaksi Salam-Online –
JAKARTA (salam-online.com): Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) M Ilyas menanggapi tuduhan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Guntur Romli bahwa gerakan ‘Indonesia Tanpa JIL’ sebagai teroris.
Menurut Ilyas, justru yang paling berbahaya dan merusak bangsa Indonesia itu adalah ide-ide yang disebarkan JIL yang bahkan melebihi teroris.
“JIL lebih kejam dari teroris, sebab, JIL akan merusak pemikiran generasi muda bangsa ini,” kata alumnus Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) ini kepada itoday, Rabu (12/9/2012).
Kata Ilyas, JIL yang menyebarkan ide-ide kebebasan ala barat memunculkan perilaku seks bebas dan sangat bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia. “Sekarag seks bebas merajalela, itu semua tidak terlepas dari peran JIL yang mengekor terhadap budaya barat yang salah kaprah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan, JIL itu proyek sekulerisme yang berbahaya bagi masa depan bangsa dan NKRI.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktivis JIL Muhammad Guntur Romli kembali membuat blunder. Suami aktivis liberal Nong Darol Mahmada ini menuding gerakan Indonesia Tanpa JIL sebagai teroris.
Melalui akun Twitter ‏@GunturRomli, Guntur Romli menulis: ”Di twitter, para teroris itu menulis bio-nya: Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Liberal :D . Apakah twit gini: yg nulis bio di twitter: Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Liberal adlh teroris? Tp klau mau ngaku sndiri gpp sih haha.” Parah! (itoday/salam-online.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .