Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 18 September 2012

ISAF akui pembantaian warga sipil Afghan di Laghman, tapi mengklaim serangan "tidak disengaja"


KABUL (Arrahmah.com) - Sebanyak 10 wanita Muslimah gugur akibat serangan udara pasukan teroris di provinsi Laghman, sementara sekitar 38 lainnya mengalami luka-luka, ISAF akui pembantaian tersebut.
Pasukan Bantuan "Keamanan" Internasional (ISAF) mengaku "menyesal" atas serangan udara pada hari Ahad (16/9/2012) di provinsi Laghman yang menewaskan warga sipil itu, ISAF menyampaikan rasa "penyesalan" kepada keluarga para korban. Namun ISAF mengklaim bahwa serangan biadab itu "tidak disengaja."
"Dengan penilaian awal atas keadaan di sekitar kejadian ini, bisa dikonfirmasi bahwa sejumlah warga sipil Afghan 'tanpa disengaja' tewas atau terluka," kata pasukan aliansi salibis itu dalam sebuah pernyataan.
"ISAF mengambil tanggung jawab penuh atas tragedi ini."
Sementara itu, menurut laporan dari Mujahidin Imarah Islam Afghanistan, serangan udara salibis tersebut dilancarkan dengan sengaja terhadap sekumpulan wanita yang sedang mengumpulkan kayu bakar di daerah gunung Nur Laam Saib di distrik Alingar di provinsi tersebut, pasukan NATO yang "buta" menganggap mereka adalah Mujahidin bersenjata kemudian menjatuhkan bom beberapa ton. Seketika 8 wanita dewasa dan 2 gadis remaja gugur dan 38 warga yang berada di sekitarnya mengalami luka-luka.
Warga Afghan yang marah akibat peristiwa ini meneriakkan slogan-slogan anti rezim boneka dan pasukan penjajah pimpinan AS, menuntut penarikan segera pasukan penjajah dari negeri mereka. (siraaj/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .